Bab XXVIII

50 5 0
                                        

Saat di ruang UKS Can langsung ditangani oleh dokter. Beberapa menit kemudian dokter keluar dan memberitahukan bahwa Can sudah siuman. Jason segera menghampiri Can.

"Aukkh.."

"Kamu gapapa?" tanya Jason

"Ahh kepala ku!"

"Kepala kamu sakit?"

"Akhh.. Aku tahu! Aku udah inget, aku inget semuanya"

"Kamu udah inget?"

"Iyah aku inget semuanya"

"Nama aku siapa?"

"Jason William Wigantara"

"Nama kamu?"

"Canissa Valerina Fordsky"

Jason lalu memeluk Can, perasaan dia saat ini sangat senang. Sebenarnya dia tidak senang jika Can berantem seperti ini, namun jika efeknya seperti ini, gapapa lah sekali-kali wkwkwk.

Kemudian Can dan Jason menyusul Bryan dan Gabriel ke ruang BK. Mereka memaafkan perilaku Gabriel yang buruk itu, dan membebaskan Gabriel dari hukuman sanksi skors.

*****************

*dibawah rumah pohon

"Kamu memang punya hati yang baik yahh.. kayak bidadari" kata Jason

"Itu pujian apa gombalan?"

"Mungkin dua-duanya"

"Hahaha! Ko aku punya satu permintaan, please kabulin permintaan aku"

"Apapun akan ku kabulin buat kamu"

"Tolong jangan bully anak-anak yang ranking bawah lagi"

"Kenapa? Aku kan cuma ngebully 3 anak doang"

"Kasian ko.."

"Gak perlu kasihan, itukan juga salah mereka sendiri"

"Tapi ko.. Nggak semua orang sama kek kita, semua orang memiliki porsinya sendiri-sendiri"

"Tapi kalo dia usaha pasti dia bisa"

"Please berhenti ko.. Katanya tadi pengen ngabulin apapun yang aku minta, lagian yah ko.. ini kan tahun terakhir koko di sekolah ini, koko mau di cap sebagai kakak kelas yang jahat, kejam, dan tidak memiliki hati nurani?"

"Bodo amat kata orang"

"Ihh koko... Katanya tadi mau ngabulin"

"Iyah iyah... nanti aku omongin sama yang lain"

Dan hari itu adalah hari yang sangat indah bagi Jason. Dia sudah menemukan kembali bidadari nya yang telah hilang berbulan-bulan.

***********************

Hari berikutnya Jason sedang menongkrong bersama teman se-gengnya, untuk pertama kalinya setelah sekian lama tidak menongkrong bersama. Mereka sedang berada di Cafe rooftop langganan mereka, tempat itu adalah basecamp mereka saat diluar sekolah.

Teman-teman Jason menanyakan tentang kedekatan Jason dan Can, karena akhir-akhir ini mereka terlihat selalu bersama.

"Kayaknya ada yang lagi bahagia nihh" Ucap salah satu teman se gengnya.

"Siapa?" tanya Bryan.

"Itu.. Abang lo, dari tadi senyum-senyum sendiri"

"Apaan sih orang senyum ga dibolehin" ucap Jason.

"Ohh gue tau, pasti gara-gara Can yah.. Ngaku lo.. Lo pacaran yah sama Can"

"Hahaha..."

"Dih ketawa, sapa dulu yang bilang gak suka? Sapa dulu yang bilang cuman sekedar temen ekstra? Sekarang apa, malah kesemsemkan lu.."

"Haha.. sorry gais dulu gua bohongin kalian, sebenernya gua udah dijodohin sama Can dari dulu, dan waktu itu gua mau fiting baju nikah bukan mau beli barang buat ekstra, hahaha.. Sorry gais"

"Sialan lu.. Nikah ga undang-undang, kita kan pengen numpang makan, lu juga Bry kenapa ga bilang ke kita-kita kalo Jeje nikah"

"Lah gua ajah taunya satu hari sebelum mereka nikah, mendadak banget cuyy, gua juga kaget" Ucap Bryan.

"Yaudah-yaudah sebagai permintaan maaf gua ke kalian, sekarang kalian gua traktir sepuas kalian" ucap Jason.

"Nah itu baru temen kita"

**************************

"Baby..." ucap Can menyambut Jason pulang.

"Tumben kamu kayak gini?" Ucap Jason.

"I miss you.."

"Ekheeem.. Mon maap disini ada orang banyak jomblo semua lagi" ucap Bryan.

"Ehh Bryan? Loh yang lain juga disini? Kalian?" Bertanya dengan ekspresi kaget.

"Kita udah tau semua-muanya kok, santuy" Ucap teman se-geng mereka.

"Ouhh"

"Aurot kamu loh.. disini banyak orang" sambil melepas jaket jeans nya dan memakaikan nya du pundak Can.

"Ehh iyah lupa, kebiasaan berdua doang dirumah, ehh kalian mau minum apa?"

"Ga usah repot-repot, kita kesini cuman mau ngucapin selamat atas pernikahan kalian, dan kita gamau ganggu malam kalian kok"

"Telat kalian ngucapin nya" ucap Jason.

"Gapapa kali, mereka kan gatau, next time kalo mau mampir kesini mampir aja gapapa"

"Kalo ibu negara yang merintah dengan senang hati kita datang buat mampir, ohh yah besok kita mau sunmory ibu negara mau ikut?"

"Jangan panggil ibu negara, berasa tua aku, besok sunmory kemana? Naik apa? Mobil?" Ucap Can.

"Ga bisa, karena pendamping bapak negara adalah ibu negara, besok nggak naik mobil tapi motor"

"Yaudah terserah, aku mah ikut kata ko Je.."

"Yaudah besok kita sunmory bareng" ucap Jason.

"Can.. Ajak temen lu dong" ucap Bryan.

"Temen gue yang mana?"

"Fanny.."

"Owalah.. Awakmu seneng yah mbek Fanny, ngaku loh.."

"Yah apa salah e cari yang baru?" jawab Bryan.

"Yaudah nanti aku ajak Fanny sama Salma"

"Wookeh, wes kene balik sek yah, ati-ati saiki bulan purnama, ko Je.. biasae berubah dadi kuntilanak"

"Hahaha.. Kok kuntilanak?"

"Sukak ngaco kalo ngomong emang" Sahut Jason dengan kesal.

Blue SkyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang