26.{Kirim Bukti}

3.6K 251 9
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم
.
.
Assalamu'alaikum...
Selamat (pagi/siang/sore/malam) semuaa😄
Apa kabar hari ini? Semoga sehat semua yaa!!
.
.
Attention!
Typo bertebaran, i'm sorry guys!!
.
.
Happy reading!!

Tak terasa sudah sebulan Anza berada di tubuh Dina. Banyak hal yang sudah terjadi dengan sebulan itu. Entah itu di rumah maupun dii sekolah. Dijalan maupun dikolong jembatan. Di cafe maupun di restoran. Eh!! Abaikan saja..

Pagi hari yang indah ini, dina akan pergi ke kantor, menemui sekretaris atau sahabatnya, Ika.
"Ikaaa, oh ika, dimana engkauuu, where are youuu?" teriak dina diruangan CEO

"Aaaa,, ada ira cayang, kamu kesini yahh, ukhh kangen bangett" teriak ika lebay, dan langsung saja ia memeluk adik tersayangnya itu..

"Ihhh, kak jangan gitu dong, geli tau ira dengernya" ucap dina dengan tampang sok geli.

"Ck iya iya, aku juga acara bentar lagi, ini dokumen yang harus ditandatangani, ini baca dulu, ada yang mau kerja sama, sama perusahaan kita" cerocos ika sambil memberikan dokumen dokumen tersebut. Nggak banyak banyak banget sihh.

"Ukh, iya iya dehh" dina hanya bisa pasrah.

"Oiya besok ada meeting, bisa dateng gak" tanya alika saat mau mendorong pintunya untuk keluar

"Akh,besok aku gak bisa kak, ada kerjaan yang amat sangat tidak penting" dina menjawab itu dengan cepat. Tapi kata tidak hanya bisa diucapkan dalam hati,

Dina sebenarnya hari esok ada acara, ia ingin bertemu mommy Lisa(mommy anza) di mansion, awalnya Lisa berpendapat untuk bertemu di Aira's Cafe, tapi Anza sendiri menolak, ia tak ingin mommynya pergi jauh jauh ke tempat itu. Pertemuan itu adalah permintaan Lisa sendiri. Dina hanya setuju setuju saja.

"Kamu wakilin yaa, biasanya kan juga kamu hehe" lanjut dina sambil menyengir. Sebenarnya ia tak enak pada sekretarisnya itu, tapi yaaaa gimana lagi.

"Iya, saya pamit dulu miss" pamit alika dengan bahasa formalnya,

"Assalamu'alaikum" salam dina

"Hehe, Wa'alaikumussalam wr wb" jawab alika

"Huhh?!! Bismillah"

Selanjutnya dina fokus dengan dokumem dokumen tersebut, kadang kadang ia melipat dahinya bingung, kadang juga ia mengangguk anggukkan kepalanya, tak jarang ia menguap karena mengantuk

Ia juga sesekali melihat laptopnya, entah apa yang dia lihat..

"Huhh?! Semangat Anzaa bentar lagi selesai" monolog dia sendiri

"Hayooo,, ukh ini bacaan apa lagi!! ngantuk banget akuu, hoaamm" dina menguap tapi ia tutup dengan punggung tangannya, matanya sudah sangat berat

"Alhamdulillah, selesai"

"Wudhu dulu ah, biar gak ngantuk lagi"

Dina berdiri dari duduknya dan segera wudhu, untuk menghilangkan rasa kantuknya itu.

"Akhirnyaaa seger lagii" dina kembali bersemangat.

"Enaknyaa ngapa yahh,emm!" ia berfikir kegiatan apa yang harus ia lakukan

"Hihihi, aku tauu, gimana kalo kita kirim foto yang tadi malem aku ambil, kirim ke mommy dina, daddy dina, sama nevan, kayaknya seru"

Semangat dina bertambah berkali kali lipat. Ia hari ini izin tak berangkat sekolah. Dina tau pastii murid murid di sekolah akan mewawancarainya atauu membicarakannya. Kannn kemarin baru aja kejadian spektakuler....

Tak ingin membuang waktu lagi, dina segera mengambil handphone nya dan mengiutak utiknya.
Dina itu berfikir, bahwa waktu itu, gak bisa diputar, dijilat, diceluppin, jadi ia akan menggunakan waktunya dengan mengisi hal hal yang bermanfaat, tapii.. Kalo gak lupa sihh, hehe

"Gimana kalo kita kirim ke daddy dina dulu" ia pun mengirim foto itu ke nomor daddynya. Dengan pesan, ehemm

'apakah anak ini yang anda bangga banggakan, sungguh terlaluu, apakah anda kenal laki laki itu? Mungkin sajaa anda mengenalnya!😏, kalau anda tidak tahu, saya dengan berbaik hati akan memberi tahu anda'

Dina hanya mengirim sebuah foto, bukti lain? Nanti aja kalo mereka belum percaya. Dina mengenal laki laki itu, ia sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya. Pemuda itu adalah anak dari musuh teerrrbesarr ayah dina. Ia pernah berkorupsi di perusahaan Veen's Company, perusahaan milik keluarga Mahveen. Nama pemuda itu adalah.... Bayu Dwi Pradita.

Sama hal nya dengan Laura, ayah laura juga ikut dalam penggelapan dana tersebut. Tapi bagaimanapun juga hal itu akan terbongkar. Publik tak mengenal laura, karena ayahnya sendiri tak pernah memperkenalkanny

Sudah lama dina menunggu balasan, tapi tak ada pesan masuk dari tadi...
Dina bingung, ia melihat pesan tersebut, udah centang 2 warna biru, kok gak dibalas balas sih. Apa jangan jangan dia lagi...... EsMoSi......

Darwin POV on

Kalian ingat saya kan? Kalo tebakan anda ayah dina. Congrats! Anda benar
Nama panjang saya Darwin Mahveen
Saya minta maaf jika nama saya pendek, itu adalah ide authornya. Katanya sih bingung, mau namain saya siapa!

Okok, saat ini saya sedang ada acara meeting, walauu gak terlalu penting sih. Tapi tiba tiba ada pesan masuk di hp saya. Saat ku buka, ternyata dari nomor yang tak di kenal. Tapi difoto tersebut, entah kenapa hal itu membuat saya langsung banting hp.

BRAK....

Karena suara itu klien klien memandangku heran..."Ah, saya minta maaf, silahkan dilanjutkan" ucapku tak enak. Mereka hanya menurut.
'Untung hpnya gak pecah' batinku

Darwin POV end

TBC
.
.
الحمد الله رب العا لمين
.
.
Thanks all
Jangan lupa vote and comment ya!!
.
.
Kalo ada kesalahan dalam penulisan, komen ya!
Kalo bahasanya juga gak jelas, aku minta maaf ya!!
.
.
Wassalamu'alaikum wr wb
Ig : @umysa_331
3 Juli 2021



 Virranza Or AzkadinaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang