بسم الله الرحمن الرحيم
.
.
Assalamu'alaikum semuaa
Selamat pagi/siang/sore/malam
Gimana kabarnya hari ini? Semoga sehat semua yaa😉
.
.
Happy reading!
Typo bertebaran!
.
.
"Percaya gak bang" tanya dina ngegas
Dirinya sekarang sudah ngantuk. Ini palah pada diem diem bae. Emang pada nggak ngantuk apa? Udah malem juga!
Nevan yang mendengar itu terlonjak kaget. Ia bingung harus percaya atau tidak. Hatinya berkata harus mempercayai bukti itu. Tapi disisi lain, ia juga masih ragu.
"Kalo gak percaya, besok sore ikut dina ya, temenin ke cafe! Yaudah, permasalahan ini sudah selesai, dina pamit tidur dulu, babayy" ia berlari menuju kamarnya. Tapi ditengah tengah tangga ia baru ingat, kan tadi dia bawa laptop yah. Dina menepuk jidatnya. Akhirnya dina kembali ke ruang keluarga
"Eh, ngapain kamu balik lagi?" tanya eza bingung
"Ini, mau ambil laptop, ketinggalan. Hehehe" dina menyengir tak jelas
"Oh iya, mommy daddy percaya kan?" tanya dina sebelum kembali ke kamarnya lagi. Pertanyaan itu hanya dianggukki oleh keduanya
"Huh, kan momdad udah percaya, jadi laura pbb jangan sampai tau dulu yah, itu biar jadi urusan dina, sikap kalian ke dia biasa aja, jangan sampe bikin dia curiga. Ok yaudah. Abang juga, jangan kasih tau permasalahan ini ke siapa siapa" mereka berempat hanya mengangguk saja. Sebenernya nevan sudah sangat ingin memberi tahu yang lain. Sekarang dirinya sudah percaya. Bahwa yang ada dividio itu adalah laura.
"Okelah, dina pamit ke atas dulu. Assalamu'alaikum, inget ya bang, besok ke cafe ****"ucap dina sambil melangkah pergi. Nevan hanya berdehem sebagai jawabannya.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Nevan sekarang berada di kamarnya. Dirinya sedang dilanda kebingungan. Ia kembali mengecek gambar serta vidio yang dikirim dina kemarin. Disitu terlihat jelas seorang laura bersama lelaki yang ia tak ketahui.
Kira kira siapa pemuda itu? Apakah itu pacar laura? Atau sepupu? Tapii dalam vidio itu! Terdengar jelas bahwa mereka hanya ingin merampas harta dirinya dan sahabat sahabatnya. Dan juga dalam vidio yang ada dilaptop dina. Itu adalah laura. Wajahnya amat sangat mirip. Tapi dividio itu, laura menggunakan pakaian yang na'udzubillah, dan memakai make up yang lumayan tebal.
"Arghhhhh" nevan mengacak rambutnya frustasi
"Satu satunya agar tau semua, gua harus pergi ke cafe yang dina tadi bilang" tekad nevan.
"Semoga bisa" nevan menyemangati dirinya sendiri
Disisi lain.....
Kamar darwin dan lia
"Mom, mommy percaya kan?" tanya daddy.
"Mommy sih percaya nggak percaya. Tapi kayanya mommy percaya deh sama dina, buktinya udah lebih dari cukup" ucap lia
"Tapi, aku belum minta maaf sama dina mas, aku malu, apa adin mau maaffin aku?" tanya lia sedihh
"Hufttt, aku juga mau minta maaf sama adin juga, semoga dia maafin kita ya mom!"
Mereka berdua berpelukan, ukh sosweet. Ukh! Abaikan!
Disisi lain
Eza bingung, ia harus marah atau senang atau biasa saja.
Kalau marah? Marah ke siapa
Senang? Mungkin dia senang karena bangkai yang di sembunyikan laura sudah ketahuan
Biasa saja? Mungkin dia akan bersikap biasa saja. Kan selama ini dirinya tak pernah menghina, memfitnah, menampar, membully atau nyinyirin adiknya. Jadi ia lebih baik biasa saja.
Tapi dirinya bahagia, karena masalah dina yang satu ini akan selesai, tapi kan kedepannya tak tahu apa akan yang terjadi. Yang penting tetep waspada.
Ah! Lebih baik tidur, menghilangkan pikiran ini yang membingungkan, mengistirahatkan otaknya yang sedari tadi bekerja. Dia menutup matanya. Tak lama ia membuka matanya lagi
Astaghfirullah! Kan ada tugas kuliah.... Huh!?! Mungkin dia akan lembur malam ini?!! Tetap semangat eza.....
Berbeda dengan dina, ia sudah terlelap menuju alam mimpi,.
0000••••••0000
Pagi hari yang indah ini, dina beserta anggota keluarga yang lain sedang sarapan. Mereka semua diam. Tapi tidak dengan mata mereka. Sedari tadi manusia manusia di ruang makan itu saling lirik satu sama lain. Pikiran mereka pun melayang entah kemana.
"Huhh hah huh hahh, pedes pedes, mana air mana air, pedes!" heboh eza tiba tiba. Ia sedari tadi memikirkan tugas kuliah yang belum selesai. Tadi malam ia tak jadi lembur. Karena di tengah malam, matanya tak bisa diajak kompromi. Penginnya merem terus. Jadi pagi pagi tadi ia kelabakan sendiri.
"Ih, ini bang ini bang, minum cepet, lagi nggak? Nih bang lagi, biar pedesnya cepet ilang" dina ikut gelagapan.
"Huhh. Ma- ma- makasih, hah hah hah" eza mengelap keringatnya di dahi.
"Makan cabe bang?" dianggukki oleh eza.
"Makannya hati hati. Ngelamun terus. Pada mikiran apa sih" ia melirik semua orang disitu, semuanya hanya diam
Ck, kapan coba mau tanya
Duhh, enaknya kapan ya, kalo mau minta maaf?
"Gak papa" jawab singkat nevan. Padahal tadi lia ingin membuka mulutnya menjawab. Tapi sudah didahulukan oleh anaknya itu. Tak pa lah. Ia menghela nafas.
"Yaudah, adin berangkat sekolah dulu ya, assalamu'alaikum" dina pamit sambil mencium tangan mommy daddy nya. Mereka berdua membeku. Tak lama mereka pun tersenyum
"Wa'alaikumussalam wr wb" jawabnya sambil tersenyum. Mereka senang akan hal itu, dan semoga itu berlangsung selamanya.
"Kita juga pamit assalamu'alaikum" ucap nevan dan eza
"Wa'alaikumussalam" jawab berdua
"Mom dad, ila kapan sekolah, di rumah bosen gak ada temen" ucap ila
Mereka berdua yang mendengar itu tersenyum misterius. Hehehe.....
TBC
.
.
الحمد الله رب العا لمين
.
.
Sebelumnya, aku mau minta maaf, soalnya gak panjang. Tapi insyaallah hari ini double up. Jadi tunggu aja ya
.
.
Thanks for reading!
Jangan lupa vote and comment nya ya!
.
.
Wassalamu'alaikum wr wb
Ig : @umysa_331
6 Juli 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Virranza Or Azkadina
General FictionVirranza Zunaira Arshad Gadis cantik dengan sejuta pesona Gadis unik dengan beribu kejutan Gadis mandiri dengan penampilan badgirl Gadis imut dengan jiwa berjuta sifat ________________________________________________________________________ ________...
