Singto sudah cukup lama memandangi semua buku yang terpajang di ruang kerja kekasihnya. Buku-buku yang menurut Singto terlihat bertolak belakang sekali dengan pekerjaan si Manis Manja. Singto langsung berpikir, pengusaha fnb mana yang seluruh isi rak bukunya justru terdapat banyak koleksi bacaan tetang psikologi kriminal dan masih banyak jenis lagi buku-buku yang setipe itu. Ia bahkan belum menemukan referensi yang memuat soal makanan atau restoran. Selera manis manjanya sedikit mencengangkan, tipe pria manis yang ia pikir lebih cocok membaca segala macam hal soal fashion atau gaya hidup justru memilih untuk mengoleksi buku yang terlalu dark menurutnya.
"Kau disini rupanya" Krist yang sejak beberapa menit lalu mencari keberadaan Singto diseluruh sudut apartemen, akhirnya menemukan pria itu justru sedang berdiri termenung menghadap ke arah rak buku miliknya.
"Ah maaf, aku lancang memasuki ruang pribadimu, aku begitu tertarik saat melihat banyak buku tersusun sangat rapih, ku pikir ini semacam perpustakaan, tetapi ternyata aku salah, aku memasuki ruang kerjamu tanpa izin" Jelas Singto panjang lebar dan membuat pria yang ia ajak bicara justru menaikkan sebelah alisnya sembari memandangnya bingung "Ada apa?" Tanya Singto heran.
Krist sedikit terkekeh melihat ekspresi surga dunianya seperti seseorang yang tertangkap basah melakukan tindak kejahatan, padahal Krist memang tidak pernah sama sekali membuat dirinya seolah tak tersentuh, ia cukup terbuka dengan orang-orang yang memang dekat dengannya. Karena bagi Krist, kehidupan yang ia jalani seperti orang kebanyakan, jadi tak butuh menutup diri.
"Aku seorang criminal profiler sebelum memutuskan untuk menjadi pedagang takoyaki" Ucap Krist to the point, karena pengalaman kerjanya membuat Krist peka jika sekarang kekasihnya pasti sedang menunggu jawaban mengenai apa yang pria itu lihat "Bekerja untuk unit kriminal di Kepolisian Jepang selama beberapa tahun" Krist mendudukan dirinya diatas meja kerja sembari menatap kekasihnya "Bosan, dan pada akhirnya berpikir untuk kembali saja ke Bangkok. Setelah sampai disini, aku justru tertarik dengan hal lain, kemudian membuka kedai street food dan merasakan kenyamanan dengan pekerjaanku yang sekarang"
Singto dengan saksama mendengar seluruh penjelasan Krist, ia sempat kaget dengan profesi si manis manja terdahulu yang menurutnya sangat keren, tetapi jika pria itu tak beralih profesi menjadi pengusaha takoyaki, bagaimana ia bisa menemukan cinta seindah ini.
"Apa kau tidak menyesal melepas semuanya? Ku pikir karirmu sebagai seorang profiler sepertinya sangat cemerlang"
"Ohoo... Aku jadi merasa sedang ditanya oleh seorang profiler juga, kalimat penilaianmu terhadapku sangat percaya diri, ciri khas seorang profiler, apa kau yakin jika dirimu hanya seorang penulis puluhan novel horor best seller?"
Singto hanya tertawa menanggapi pikiran absurd kekasihnya, ia adalah seorang penulis, tentu saja memiliki tingkat kepercayaan diri yang baik. Jika tidak, bagaimana ia bisa menghasilkan sebuah karya yang mampu mempengaruhi para pembaca untuk tertarik pada anak-anaknya.
"Aku hanya sekedar bertanya berbekal dari apa yang ku lihat sekarang" Singto menjawab sembari menunjuk semua deretan buku milik si manis manja "Dengan segala macam referensi yang kau miliki saat ini, aku tidak yakin jika pekerjaanmu sesimple itu"
Senyum Krist terbit begitu manis karena ia mengiyakan dalam hati apa yang kekasihnya itu ucapkan. Pekerjaannya dahulu adalah surga versus neraka jika ia bisa mengibaratkan, terasa surga kalau kau mampu menyelesaikannya dengan sempurna karena itu akan sangat memuaskan, tetapi tak ayal menjadi neraka juga baginya seperti kasus terakhir yang ia tangani. Krist turun dari meja kerja miliknya dan berjalan mendekati sang surga dunia yang terlalu fokus mengamati setiap koleksi buku miliknya.
Dengan sedikit tenaga, Krist memutar tubuh Singto dan langsung menyudutkan pria itu untuk merapat ke rak buku sampai mereka saling berhadapan "Aku terlalu banyak bergaul dengan penjahat berdarah dingin, psycopath kejam, manusia dengan perilaku seperti monster dan masih banyak lagi mahluk-mahluk mengerikan yang kadang aku sendiri bertanya-tanya, bagaimana mereka bisa hidup tanpa belas kasih" Tangan Krist terangkat ke wajah Singto dan memberi usapan lembut pada pipi kekasihnya "Aku lelah dan ingin menjalani hidup senormal mungkin, memiliki kekasih, berkencan, dan bercinta dengan sepenuh hati seperti yang aku lakukan sekarang ini" Krist mulai bergerak menyentuh tengkuk Singto, memberikan usapan selembut udara agar si surga dunianya mengerti apa yang semestinya mereka lakukan setelah ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
Irony
Fanfiction"You deserve a relationship that enables you to sleep peacefully at night"