Sudah dua malam Ayah Lucifer dan Zeline menginap dan sudah dua lama juga Lucifer dan Arabella tidur di kamar yang sama.
Awalnya Arabella menolak, tapi Lucifer memohon dan berkata kalau mereka tidak sekamar, Ayahnya dan Zeline akan curiga.
Akhirnya Arabella setuju tapi dengan syarat, tempat tidur di beri sekat dan Lucifer memakai pakaian ketika tidur. Lucifer entah bagaimana hanya menurut saja permintaan Arabella. Meskipun sejujurnya, dia tidak nyaman ketika menggunakan pakaian.
ღ ღ ღ ღ ღ
Ini hari ketiga Ayah Lucifer dan Zeline di penthouse milik Lucifer, sekaligus hari terakhir mereka berada di sini.
Malam ini juga mereka akan langsung pulang ke Seattle.
"Jadi, kapan kalian akan menikah?" Ayah Lucifer bertanya ketika mereka sedang makan siang.
Pertanyaan tersebut, langsung membuat Arabella dan Zeline tersedak.
"Sayang."
"Mr. Knight."
Sahut Zeline dan Arabella berbarengan.
Sedangkan Lucifer mendengarkan pertanyaan tersebut tanpa reaksi apapun. Dia malah menikmati makanan yang di masak oleh Arabella dengan tenang.
"Apa?" tanya Ayah Lucifer bingung karena reaksi dua wanita itu.
"Mereka baru mengenal salam satu bulan. Dan juga Arabella belum menyelesaikan kuliahnya," kata Zeline jelas menentang.
Arabella pun hanya mengangguk, setuju atas perkataan Zeline.
"Mereka sudah cukup umur untuk menikah. Dan yang aku lihat mereka saling mencintai," kata Michael Knight.
"Arabella terlalu muda untuk menikah."
"Tidak ada salahnya menikah muda bukan? Lagi pula umur Lucifer sudah sangat cukup untuk memiliki pendamping."
"Tapi Arabella bukan dari keluarga baik-baik. Bahkan kita tidak tahu darimana asal usulnya,"
Deg!
Arabella yang sedari tadi tidak mengeluarkan suara lagi, merasa tersentak ketika Zeline mengatakan itu.
"Cukup!" kata Lucifer marah.
Bentakan Lucifer membuat Zeline menatap horor padanya. Dan dengan refleks, Arabella menyentuh lengan Lucifer, agar pria itu mengontrol marahnya.
"Jangan berani-beraninya kau menghina gadisku seperti itu lagi. Aku akan tetap menikahinya. Entah kalian setuju atau tidak," kata Lucifer tidak terbantahkan.
"Lucifer," bisik Arabella terkejut.
Mereka tidak pernah membicarakan soal pernikahan sebelumnya. Bahkan tidak pernah terpikir oleh Arabella, jika hubungan mereka akan sampai ke jenjang pernikahan.
Semua ini terlalu cepat.
"Bagus," kata Michael sambil mengangguk. "Aku jadi tidak perlu menjodohkanmu lagi."
Arabella langsung menatap horor pada Michael yang dengan santainya langsung menyetujui reaksi spontan Lucifer.
"Ada Arabella ataupun tidak, aku tetap tidak mau di jodohkan," kata Lucifer masih kesal.
"Lucifer, apakah kau yakin?" tanya Zeline pelan, takut di bentak lagi oleh Lucifer.
"Apakah aku pernah bercanda dengan perkataanku?"
ღ ღ ღ ღ ღ
"Apa kau gila?" tanya Arabella panik ketika Michael dan Zeline sudah pergi.
"Tidak," kata Lucifer santai.
"Lucifer aku tidak pantas untukmu. Aku berasal dari panti asuhan. Aku tidak tahu siapa orangtuaku. Aku bahkan baru memulai kuliahku," kata Arabella mondar mandir di ruang tengah.
Sedangkan Lucifer duduk dengan tenang di sofa.
"Aku tidak peduli," kata Lucifer sambil mengangkat bahunya.
Hal itu membuat Arabella semakin kesal.
"Kau hanya melakukan ini karena ada Ayahmu dan Zeline bukan? Kau tidak serius?" tanya Arabella masih memastikan.
"Arabella," kata Lucifer berusaha mengalihkan perhatian Arabella.
Karena sedari tadi Arabella hanya mondar mandir di ruang tengah membuat Lucifer pusing melihatnya.
"Tidak, tidak, tidak. Kau pasti hanya bercanda," kata Arabella semakin panik.
Lucifer pun menghela nafas dan meraih Arabella supaya melihat ke arahnya.
"Sayang," kata Lucifer tenang.
Arabella pun otomatis melihat ke arah Lucifer.
"Aku tidak pernah bercanda dengan perkataanku, kau tahu itu."
"Tapi..."
Lucifer bisa melihat rasa takut di mata Arabella.
"Apa yang membuatmu takut?" tanya Lucifer heran.
"Kita baru saling mengenal. Satu bulan Lucifer. Satu bulan."
"Lalu?"
Pertanyaan polos Lucifer membuat Arabella menggeram.
"Beri aku alasan logis, sehingga aku bisa membatalkan rencanaku." kata Lucifer ketika Arabella belum mengeluarkan kata-kata lagi.
"Aku bukan wanita yang sempurna."
"Kau sempurna untukku."
"Aku berasal dari panti asuhan."
"Sudah ku bilang aku tidak peduli."
"Aku tidak memiliki banyak uang."
Alis Lucifer langsung terangkat.
"Aku yang akan menghasilkan uang. Bukan kau." kata Lucifer sedikit marah.
"Aku masih terlalu muda."
"Dua puluh dua tahun. Kecuali kau tidak suka dengan perbedaan umur kita," kata Lucifer curiga.
Arabella hanya menggeleng, sambil memikirkan alasan lainnya.
"Kau melakukan ini hanya karena Ayahmu?"
"Tidak." kata Lucifer tegas.
Arabella menatap tidak percaya pada Lucifer.
"Apa kau masih belum memahami perasaanku padamu?"
Arabella hanya menggelengkan kepala.
"Aku mencintaimu, Arabella Walton. Benar-benar jatuh cinta padamu. Dan wanita yang kuinginkan hanya dirimu."
Setelah mengatakan itu, Lucifer pun mendekatkan wajahnya pada Arabella.
Dan bibir merekapun bertemu.
Untuk pertama kalinya mereka berciuman.
Ciuman yang lembut dan penuh cinta.
ღ ღ ღ ღ ღ
Hayo loh....
Chapter selanjutnya bakal ada adegan ++ nya ga yaaaaaa......
Karena rencananya setelah chapter ini, ke depannya bakal banyak adegan ++ nya..
Terimakasih sudah baca..
Love KRN
