Sekarang cuaca lebih labil ya, pagi-pagi bisa panas banget eh sorenya hujan gede. Kayak kamu, kemarin kamu ramah banget eh hari ini kok judes amat.
°°°
Hari ini keajaiban terjadi sangat langka di kelas bontot, pasalnya dosen yang selalu hadir kini absen dan digantikan dengan tugas. Yah walaupun tugasnya nggak gampang banget, tapi ada aja hal yang bisa bikin tugas itu menjadi mudah buat kelas bontot. Caranya? Ya kerja sama.
Karena dalam moto kelas bontot adalah "Lulus bareng apapun yang terjadi".
Semakin semester atas, maka semakin kuat solidaritas yang terjalin diantara anak-anak kelas bontot.
Persaingan? Tentu ada. Tapi hanya pada waktu tertentu dan pada orang tertentu saja. Untuk saat ini biarlah beberapa orang itu ada dilautan manusia yang hanya ingin merasakan main-main saja.
Mungkin yang berani tampil dan keluar dari lautan itu adalah Rendi. Dia mempunyai alasan yang kuat untuk mengharuskan dirinya tampil menonjol dari Mahasiswa lainnya.
Rendi mungkin pemuda yang kuat, tapi tidak sekuat pemuda yang kini tengah terbaring di sebuah taman sepi. Dia hanya menatap kosong langit sore dipenuhi awan, pikirannya melayang-layang diatas awan itu.
Lalu tak lama kemudian napasnya terlihat pendek, tangannya mencengkram erat bajunya. Keringat sebesar biji jagung mulai terlihat di wajahnya, matanya tertutup untuk mengurangi rasa sakit yang kini dia rasakan.
Pemuda berbalut jaket baseball warna coklat muda itu kini terlihat meringkuk, kaus putih yang dia pakai sekarang nampak basah oleh keringatnya. Rambutnya lepek, dan bibirnya mulai pucat.
Tidak tahan dengan kondisi pemuda yang sedang dia pantau, akhirnya laki-laki dengan jas rapi itu menghampiri dan membawa pemuda itu dengan menggendongnya.
Laki-laki setengah baya itu mulai memasukkan badan pemuda yang masih terlihat kesakitan ke dalam mobilnya, dia mulai menjalankan mobilnya menuju rumah sakit. Saat dia menatap spion untuk melihat keadaan jok belakang, matanya tiba-tiba melotot.
Pemuda yang dia kira hilang kesadarannya, kini tengah duduk dengan kaki menyilang. Tatapan pemuda itu kian mendingin, refleks laki-laki itu menepikan mobilnya.
"Saya kira kali ini akan gagal," suaranya terdengar berat tidak seperti biasanya.
"Coba jelaskan apa yang seharusnya saya dengar." Tangan pemuda itu sangat cepat, sampai dia tidak menyadari ada pisau dilehernya.
"Mungkin anda akan menyesal, tapi nyawa saya lebih penting. Tolong dengarkan baik-baik karena saya tidak akan mengulangi hal ini, Mas Ali."
•••
KAMU SEDANG MEMBACA
Classmate GALAK [ON GOING]
Roman pour AdolescentsAli si Mahasiswa pindahan. Dan Melda si Mahasiswi tomboi. Sepasang manusia dengan omongan sepedas cabai Pepper X, salah satu cabai terpedas di dunia yang kini hadir dengan kearifan lokal. Bagaimana jadinya ketika mereka berada dalam satu kelas yang...
![Classmate GALAK [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/186639241-64-k952353.jpg)