°Katalis°

476 85 178
                                        

BACA PLEASE!!!!
(JANGAN SKIP GUE MOHON)

Hi guys! Sebelumnya author mau memberitahukan bahwa di part ini terdapat adegan yang tidak bisa di baca oleh yang dibawah umur!

*Sangat ditekankan*
Bijaklah memilih bacaan sesuai usia kalian, supaya antara fisik dan mental kalian siap dalam menghadapi kenyataannya pada kehidupan yang sebenarnya.

Sekali lagi. Author himbau!
Kepada dedek-dedek unyu yang suka minum Hilo School (wkwk author rasis*plak) tolong bantuannya, agar tidak terlalu menghayati adegan-adegan yang akan terjadi.

Sekian terima kasih.
Happy Reading

JANGAN LUPA FOLLOW IG
@official_asambasa
.
๑˙❥˙๑♡‿♡๑˙❥˙๑

Dalam seni.

Kuas dan Kanvas merupakan suatu keajaiban dunia yang terbentuk karena imajinasi manusia.

Bagi dua saudara kembar anak Anuar Bagra dan Mertana Ayushita Prameswari lebih dari itu, keunikan Pisa Tower dan kemegahan Eiffel Tower memiliki dua analogi dengan gradient nyaris 0°.

Antara Aira dan David terdapat paham yang membentengi bak blok barat dan blok timur era awal kemerdekaan.

Kalaupun diharuskan memilih hadiah liburan ulang tahun antara Petra situs bersejrah di Ma'an, Yordania atau Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba, kawasan Pegunungan Andes, Peru. Ulasan pertama dari kedua anak kecil itu sungguh membuat orangtuanya menggeleng tak percaya.

"Musée du Louvre Paris, belikan Dave lukisan wanita yang misterius itu. Lukisan Monalisa."

Anak laki-laki dengan tatapan datar berhasil membungkam Anuar dan Merta sebagai orang tua.

Beruntungnya, David adalah cucu keluarga Prameswari. Walau bukan lukisan yang asli, harga karya seni replika itu mencapai setengah dari harga lukisan yang sebenarnya.

"Aira ingin guru seperti Aristoteles. Mama bisa carikan?"

Yang satu ini masalahnya. Anuar bahkan menyeleksi secara khusus dosen-dosen berlisensi khusus untuk menjadi Aristoteles gadungan demi mewujudkan keinginan anak gadis kesayangannya.

Bujuk rayu dan segala ungkapan pengganti seakan tidak mempan bagi puteri sulungnya itu.

"Aira bisa jadi Aristoteles. Aira bisa jadi guru untuk diri sendiri, itu lebih baik."

Ujung-ujungnya, Merta si psikolog handal turun tangan menggunakan seribu magic word yang dapat diotak-atik menjadi kalimat-kalimat mengesankan di otak menenangkan di hati.

"Jangan salah paham."

Dan karena itu Aira ingin belajar membuat rangkaian kalimat itu dari sang Ibu.

"I just wanna say thankful for your slightly impressive action. Gue akuin,"

Sekarang, Aira mencoba menyiapkan beberapa rangkai kalimat yang bisa digunakan dalam situasi ini.

"Lo cukup gila melangkah sejauh ini, but if me just silent until next that's mean I will be a loser for the future. "

Pandangan mata David masih mengarah pada tulisan stenografi yang beberapa hari ini ia pelajari. Tak beralih barang sedikitpun, gadis bersurai hitam disampingnya ikut diam.

"Dave to the point, I don't wanna guess an analogy theory. Kenapa? ada masalah sama Oma?"

"Makasih, banyak."

Asam&BasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang