°Optik!°

418 86 49
                                        

JANGAN LUPA FOLLOW IG
@official_asambasa
.
๑˙❥˙๑♡‿♡๑˙❥˙๑

Minggu pagi.

Bukan menjadi penyebab liburnya suatu aksi. Atau sebagai tanda semua pekerjaan berhenti.

Faktanya, arus globalisasi terus menyebarkan segala informasi yang memuat semua penyebab Minggu pagi menjadi lebih berarti.

Dua berita menggemparkan seluruh warga SMA Nusantara.

Pertama, perubahan sistem pendidikan sekolah yang mengharuskan beberapa pelajar mengikuti studi banding pada sekolah di luar negeri demi mengajukan beasiswa sekaligus surat kepindahan meneruskan sekolah.

Sistem ini baru dijalankan oleh kementrian pendidikan dengan dalih memunculkan benih-benih unggul dari korelasi antar negara. Dan SMA Nusantara sebagai salah satu sekolah yang akan menerapkan sistem ini. Siswa yang dianggap berprestasi dan mampu untuk melanjutkan pendidikan diluar negeri, bisa diajukan dalam pertukaran pelajar berbasis pelepasan ini.

Mengapa disebut pelepasan? jika halnya pertukaran pelajar dilakukan setahun/dua tahun lalu kembali ke sekolah asal dengan catatan harus mengulang kelas. Sistem baru dari kementerian ini memberikan kemudahan bagi siswa-siswi berprestasi untuk tetap melanjutkan sekolah tanpa harus mengulang.

Dengan syarat, ia harus benar-benar pindah.

Sebenarnya fakta ini bukan yang paling menggemparkan. Melainkan....

"Axid pindah dari SMA Nusantara?"

Basel mengangguk, membenarkan topi hitam yang ia kenakan kemudian kembali menatap atensi gadis disampingnya.

"Dari Kemendikbud, untuk beberapa sekolah yang memungkinkan."

"Isn't a stupid act!"

Pemuda bertopi itu menggerakkan gigi mobil, menekan gas lebih dalam. Suasana kota lebih lenggang dari biasanya.

"I think that's smart. Gini deh,"

Basel melirik gadis yang terlihat menekuk bibir ke dalam, eh Basel baru menyadarinya. Wajah Aira semakin terlihat pucat saja.

"Setelah lulus mereka akan kembali ke Indonesia kan? jadi skill mereka bakal lebih digunakan di negeri sendiri."

"Merelakan berlian menjadi hak milik orang lain itu... goblok."

Laju mobil Basel berhenti diprempatan karena lampu lalu lintas yang berubah merah.

"Ai, not letting go. Just forge, coz it's not possible here, right?"

"Asal Lo tau, alasan Indonesia menjadi pusat jajahan Belanda selama tiga setengah abad adalah mereka ga mau ninggalin berlian yang terkubur lumpur yang dalam."

Basel menatap wajah Aira yang terlihat begitu kesal, "Tapi Belanda punya banyak cara untuk menarik Indonesia lagi. Agresi militer? Remember."

Aira menghela nafas panjang, tak habis pikir mengapa sistem baru sekolah serumit ini.

"Who's announce?"

"Pak Aksa presscon semalem Lo ga nonton?"

"Damn. Berarti Belanda punya maksud tersirat kenapa melepaskan Indonesia?"

"Sure, di presscon semalem udah dijelasin pake rumus luas persegi."

Sebelah alis Aira naik,

"Panjang kali lebar Ai, majas simile."

"Nilai ujian bahasa Lo aja masih A minus,"

Basel tidak sempat membantah karena gadis disampingnya kembali memotong

Asam&BasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang