بسم الله الرحمن الرحيم
.
.
Assalamu'alaikum wr wb
Hallo semua🖐
.
.
Sebelum dibca, aku mo minta maap kalo banyak typo yah
.
.
Happy reading!!
"Gib gib, itu tumben nevan gak ikut campur, biasanya kan dia yang paling nyeremin" bisik dika pada gibran
"Iya, gua juga gak tau, kenapa yah!" bisik gibran
"Hhh!! Mencurigakan" ucap dika sambil mengelus dagunya. Bisa dibayangkan?
"Kita tanya nanti aja" dan dianggukki dika
Dina kembali dengan membawa semangkuk baksonya. Mereka semua sedang istirahat sebentar. Bertengkar itu butuh tenaga. Dina hanya acuh saja. Tapi dia bingung, tumben sekali ela tak ikut bertengkar. Apakah ada yang salah? Sepertinya tidak.
Dina memakan baksonya dengan lahap tapi sopan, etikanya masih dipakai. Mereka semua menunggu dina makan. Bahkan orang orang dikantin sekarang sedang memperharikan dina, tak jarang ada yang menonton sambil ngemil.
"Alhamdulillah" dina sudah selesai makan. Kini penghuni kantin menatap serius. Dina bingung! Ada apa ini? Kenapa semua orang liat aku sampe kayak gitu? Kayak liat film aja!
"Udah selesai kan! Kita lanjutin permasalahan ini" ucap tsabit
"Silahkan, saya dengarkan"
"Kenapa lo bully laura? Lo mau cari muka di depan gue?"
Dina diam
"Tuh kan diem! Ngaku aja lo" sinis faiz
"Iz, lo gak usah ikutan dehh" ucap dika. Sedari tadi faiz mengganggu drama yang ada di depannya. Walupun hanya mengucapkan beberapa kata, tetap saja ganggu.
Faiz hanya melirik dika julid. Tapi tak ayal dia menurutinya. Ia mundur ke belakang agar sejajar dengan dika, nevan, gibran.
"Gue tanya lagi, kenapa lo bully laura?" ucap tsabit penuh penekanan. Tau gak sih, dirinya sudah lelah berdiri sedari tadi.
"Jangan diem terus, Jawabb!" bentak tsabit. Ia sudah sangat esmosi saat ini. Berbeda dengan dina. Dia denan santai memakai sarung tangan mommy nya (lia) yang diambil diam diam
"Kepo!" satu kata yang ketuar dari mulut dina. Tapi hal itu membuat tsabit marah. Ia mengangkat tangannya bersiap untuk menampar dina. Tapi dina dengan cepet dina mencekalnya. Berani banget sama perempuan. Dina berkata
"Tau gak! Laki laki akan terlihat dewasa, saat dia nggak lagi nyakitin yang namanya perempuan, paham!" seru dina menasihati
Dina melangkah menuju laura. Laura sekarang sudah was was. Tapi saat berada didepannya, dina tak melakukan apa apa. Dia hanya merapihkan rambut laura yang berantakan. Bukan hanya itu, dina juga menyentuh pipi laura yang katanya ditampar oleh dirinya. Dia mengusapnya lembut pipi merah laura menggunakan tisu basah. Laura sudah berkeringat dingin. Ck, lagi pas diperluin, gak ada yang nongol. Dasar sahabat ******
Semua orang dikantin masih menunggu apa yang terjadi. Mereka memfokuskan pandangannya ke satu objek. Suasana hening. Angin bertiup lembut sampai terdengar di telinga mereka.
Tak lama mereka melotot. Tak jauh berbeda dengan faiz, dika, gibran, dan tsabit. Mereka kaget. Tapi berbeda dengan nevan. Dia biasa biasa saja.
Kira kira apa yang dilihat? Disitu terlihat jelas bahwa warna merah pada pipi laura itu hanya make up saja. Sungguh riasan yang sangat mirip. Sampai sampai mereka tertipu oleh hal seperti itu.
Kira kira kenapa nevan gak kaget?
Karena nevan lah yang menguping pembicaraan laura dkk tadi pagi. Sebenarnya nevan belum terlalu percaya terhadap bukti yang diberikan dina. Jadi dia ingin mencari tahu sendiri. Ia mengikuti laura dari berangkat sekolah sampai membahas rencana kejahatan. Maka dari itu ia tidak kaget. Ok next!
Tanpa kata, dina pergi meninggalkan kantin beserta isinya. Tak lupa mengajak dua sahabatnya itu.
Disitu tsabit menatap tajam sang pelaku, laura. Sedangkan yang ditatap sudah ketar ketir. Matanya melirik kesana kemari mencari bantuan. Tapi tak ada yang bisa diandalkan. Bahkan sahabat nya, nella dan nilla entah kemana.
"Owh owh owhh, jadi selama ini lo bohongin kita semuaa, iya!" ucap faiz dengan nada rendah.
"Ak- aku bisa jelas hiks jelasin kok, it itu hik, aku disuruh hiks sama dina hiks" laura berbicara dengan suara yang lemah. Agar mereka semua percaya. Tapi sayangnya tak ada yang percaya. Kecuali satu orang yaituu.. Tsabit, sepertinya dia masih percaya.
Tsabit memeluk laura
"Hh!! Iya aku percaya sama kamu kok" ujar tsabit. Laura yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bersmirk
Dasar bodoh
Semua orang yang melihat itu hanya melirik sinis....
Mau aja dibohongin sama orang kayak gitu
Bego bego bego
Tsabit tsabit, otaknya dicuci pake apa sih, manjur banget
Itulah yang ada di pikiran mereka
——000——
Disinilah DYE. Kelas.
"El, dari tadi kok diem terus, biasanya kan elo yang paling heboh kalo ada pertengkaran kayak tadi" bingung yonna
"Owhh itu, dari tadi gue lagi nebak nebak. Kira kira tadi pagi dina senyum senyum karna apa!" yonna hanya mengangguk
"Lahh, emang belum dikasih tau ya, aduhh dina lupa...jadi gini...."
"Sini deketan, soalnyaa...dina lagi happy!" seru dina...
"Happy kenapa?" tanya yonna.
"Akhh, ituu, rahasiiaaa" ucapnya dengan tersenyum jahil. Mereka berdua memasang muka masam...
"Iya iya dina kasih tau, soalnya dina nanti mau ke cafe sama bang nevan" ucapnya. Yonna dan ila bingung. Tumben. Tapi mereka ikut senang karena sahabatnya juga senang.
Sebenarnya dina ingin memberi tahu foto dan vidio yang dina dapat dari cctv. Tapi dia masih ingat.
Aib diibaratkan seperti sebuah aurat, harus dijaga dan tidak boleh diumbar kepada orang lain. Karena dengan membuka aib orang lain secara tidak langsung kita sama seperti melakukan ghibah dalam Islam dan hal tersebut sama seperti membuka aib sendiri.
Jadilah dia mencari alasan lain.
00••••00
Dina sekarang berada di rumah, ia merasaa hari ini ada sesuatu yang dilupakan, tapi apa!!
Tugas sekolah? Bukan.
Bang eza? Bukan juga.
Bang nevan? Ia sudah ada janji sih ke cafa. Tapi bukan itu!!
Ila? Adeknya ituu. Dia ada tantangan. Tapi kan belum sebulan.
Oma opa? Oiya. Dirinya sudah lama tak berjumpa. Tapi bukan itu!
Truss apaa.......
Oh iyaaa!! Mweheheheh....
Aku ingat....
TBC
.
.
الحمد الله رب العا لمين
.
.
Thanks
Jangan lupa vote and comment nya ya!! Aku tunggu
.
.
Byee
Assalamu'alaikum wr wb
Ig : @umysa_331
7 Juli 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Virranza Or Azkadina
Ficción GeneralVirranza Zunaira Arshad Gadis cantik dengan sejuta pesona Gadis unik dengan beribu kejutan Gadis mandiri dengan penampilan badgirl Gadis imut dengan jiwa berjuta sifat ________________________________________________________________________ ________...
