Vote and komen ya guys💚🍑
Jeno tersenyum begitu manis saat melihat kedua pasangan di altar menyudahi ciumanya. Seikat bunga dilempar dari altar lalu tepat jatuh di atas pangkuan Jaehyun.
"Owh wow hyung, sepertinya kau akan menyusul untuk menikah? Sudah ada pasangan tidak?" Jeno bertanya dengan antusias saat Jaehyun mengangkat tinggi tinggi bunga yang dia dapatkan.
"Sudah ada, tapi belum menjadi kekasihku, orangnya terlalu sulit untuk didapatkan, ya kan Doy" ujar Jaehyun malah pada Doyoung disampingnya.
"Kenapa bertanya padaku, aku tidak tau apapun" ujar Doyoung sekenanya. Dia jadi kesal sendiri dengan Jaehyun belakangan ini, karna lelaki tampan itu selalu merecokinya setiap hari, apalagi Ten juga mengizinkan Jaehyunt inggal bersama di manxion.
"Lihat, sama sekali tidak peka" bisik Jaehyun di telinga Jeno.
"Hahaha, bersabarlah hyung, perlu sedikit usaha untuk meluluhkan yang namanya Kim Doyoung yang punya sifat 11/12 dengan Ten hyung" ujar Jeno ikut tertawa kecil agar Doyoung tak mendengar.
"Hah, alamat aku harus berkonsultasi pada Taeyong hyung" setelahnya mereka tertawa karna merasa obrolan random mereka terlalu jauh.
"Selamat ya, akhirnya pernikahan kalian terjadi, ahh...aku jadi lega sekarang" ujar Taemin pada Ten dan Taeyong.
"Ten, selamat ya nak...mommy senang melihatmu bahagia, kurangilah merengek dan merajuk, kasihan Taeyong..." ujar Taemin dan mengundang kekehan dari beberapa anggota keluarga.
"Itu benar, hyung tau, di kantor Taeyong hyung selalu menghela nafas kasar dan bilang 'ahh...permintaanya banyak sekali, ini dan itu, tidak dituruti merajuk, lalu merengek, dasar kucing' dia selalu menggerutu begitu" adu Jaemin selaku orang yang berada satu ruangan dengan Taeyong dan Jungwoo.
"Yakk...kau memanggilku kucing! Lagipula ini adalah karna baby permintaanku banyak" Seru Ten tidak terimaa.
"Tentu saja kitten, tapi sepertinya mommynya lebih banyak meminta daripada baby" ujar Taeyong, tidak merasa bersalah sedikitpun.
"Tapi--
"Permisi Tuan Muda, saya harus segera membawa Tuan Donghae pergi" seruan dari salah satu petugas polisi itu menghentikan obrolan mereka.
Ten menoleh kebelakang, di belakangnya, sang ayah, Lee Donghae, orang yang tadi mengantarnya berjalan di altar dan menyerahkanya pada Taeyong, juga orang yang sama yang dulu pernah menyiksanya.
Donghae datang di acara pemberkatan anaknya, untuk menyerahkan putra tertuanya pada Taeyong. Karna sungguh, pernikahan putranya adalah hal yang ingin dia lihat sebelum dia tiada nanti.
Ten melangkah perlahan mendekati Donghae, tidak ada yanga melarang, mereka semua diam dan hening.
Donghae tersenyum kecil ketika putranya benar benar berada tepat didepanya.
"Ten aku--
-srek-
"Appa hikss...hikss, appa" Ten menubrukan tubuhnya di pelukan sang ayah, menangis sekencang kencangnya, tidak peduli pada para tamu yang juga ikut terharu mendengarnya.
Sebagian masyarakat Korea saat itu pasti juga tau berita beberapa bulan lalu yaitu:
"Lee Donghae pemimpin utama Lee Corp melakukan tidnakan kekerasan pada anaknya, menjual senjata ilegal dan pengedar narkoba, Lee Donghae juga memalsukan keberadaan istrinya"
Donghae dengan perlahan membalas pelukan Ten, mengusap bahu anaknya itu lembut, membiarkan Ten menangis memekakan telinga sampai terisak isak.
"Nak, maafkan appa ya...appa tidak bisa menjadi appa yang baik untukmu, appa tau...akan sangat salah jika appa baru meminta maaf saat ini, atas semua pesakitan dan penderitaan yang kau terima dariku"
KAMU SEDANG MEMBACA
SWEET little MONSTER
Teen Fiction《TAETEN》 bagaiaman Ten menjalani kehidupanya yang begitu menyedihkan. Dia menunjukna dirinya begitu baik baik saja, begitu ceria, namun sebuah luka tidak akan bisa disembunyikan. Hidup ini membuat Ten kecewa, kecewa pada dirinya sendiri yang sama se...
