Jian menatap Jeffrey heran. "Iya, ngga boleh Justin. Kamu sama Bu Nara kan beda jauh," ucap Jian memberi pengertian kepada anaknya yang mulai memasuki masa pubertas ini.
"Heh! Ngapain malah ribut sih! Yang jelas cuma gue yang bisa deketin Nara, secara gue kan jomblo. Lo, udah punya istri dan Justin, kamu masih kecil," ucap Deka sembari menunjuk Jeffrey dan Justin.
"Mas Jeffrey suka sama Nara?" tanya Jian kepada suaminya.
"Eh! Mana adalah!" jawab Jeffrey cepat, lalu kembali memakan sarapannya. Ia tadi habis joging, namun ia tidak melihat Nara yang biasa berjemur. Jadi ia memutuskan untuk segera menyudahi jogingnya.
. . . . .
"Aduh! Bian emang best deh! Emang ngga salah pilih calon istri," puji Mama Bian.
Pipi Nara memerah karna mendengar pujian tersebut. "Mama bisa aja deh," ucap Nara, lalu kembali memotong timun.
"Emang bener loh Ra, kamu ini udah fix calon mantu idaman."
"Sayang?" panggil Bian saat memasuki dapur. "Masak apa nih?" tanyanya.
"Ini ada tumis udang, tumis kangkung sama capcay."
"Sayang, nanti malem boleh nginep ngga?" tanya Bian memastikan.
"Boleh kok, lagian aku juga cuma tinggal sendiri."
"Jangan bikinin cucu dulu loh! Nikah dulu!" sahut Papa Bian yang sudah duduk dikursi makan.
Seketika semua yang berada di dapur tertawa termasuk para pembantu, kecuali Bian yang mendengus kesal.
___
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jian Putrilia 36th
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Abian Putra Hardja 35th
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.