Hai 👋
Author kembali lagi 🤩
Jangan lupa ditekan bintangnya ya 🤗
☆☆☆☆☆
Rasa iri adalah ketika kamu melewati batas mengagumi hal yang dimiliki oleh orang lain hingga kamu juga ingin memilikinya.
~Auctor~
☆☆☆☆☆
Salva menatap dirinya melalui cermin besar yang ada dihadapannya. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke kiri untuk memasangkan anting kecil di telinga kanannya. Setelah berhasil terpasang, perempuan berbalut dress biru ini tersenyum lebar menatapi dirinya sendiri.
Dengan perlahan, ia mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di kasur kemudian menekan nama yang berada paling atas di kontak ponselnya.
Salva tersenyum lebar saat seseorang yang ia hubungi dengan cepat mengangkat panggilannya.
“Kamu di mana?” tanya Salva.
“….”
Salva kembali tersenyum, “Oke, aku tunggu di depan ya.”
Setelah itu, Salva kembali melihat penampilannya dari pantulan cermin sembari berputar. Merasa sudah selesai, Salva mengambil tas kecil kemudian berjalan keluar dari kamar.
“Lo mau keluar, Va?” tanya Dora saat mereka berpapasan di tangga.
Salva mengangguk menanggapi perkataan Dora.
“Eh … lo udah buat tugas English 2? Gue mau liat dong. Gue bingung buat ceritanya. Boleh ya?” tanya Dora dengan mata berbinar sambil menyatukan kedua tangannya di dada sebagai bentuk permohonan.
“Iya-iya boleh. Ntar lo liat sendiri ya di laptop gue.” Salva melihat ponselnya saat terdengar suara notifikasi, “Eh, gue duluan ya, Bray udah di depan.”
“Hati-hati.”
Setelah itu, mereka melakukan ciuman jauh kemudian melakukan membentuk tangan mereka menjadi hati yang besar.
Setelah Salva menuruni tangga, Dora segera berjalan ke kamar Salva. Ia membuka pintu kamar Salva dengan perlahan. Dora selalu mengagumi rak buku yang langsung terlihat saat membuka pintu kamar milik saudaranya ini.
Dora mengelus buku-buku yang ditulis oleh Salva dengan pelan. Rasa iri perlahan menghampiri dirinya.
“Kenapa gue nggak punya bakat istimewa kayak lo, Va.”
Dora membuka satu persatu halaman buku novel yang ada di tangannya.
Penulis : Salvatrice Venette
Hatinya berdesir ketika melihat nama penulis yang tertera pada buku novel dengan judul “The Night of Love”, buku pertama yang ditulis oleh Salva sekitar satu tahun yang lalu.
Satu tahun berlalu, Salva telah berhasil membuat tujuh novel pribadi miliknya, lima buku kumpulan cerpen, dan beberapa buku yang berisi kata-kata motivasi.
Dora pernah belajar menulis dengan Salva, namun, lama-kelamaan, Dora tidak tahan akibat terlalu pusing memikirkan ide-ide untuk dijadikan novel. Alhasil, Dora memilih untuk membuat buku kumpulan cerpen dengan menggabungkannya dengan milik Salva. Namun, naskah tersebut terus menerus ditolak oleh penerbit dengan alasan ceritanya yang terlalu sederhana.
Sejak saat itu, Dora berhenti bermimpi untuk mengikuti jejak saudaranya menjadi penulis. Perempuan itu memilih untuk belajar memasak dan belajar menari.
Namun, kedua bakat itu tidak ia kembangkan akibat perasaan iri yang membuatnya merasa bahwa bakat yang ia miliki tidak sebanding dengan kesuksesan Salva.
KAMU SEDANG MEMBACA
AUCTOR [SUDAH TERBIT]
Ficção AdolescenteSebuah kisah yang terbentuk dari rasa iri yang akhirnya membuat manusia menghalalkan segala cara untuk mencapai kunci kesuksesan mereka. Berawal dari Salva, seorang penulis yatim piatu yang hidup berdampingan dengan mesin akibat tragedi kecelakaan y...
![AUCTOR [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/269279003-64-k363367.jpg)