Chapter 10

554 26 2
                                        

"Aku membutuhkanmu untuk menjadi kekasihku," kata Lucifer dengan cepat.

"Huh? Kekasih?" tanya Arabella memastikan, takut dia salah dengar.

Lucifer menganggukan kepalanya sambil menyesap birnya.

"Kenapa kau memintaku?" tanya Arabella mulai was-was dengan permintaan mendadak Lucifer.

Lucifer mengangkat bahunya acuh. Mencoba tidak peduli pada ekspresi Arabella.

"Kau pasti mendengar percakapanku tadi siang di dalam mobil. Bahwa aku akan di jodohkan,"

Arabella mengangguk, mengingat kejadian menyeramkan tadi siang, ketika Lucifer berubah menjadi sangat marah.

"Hubunganku dengan ayahku tidak baik. Dan aku tidak mau lagi menuruti kata-katanya. Tapi kalau aku hanya menolak tanpa ada alasan yang menyakinkan, tentu saja itu akan sia-sia. Dia pasti akan terus memaksaku."

Arabella mencoba menyerap kata-kata Lucifer. Dan mencoba mencari alasan untuk menolaknya.

"Apa kau tidak punya kekasih?"

"Aku terlalu sibuk untuk memikirkan hal selain pekerjaan,"

"Bagaimana dengan teman wanita?"

"Kalau boleh jujur, aku tidak pandai membuat lingkaran pertemanan. Kalau pun ya, temanku hanya pria,"

"Ummmm... kalau begitu..."

"Aku hanya ingin dirimu," kata Lucifer menyela dengan cepat sambil menatap Arabella.

Arabella yang di tatap seperti itu menjadi melunak. Dan ekspresi Lucifer sekarang benar-benar manis.

Ya, manis.

Menggemaskan.

Lalu tiba-tiba Arabella terkekeh.

Lucifer yang melihatnya seperti itu langsung mengernyitkan dahi.

"Apa yang lucu?"

Arabella menggelengkan kepala sambil mengontrol tawanya.

"Wah... kau harus lihat ekspresimu. Sangat menggemaskan,"

Ekspresi Lucifer tiba-tiba menjadi cemberut.

"Laki-laki tidak seharusnya terlihat menggemaskan," katanya dengan nada ketus.

Dan hanya dengan itu, membuat tawa Arabella meledak.

Lucifer langsung menatapnya tajam, membuat tawa Arabella seketika berhenti.

"Maaf," katanya lalu berdehem. "Jadi kau benar-benar ingin aku menjadi kekasihmu?"

"Ya," kata Lucifer tegas.

"Tapi kau tahu aku sangat tidak pantas bersanding denganmu. Lihat penampilanku? Aku sepertinya bukan termasuk tipemu," kata Arabella sambil menunjuk pada dirinya.

"Aku akan membuatmu pantas bersanding denganku," kata Lucifer dengan yakin.

ღ ღ ღ ღ ღ

Arabella sudah membuka matanya, bahkan sebelum alarm yang dia pasang berbunyi. Sambil menatap langit-langit kamar barunya.

Dia memikirkan kejadian semalam.

Lucifer meminta Arabella menjadi kekasihnya. Meskipun hanya berpura-pura. Tapi tetap saja, Arabella akan menjadi kekasih dari seorang Lucifer Knight.

Dan juga, Lucifer meminta Arabella untuk menceritakan semua kejadian yang di alami olehnya.

Lucifer berkata, bahwa sepasang kekasih harus mengetahui segalanya.

Lamunan Arabella di buyarkan oleh suara alarm. Membuatnya terlonjak kaget dan langsung mematikan alarm itu.

Arabella bergegas turun dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah beres dengan urusannya, dia keluar dari kamarnya.

Ruang tengah tampak terang benderang, dan Lucifer sedang duduk di lantai. Meja kopi di hadapannya sudah berserakan dengan kertas dan laptop yang masih menyala.

Sejujurnya Lucifer belum bercerita tentang apa yang dia kerjakan. Tapi Arabella melihat angka-angka yang di tampilkan oleh layar laptop Lucifer.

Mungkin dia orang yang bekerja di bidang keuangan. Pikir Arabella.

Rupanya Lucifer menyadari keberadaan Arabella, dia menolehkan kepalanya dan mengerutkan keningnya.

"Kenapa kau bangun pagi-pagi sekali?" tanya Lucifer sambil melihat pada jam dinding.

"Aku ingin membuatkan sarapan, kau bilang kau biasa sarapan sebelum tidur."

"Oh itu."

Lucifer tidak tega mengatakan kalau dia hanya sarapan roti tawar setiap pagi dan sebenarnya dia bisa menyiapkannya.

Tapi dia mempekerjakan Arabella sebagai pelayannya, dan Lucifer harus membiasakan diri untuk di layani.

"Aku biasa sarapan dengan bacon, telur dan roti panggang. Jadi kau bisa membuatkanku itu. Dan tolong siapkan kopi juga. Panggil aku kalau sarapannya sudah siap." gumamnya dan kembali sibuk dengan tumpukan kertas yang berada di meja.

Setelah melihat Lucifer sibuk kembali dengan pekerjaannya, Arabella melangkah ke dapur untuk menyiapkan sarapan yang diminta Lucifer.

Dia mulai memanggang roti dan memasukan bacon ke dalam microwave. Sambil menunggu dua makanan itu siap, dia mulai memecahkan telur di wajan yang sudah mulai panas.

Setelah roti, bacon dan telur siap. Dia mulai membuat kopi yang takarannya sudah di ajarkan oleh Lucifer semalam.

Biasanya untuk sarapan, Arabella selalu meminum susu satu gelas, tapi dia ingat kemarin Lucifer bilang dia tidak suka susu, dan sepertinya lelaki itu tidak memiliki susu di kulkasnya.

Setelah semua siap, Arabella memanggil Lucifer dengan canggung dari ambang pintu dapur, dan diberikan jawaban singkat oleh Lucifer.

Tak lama Lucifer muncul di dapur. Untungnga kali ini, dia memakai kaos, tidak bertelanjang dada seperti kemarin.

"Terimakasih," Lucifer menyesap kopinya terlebih dahulu, dan menganggukan kepalanya. Sepertinya dia menyukai kopi racikan Arabella.

Lalu Lucifer mulai menyantap makanannya dengan tenang, pria itu menyelesaikan makannya dengan cepat, lalu menghabiskan kopinya.

"Aku akan tidur. Lakukanlah apapun yang kau suka," kata Lucifer sambil berdiri dan meraih botol air mineral yang di simpan di ujung konter dapur.

Arabella mengangguk mengerti dan mulai membereskan piring dan gelas yang di pakai Lucifer.

Tapi bukannya langsung pergi ke kamar, Lucifer masih diam di sana sambil menatap Arabella. Arabella yang merasa di perhatikan, mengangkat kepalanya.

"Apa ada hal lain yang kau butuhkan?"

Lalu tiba-tiba senyuman Lucifer menghiasi wajah tampannya.

Arabella mengangkat kedua alisnya bingung. Kenapa tiba-tiba Lucifer tersenyum seperti itu.

"Sampai jumpa nanti sore sayang," kata Lucifer dan langsung berbalik.

Arabella tertegun sambil menatap punggung Lucifer yang mulai menjauh. Dan jangan lupakan jantungnya yang berdetak dengan cepat, karena kata-kata terakhir Lucifer.

ღ ღ ღ ღ ღ

Terimakasih sudah baca..

Love KRN

His LoverTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang