37.{Mengunjungi}

2.7K 200 5
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم
.
.
Assalamu'alaikum wr wb
Hai semuaa😊
.
.
Happy reading!
Typo bertebaran


"Ukhh, anak mommy pake jilbab ya?"

Dina tersenyum.
"Seperti yang mommy liat, hehe"

"Mom, anza panggil mommy, bunda boleh nggak?" tanya dina

Lisa mengangkat sebelah alisnya. Panggilan bunda itu seperti, emm.... Masyaallah. Terdengar lembut ditelinganya.

Lisa mengangguk
"Tapi gak papa kan kalo bundamu ini crewet"

"Ihh, bundanya anza ngaku" guraunya

"Huhh, kalo panggilan bunda itu kaya lembit didengar. Tapi kan bundamu ini  narsis tingkat tinggi"

Dina tersenyum geli.
"Gak papa bunda anza tercintaa" lisa mengangguk saja

"Kamu tinggal sama bunda ayah yaa!" pinta lisa

"Sebenernya anza pingin banget tinggal sama bunda, ayah, sama bang kenn, tapi anza juga punya tanggung jawab atas tubuh yang anza tempatin ini. Jadi bunda sabar ya. In Syaa Allah anza kembali ke tubuh anza sendiri kok" ucap dina menenangkan bundanya

"Huhh, gimana caranya kamu balik lagi ke tubuh kamu? Momm, eh, maksudnya Bunda pengin kumpul bareng kamu lagi, ngobrol bareng, becanda bareng. Pokoknya bareng bareng deh"

"😊Bunda tenang aja. Pasti ada jalan kok. Kalo bunda kangen anza, bunda bisa calling calling anza aja, hehe" ujar dina dengan menyengir

"Mmmm. Iya iyaa, sini peluk lagi"

"Tapi jangan kenceng kenceng bun"

"Iyaa"akhinya mereka berpelukan

Dina melepaskan pelukan tersebut.
Ia melihat dirinya yang terbaring di brankar. Tak memakai penutup rambut. Dina mengambil sesuatu dari tas yang dibawanya. Itu adalah jilbab. Ia memakaikan itu pada dirinya.

"Bun, kok anza ngrasa gimana gitu. Bisa ngliat diri sendiri" ceritanya

Dina merasa. Lahh itu aku. Ini siapa? Kok!!. Entahlahh tak bisa dideskripsikan.

"Iya iya bunda paham"

"Bun, anza cantik yah" ia melihat dirinya sendiri sambil senyum senyum tak jelas

"Iya dong, anak bunda gituu lohh" sombong bunlis

"Ihh kok bunda sombong"

"Enggak kok bunda nggak sombong, tapi percaya diri" tukasnya

"Iyadeh iya" pasrahnya

0·········•••········0

Tatapan tajam tertuju pada suatu objek. Tangannya terkepal erat, sampai urat urat birunya terlihat. Objek tersebut adalah seorang pria dan wanita. Ia mengenali keduanya. Wanita tersebut adalah wanita yang senantiasa dilindunginya. Sedangkan pria tersebut? Pria itu adalah mantan sahabatnya.

 Virranza Or AzkadinaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang