*Lisa POV*
Terlihat hp Chaeyoung berdering dan menunjuk kan nama "Daddy."
"Sayang, itu ada yang nelpon." Ucap ku menoel noel bahu Chaeyoung, Chaeyoung pun menelan ayam nya dan mengangkat telponnya.
"Kau telpon di kamar saja, ini privasi mu." Bisik ku, kini Chaeyoung mengangguk dan berjalan menuju kamar, aku pun memakan ayam dan meneguk cola.
"Huh, enaknya." Gumam ku, terlalu asik dengan makan memakan ayam, aku tidak menyadari Chaeyoung sudah kembali dengan wajah merahnya.
"Kamu kenapa? Ada masalah?" Tanya ku seraya memegang kedua tangannya, tanpa aba aba Chaeyoung langsung memelukku dan menangis kencang di dadaku.
"Huaaaa, Lisa ya...." Tangis nya pecah di dada ku, aku pun menepuk nepuk bahunya.
"Ada apa hum?" Ucap ku membalas pelukan nya, ia hanya menggeleng dan mengeratkan pelulannya.
"Hikss, jangan tinggalkan aku hiks." Tangis nya, aku pun mengangguk dan memeluk Chaeyoung erat.
"Tenang lah, aku tetap disini kok." Ucap ku lembut, kini ku belai kepalanya lembut, menepuk nepuk punggung nya agar sedikit rileks.
Kurasakan tangisannya mulai reda dan hanya terdengar dengkuran yang terdengar, aku pun hanya terkekeh melihatnya. Ku lepaskan pelukan ini dan menggendong nya ke kamar.
"Selamat tidur." Ucap ku lalu mengecup keningnya. Aku sekarang memutus kan untuk membersihkan tubuh ku. Aku pun melangkah ke kamar mandi.
"Jangan tinggalkan aku....." Tiba² Chaeyoung menahan tangan ku dan menarik ku ke kasur. Aku hanya menghela nafas dan memeluk tubuhnya.
"Apapun yang terjadi percayalah.... Aku tidak akan pergi jauh darimu." Bisik ku dan mulai tertidur bersama Chaeyoung
~skip~
*Chaeyoung POV*
Aku terbangun dan melihat wajah Lisa tepat di depan wajahku, sempat kaget namun diriku kembali tenang, kulihat wajah tidur nya yang tenang.
"Jujur aku adalah orang yang paling beruntung di dunia yang bisa mendapatkan orang seperti mu." Bisik ku, terlihat ia mulai terusik dan membuka matanya.
"Kau sudah bangun? Eungg, selamat pagi." Ucap nya seraya meregangkan otot² nya, ku kecup bibirnya gemas.
"Hari ini kan hari libur, jalan jalan yuk." Ucap ku manja, ia pun hanya tersenyum manis dan mengangguk. Kami pun bangun dari kasur dan bersiap siap untuk pergi jalan².
~skip~
Kami sudah siap untuk pergi, terlihat Lisa memakai jeans dan kaos putih oblong yang dilapisi jaket denim. Bagaimana ia bisa cantik dan tampan secara bersamaan.
"Hei Rosie-ahh!" Kini aku tersadar akan suara Lisa.
"Kenapa bengong? Kau sehat?" Tanya nya yang memegang kening ku.
"Ehh? Astaga tidak tidakk! Aku tidak apa apa." Ucap ku gugup, kini Lisa tersenyum dan menarik tangan ku menuju parkiran.
Setelah tiba Lisa langsung memakai kan helm nya pada ku, aku pun menaiki motornya dan memeluk nya dari belakang, dan juga aku menaruh kepala ku di punggungnya. Rasanya nyaman dan aroma tubuh Lisa membuat ku lebih nyaman lagi.
Selama perjalanan kami hanya diam dan aku menikmati angin jalanan sambil memeluk Lisa dari belakang.
"Hei apakah kau menyukai perilaku ku?" Tanya ku pada Lisa, ia pun memegang tangan ku yang berada di perutnya dengan 1 tangan dan mengusap usap nya dengan lembut.
"Aku sangat suka hehehe, karena aku menyukai mu, jadi aku suka semua nya dari mu." Ucap nya sedikit keras hingga membuat beberapa orang melihat ke arah kami.
"Ishhh pabbo! Diliatin tau!!" Ucap ku yang menyembuhkan wajah ku di punggungnya, terdengar ia hanya tertawa renyah.
"Hahaha agar semua tau bahwa Park Chaeyoung hanya milik ku!" Ucap nya lagi, dia benar² membuat jantung dan wajah ku tidak terkondisi kan, lagi² aku hanya mengumpat di punggungnya.
"Aaaaa aku bisa gilaa karena mu Lisaaaa!" -Chaeyoung
"Orang yang bisa meluluhkan hati ku, hanya Rosie seorang.... Kekasih ku." -Lalisa
TBC
Hayoo kira kira kenapa Chaeyoung habis telpon tiba² nangis~~
Vote✨
Komen💌
See yaaa~~
KAMU SEDANG MEMBACA
My Tsundere ✔
DiversosLalisa Manoban seorang gadis dingin dan cuek yang merupakan gadis yang bersekolah di Universitas Of Seoul. Dibalik wajah dingin nya, ia merupakan orang yang perhatian nan perasa. Park Chaeyoung seorang gadis pindahan Australia yang memulai hidup ba...
