•H A P P Y R E A D I N G•
Jangan lupa vote ⭐, yok bisa yok!
_____
Markas Altariksa.
"WOI KALIAN TAU GAK?!" teriak Aksa. Cowok tengil itu kini tegak diatas meja sambil memegang sapu.
"GAK TAU DAN ENGGAK MAU TAU" teriak balik anggota Altariksa bersamaan.
"JANGAN DZOLIMIN AKANG AKSA!"
Aksa berdecak melihat semua temannya menatap dirinya tanpa minat. Apalagi saat melihat partner recehnya di markas, Tino. Muka tengil cowok itu seolah olah mengejeknya. Lihat saja seorang Aksa akan membalasnya.
"Kalian tau? Sebenarnya gue udah bosan hidup didunia ini" kata Aksa tiba tiba dengan raut wajah yang sulit di tebak.
"Jangan becanda lo Angkasaiton" balas Tino dengan mata melotot.
"Tau tu ada ada aja ngomongnya. Mau mati beneran lo" kesal Tama lalu melempar botol minuman ke Aksa.
"Stress lo Sa? Ingat hidup itu singkat, jadi tersenyumlah kalo lo masih punya gigi" kata Alan ngawur.
Riko menoyor kepala Alan geram. "Ini satu lagi Sama aja!" cibir Riko seperti bapak bapak yang memarahi anaknya.
"Ck sugar daddy diam deh" kesal Alan.
"Gue ga bohong. Tapi setelah gue pikir pikir gak deh. Gue belum mau mati" ujar Aksa lesu.
"KENAPA LAGI DAH!" kesal Tino. Aksa menghela nafas, menatap Tino kesal.
"Ngegas banget!" ketus Aksa pada Tino
"Buat apa gue mati, kalo gue masuk neraka ntar gue ketemu lagi sama kalian semua" lanjut Aksa dengan muka menyebalkan bagi semua orang.
"SIALAN LO! MINTA DI BEJEK BEJEK LO YA AKSAITON" teriak Tino diikuti sorakan anggota lain.
"Kalem boskuh. Aksa emang ganteng dari rahim mami Jeje" Kata Aksa lempeng.
"Gantengan juga gue kemana mana. Walaupun lo sepupu gue, gak menutup kemungkinan muka lo lebih burik dari sepupu yang lain" balas Alan.
Aksa melotot tak terima. "JANGAN SOMBONG KALAU JADI ATASAN. DIPASAR ATASAN DIOBRAL 10 REBU DAPET 3" kesal Aksa membuat semua orang terbahak.
Alan menatap tajam cowok yang kini sudah terbahak, sepupu laknat jelmaan setan.
"Kalau aja mulut lo punya BPKB udah gue gadaikan mulut lo Sa!" kesal Alan melempar bantal sofa ke muka Aksa.
"Anjir si Hitam ngelempar apel gigit. Sultan bebas" ujar Aksa saat Tama melempar ponsel kepadanya.
"Gedeg gue sama lo. Heran gue emak lo ngidam apa dulu sampe anaknya kek gini tingkahnya" ujar Tama pedas.
"Ngidam laki baru. Kata bokap gue gitu sih" kata Aksa pelan.
Tino yang disebelahnya tertawa sambil memukul mukul pundak Aksa.
"Sakit Tarno" Kesal Aksa balas memukul kepala Tino.
"Nama gue bagus bagus diganti jadi kampungan. Bangke emang" umpat Tino yang sangat kesal Aksa mengubah ngubah namanya. Terkadang jadi Tarno kadang jadi Tisno.
Ting!
Ponsel Tama berdenting tanda pesan masuk. Ponsel itu masih berada di genggaman Aksa, cowok berkaos putih itu melotot membaca pesan singkat di ponsel Tama.
Buktikan kalo kalian bukan pengecut. Gedung tua seperti biasa, malam jam 10. Ferguso.
"WOI ANAK FERGUSO NGAJAK WAR LAGI NTAR MALEM" teriak Aksa membuat semua mengeraskan rahangnya terutama Alan sang ketua Altariksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Ugly Wife
Teen Fiction|Note: sebagian chapter di private, silahkan follow sebelum berselancar di cerita ini| ________ Alano Prasetya cowok tampan idaman seluruh siswi SMA Nusantara harus menanggung beban besar akibat kesalahan yang dia perbuat, karena melakukan pelecehan...
