بسم الله الرحمن الرحيم
.
.
Assalamu'alaikum semuaa!!
.
.
Sebelum baca, i'm sorry kalau banyak typo!!
.
.
Happy reading!!
A, iya!
Diakan hari ini akan bertemu mom tercintanya!! Di Mansion....
Tapi, dia juga ada keperluan dengan abangnya, Nevan.
Tringg....
Terdengar notiv dari handphone dina, ia segera membukanya.
Ternyata itu dari mom tercintah
Mom Anza Tersayang❤
Assalamu'alaikum anza sayang.
Hari ini mommy gak bisa ketemu kamu
Soalnya mommy ada keperluan mendadak, tadi tiba tiba daddy telpon katanya ada bisnis di America yang butuh bantuan daddy. Jadi sekarang momm sama dadd lagi siap siap mau pergi. Gakpapa kan kalo ditunda?
Itulah isi pesan dari Lisa.
Dina yang membaca pesan itu seketika mendapat pencerahan. Ia akan menunda pertemuan dengan mommy nya. Dan pergi ke cafe dengan abangnya.
Anda
Wa'alaikumussalam wr wb
Iya momm gak papa.
Mommy hati hati yaa
Dahhhh
Mom Anza Tersayang❤
Yaudah. Mom siap siap dulu.
Kamu disitu hati hati juga yaa
Assalamu'alaikum
Anda
Wa'alaikumussalam
Dina bersiap siap untuk pergi ke cafe. Ia berharap abangnya mengingat hal ini. Ia tadi sempat mengirim pesan untuknya. Berharap abangnya membaca pesan tersebut.
Dina turun ke bawah. Di bawah ia melihat abangnya yang sudah siap.
"Dek, yok berangkat" ucap nevan sambil berdiri dari duduknya
Dina bingung. Tumben nevan bicara lembut dengan dirinya. Jangan jaangan....
Sedangkan nevan sudah dagdigdug, ia tak biasa berbicara seperti itu dengan adiknya. Apalagi manggil 'dek'. Berasa canggung gitu. Tapi ia berusaha tetap tenang
"Abang duluan aja, adin mau ambil tas dulu, ketinggalan di kamar" ucap dina, ia baru ingat tidak membawa tasnya itu. Nevan mengangguk
Nevan berjalan menuju mobilnya dengan gayanya yang cool, dia bersandar di depan mobilnya, sesekali menyibak rambutnya ke belakang sambil memutar mutar kunci mobilnya di jari telunjuknya.
Dina turun dan menuju mobil yang akan ditumpangi abangnya dan dirinya. Ia melihat abang nya yang sedang berlagak tak jelas seperti itu hanya geleng geleng kepala. Sebenernya kenapa sih abang dina, gak jelas banget hari ini' itulah yang ada difikiran dina
"Yok bang udah" ujar dina sambil masuk ke dalam mobil dan disusul dengan nevan yang menyetir di sebelahnya.
Di dalam mobil hanya hening. Nevan berkali kali melirik adiknya. Ia ingin sekali mengucapkan sesuatu. Tapi kalimat itu tak bisa dikeluarkan. Entah kenapa bisa begitu.
Dina menyadari itu. Tapi ia hanya diam. Ia ingin agar abangnya menepiskan egonya dulu.
Kini lampu lalu lintas berganti warna merah. Yang berarti 'berhenti'.
Nevan mengalihakan pandangannya pada adiknya.
"Dek" panggil nevan. Dina menoleh dan mengangkat sebelah alisnya. Seolah berkata 'apa'. Nevan memandang adiknya lama.
"Ck, bang jangan liat dina begitu, dina kaya mau dilamar anak orang tau gak" seru dina sambil mendengus
Nevan menghembuskan nafas, dan berkata....
"Gu-" perkataan nevan terpotong oleh
KAMU SEDANG MEMBACA
Virranza Or Azkadina
Fiction généraleVirranza Zunaira Arshad Gadis cantik dengan sejuta pesona Gadis unik dengan beribu kejutan Gadis mandiri dengan penampilan badgirl Gadis imut dengan jiwa berjuta sifat ________________________________________________________________________ ________...
