بسم الله الرحمن الرحيم
.
.
Assalamu'alaikum wr wb
Tetap semangat all!!
Typo bertebaran, i'm sorry
.
.
Happy reading!!
.
.
Karena dina sedang badmood jadi dia hanya diam saja. Lebih baik mendengarkan adu mulut mereka saja sambil menumpang dagu.
Disitu terlihat nevan yang sedang memeluk gadis pura pura polos, dika dan gibran sedang melamun memikirkan kejadian itu.
Gw gk salah liat kan, tadi laura sengaja numpahin kuah mie ayamnya ke dina, tapi dina ngehindar, jadi laura yang kena, anehh, batin dika curiga
Men-cu-ri-ga-kan, batin gibran
T
adi dika sempat melihat kejadian live nya jadi dia tidak salah paham akan hal itu..
"Heh!?! Mending lo jangan halangin tsabit buat kasih pelajaran sama tuh orang!" ucap faiz yang ditujukan untuk yonna dan ela. Karena posisinya dina sekarang di belakang mereka berdua
"Pelajaran apa, IPA apa IPS apa Seni" tanya ela dengan dagu terangkat dan berkacak pinggang. Menantang.
"Ck, minggir" ucap nevan
"Apa loo, mau fitnah orang lagi, kemarin juga baru fitnah gue" ujar yonna dengan tangan dilipat di depan dada. Yonna sempat bingung, nevan itu hobinya nuduh orang ya? Kaya gak ada hobi lain aja, ck ck ck!!.
Dina melihat gibran dan dika yang diam saja sedari tadi. Ia bingung, apa yang sedang mereka berdua fikirkan, sesekali menatap laura yang ada di dekapan nevan dengan tatapan curiga. Dina sadar akan hal itu, tak lama ia pun bersmirk,. Heh?!? Gue tau apa yang difikirin kalian, mwehehehe
"Heh kalian berdua pingin nuduh gue, gak mau minta penjelasan ke gue dulu gitu" karena dina kebawa perasaan kesal jadi dia pake kata lo-gue dengan nada ngegas.
"Ck, buat apa jelasin, lo kan bisanya cuman bohong doang" sinis tsabit
"Tampangnya aja bagus, otaknya dipake jangan cuma jadi pajangan doang" ucap yonna ketus
"Wadaww, double kill" seru ela
"Namanya aja yang bagus, mulutnya dipake buat tanya kejadian yang bener gimana" ucap dina melanjutkan
"Triple kill" seru ela mulai heboh
"Punya telinga itu buat dengerin apa yang sebenernya terjadi, jangan cuma buat pajangan doang" ucap yonna
"Maniac!" seru ela heboh
"Tampangnya aja dingin, sebenernya juga crewet banget" sindir dina, tsabit hanya menahan malu dan marah,
"Dan buat lo laura, jangan cari gara gara sama kita, sepintar pintarnya bangkai ditutupi baunya tetap tercium juga, jadi lo siap siap aja yahh" ucap dina menasihati laura, sambil menepuk nepuk pundaknya setelah itu ia pergi
"Savage!" seru ela sambil tepuk tangan, yonna hanya bersmirk dan langsung meninggalkan kerumunan itu diikuti oleh ela dibelakang yang masih tepuk tangan
Bisik bisik pun masih terdengar, mereka ada yang syok karena orang itu adalah dina, yang sering membully laura sahaja, sekarang sudah tak pernah membullynya lagi, ada juga yang kagum karena ucapan yonna dan dina tadi, ada juga yang menyindir nevan dan tsabit secara terang terangan
Sial malu banget gw, batin nevan
Ck, mau ditaruh mana muka gue, harga diri gue sebagai laki laki kaya di injek injek' batin tsabil malu
"Pasti malu kan lo berduaa, ka-si-han~" ejek dika kepada nevan dan tsabit
"Ck, diem aja lo" ketus tsabit
"Iz, lo anterin laura ke kelasnya" lanjutnya
"Kok gw sihh, dika aja sana" faiz mengeluh
"Malez guee, buat apa nganterin ppb itu" jawab dika santai sambil meninggalkan kerumunan, takut kena amuk bos nya. Dan benar saja tsabit menatap tajam dika, tapi ia hiraukan. Laura diam diam mengepalkan tangannya, tapi dia tak sadar bahwa dari tadi ia diperhatikan, dia itu adalah........ Nevan. Ia memperhatikan perempuan itu diam diam.
'Kenapa dia?' batin nevan curiga dengan kelakuan sahabat perempuannya itu
Kembali ke DYE, Dina, Yonna, Ela
"Ck, bolos yuk, gue lagi pingin nihh" ajak ela
"Males" ucap yonna singkat
"Lahh!?! Yok lah din" pinta ela dengan tatapan memelasnya
"Gak lahhh, habis ini kan ada pelajaran ipa, pelajaran yang paling dina suka" ucap dina semangat, melupakan hal yang beberapa menit terjadi...
"Ya udahh dehhh,"
Kelas....
Dina menuju tempat duduknya. Begitupun dengan Yonna
"Wadaww, astaghfirullah, alkhamdulillah, allahhuakbar, apaan nih! Ada coklat, ada bunga, ada surat, ukh, kayalah akuu!" seru dina semangat,
"Gue juga ada nih, mau nggak? gw gak suka coklat sama bunga" tanya yonna
2 hari belakangan ini dina sering kedatangan hadiah hadiah menarik, begitu pun dengan yonna, entah kenapa bisa seperti itu, mereka pun bingung, tapi dina tetap menerimanya dengan senang hati, yonna juga, tapi ia berikan kepada dina
"Ukhh, masa buat dina terus sihh, onna juga gak pernah nyobain cokelatnya, apaa onna alergi coklat?" tanya dina
"Hah!?! Enggak alergi sihh, cumaa gak pernah nyoba aja sihh" lirihnya di akhir kalimat dengan menggaruk tengkuknya
"Whatt?!?! Belum pernah nyoba?!?! Ish ish ish, coba onna cobain, pasti langsung ketagihan" saran dina, dengan menyodorkan coklat yang di dalamnya lumerr
Dengan di awali basmalah, yonna memasukkan cokelat yang diberikan dina ke dalam mulut dengan pelan
.
.
.
الحمد الله رب العا لمين
.
.
Trimakasih!!
Jangan lupa vote and comment!!
.
.
Wassalamu'alaikum wr wb
Ig : umysa_331
KAMU SEDANG MEMBACA
Virranza Or Azkadina
General FictionVirranza Zunaira Arshad Gadis cantik dengan sejuta pesona Gadis unik dengan beribu kejutan Gadis mandiri dengan penampilan badgirl Gadis imut dengan jiwa berjuta sifat ________________________________________________________________________ ________...
