OO, AWAL MULA

5.3K 550 17
                                    

"Kenapa kamu nggak pernah bilang kalau kamu ketua Jaguar?" tanya Lily sambil cemberut, sedangkan yang mendapat pertanyaan malah terkekeh tanpa beban.

Sekarang Lily lagi di dalam mobil Jaden, pacarnya. Cewek itu menatap seragam keduanya bergantian, kemudian menghela napas pelan. Mayapada dan Gardacita. Dua sekolah yang nggak bisa akur katanya. Lily sudah mendiami cowok itu selama tiga hari. Dan di bawah lampu merah hari ini, Lily mengajaknya berdiskusi. Mengenai hubungan mereka yang-entah bagaimana nasibnya.

"Kenapa hmm?"

Baik, salahkan saja dirinya. Kenapa dia bisa jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cowok yang tidak sengaja menolongnya dari preman jalanan Januari lalu. Dan kenapa dia baru tahu kalau cowok yang sudah menjadi pacarnya sebulan ini adalah ketua Jaguar.

"Aku yakin kamu pasti tau alesannya. Mayapada sama Gardacita aja udah buat beban pikiran aku tau nggak. Sekarang fakta barunya, kamu ketua Jaguar," tuturnya kesal.

Lampu berubah warna hijau, dengan segera Jaden kembali menjalankan mobilnya. "Jadi, pacaran sama aku itu cuma jadi beban pikiran, iya?"

Cewek itu melotot, lalu menggelengkan kepalanya kuat-kuat. "Enggak ih. Maksud aku, inti permasalahan dan sebab permusuhan sekolah kita kan gara-gara Jaguar sama Denostra."

"Itu cuma tradisi. Sebenernya anak Gardacita, terutama Jaguar udah nggak mau ngelanjutin tradisi konyol itu."

"Terus, kenapa kemarin berantem di depan gerbang Mayapada?"

Cowok itu melirik sekilas sebelum membalas. "Menurut kamu?"

"Deon buat masalah ya?"

"Dia nyabotase motor Abra. Untung dia nggak papa. Tapi tetep anak-anak Jaguar pada nggak terima."

Lily mengangguk mengerti. Setelah itu jadi sepi. Yang dilakukan cewek itu sekarang adalah memainkan jari. Bingung mau ngomong apa lagi.

"Gimana hmm? Mau putus?"

Tawaran Jaden membuat Lily menoleh ke arahnya dengan perasaan marah. Bukannya mencairkan suasana, yang dilakukan cowok itu justru sebaliknya. "IH KOK MALAH NAWARIN PUTUS?!"

Jaden tertawa. Membuat cewek itu marah adalah hobinya. Ayolah, dia kan cuma bercanda. "Bercanda. Terus maunya apa, sayang?"

Lily menggigit bibir untuk meyakinkan diri. "Kita- backstreet aja gimana?"

•••

Lisa X Yibo

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

JANGAN LUPA VOTE
DAN KOMENNYA.

BACKSTREET [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang