JANGAN LUPA FOLLOW IG
@official_asambasa
.
๑˙❥˙๑♡‿♡๑˙❥˙๑
"Axid pamit ya bunda..?"
Hembusan angin dari rerumputan hijau yang membentuk gundukan-gundukan tanah di sebuah tempat peristirahatan terakhir para manusia, memberikan rasa tenang tersendiri bagi Axid Dewangga.
Ketika jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, barulah bahu lebar itu mulai beranjak sejak lebih dari empat jam berada di kawasan pemakaman ini.
"Bunda pasti bahagia, kan?"
Tidak banyak yang dilakukan pemuda itu selama berjam-jam.
Duduk berjongkok menatap serangkaian bunga berbentuk buket indah yang ia ganti setiap satu pekan.
Bahkan untuk hari ini sangat special. Ia memesan buket dengan ukuran cukup besar dari biasanya.
Tempat ini menjadi saksi, bagaimana terpuruknya Axid Dewangga.
"Bund... mau ikut boleh...?"
Yang tak lain mengadu.
Padahal ia tau persis, sang Bunda hanya bersisa tulang belulang tak beraturan di bawah tumpukan tanah.
"Semakin Axid bertahan, semakin sulit rasanya Bunda...."
Semburat jingga di ufuk barat, menandakan langit tidak lagi memancarkan sumber cahaya terbesarnya lagi. Seperti mendukung dengan efek tertentu dari segala keluh kesah seorang hamba.
"But there is one person...."
Axid menatap nanar gundukan hijau dengan batu nisan putih bertuliskan Dewi Pradipka Wirgantari itu seakan bisa mendengar,
"Orang yang menjadi bertemunya kesempatan dari kemampuan takdir."
Mendengar rengekan konyol dari pemuda berusia 17 tahun yang merupakan KCO SMA Nusantara.
"Keberuntungan."
Astaga, bagaimana tanggapan semua orang bila mengetahui ternyata KCO yang mereka idolakan terlalu cengeng dan tidak punya malu seperti ini?
Axid harap tidak ada anak SMA Nusantara yang mengunjungi pemakaman hari ini.
"Namanya Aira Bund, Dia yang nampar Axid buat lebih berpikir rasional."
Bukan mengenai pencitraan mutlak atas dirinya. Melainkan karena keluarga Wirgantara.
Masalah terbesarnya.
"Buat ngubah mindset Axid yang sebelumnya nol besar tentang semesta."
Dada Axid naik turun mengatur nafas sedemikian rupa dengan bibir bergetar.
"Semesta itu indah Bund... apalagi kalo ada Bunda,"
Untuk kesekian kalinya tangan pemuda itu mengusap sudut mata yang mengalir deras cairan bening.
"Axid mau mengakhiri semua ini."
.
.
.
Pernyataan matematika yang melibatkan jumlahan perkalian pangkat dalam satu atau lebih variabel dengan koefisien tertentu membentuk polinominal.
Dalam kehidupan banyak variabel-variabel yang memungkinkan terjadinya suatu peristiwa mengesankan.
Seperti halnya, kebetulan, kecocokan, keinginan, dan....
Keberuntungan.
"Fuck it!"
Mata Axid mengerjab, rasa kantuk yang belum hilang akibat tertidur kelelahan cukup mengganggu penglihatan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Asam&Basa
Romanzi rosa / ChickLitSeperti kata Sir Isaac Newton, setiap ada aksi pasti ada reaksi. - Menurut Basel, Aira adalah rumus integral yang paling rumit dengan limit tak hingga. Menurut Axid, Aira adalah hasil reaksi pencampuran senyawa dengan pH seimbang. Aira sendiri, meng...
