Tidak terasa seminggu setelah acara pertunangan Reza dan Bella,kini mereka tengah berkumpul dikantin.
"Makin lengket aja lo Rez sama Bella"celetuk Riyan memecahkan keheningan.
"Biasalahhhh"ujar Diana menyahuti ucapan Riyan.
"Jomblo diem"ucap Dimas tiba tiba dengan mata yang fokus pada ponselnya.
"Sekalinya ngomong nyakitin lo,skip ah"ucap Riyan melas.
"Lebay"kini bukan Dimas melainkan Ririn teman sebangku Diana.
"Laki bini sama aja yaa"ucap Riyan yang langsung dihadiahi tatapan tajam dari keduanya.
"Hehe damai kita damai"ucap Riyan mengangkat tangannya berbentuk V.
"Rara tumben diem aja"tanya Bella,mereka yang mendengar itu kini beralih menatap Rara.
"Ehh iya tumben neng Rara diem mulu dari tadi,neng Rara sakit?"ujar Riyan sekaligus bertanya.
"Gue gapapa Yan"jawab Rara seadanya.
"Gue ketoilet dulu"sambungnya lagi dan pergi dari kantin.
Mereka semua hanya menatap punggung Rara itu sampai hilang dibalik dinding.
"Lo ngerasa ada yang disembunyiin sama Rara gak sih"ucap Diana tiba tiba dengan wajah serius.
"Nah iya gue juga ngerasa Rara itu lagi ada sesuatu tapi dia gak mau ngomong sama kita kita"ucap Riyan yang disetujui mereka semua.
"Tapi kan lo sahabatnya Rara kan Rez masa dia gada ngomong apa apa gitu sama lo"tanya Diana menatap wajah Reza dengan intens.
"Dia gak pernah mau ketemu gue lagi jangankan ngomong ngeliat gue aja mukanya langsung datar gitu"jawab Reza lirih.
Sebenarnya dia rindu dengan Rara nya yang dulu yang selalu cerita apa pun itu kepadanya tapi semenjak Reza memiliki kekasih hubungan persahabatan mereka menjadi renggang.
"Mungkin Rara lagi pusing kali sama tugas sekolah"ucap Bella menenangkan kekasihnya.
"Gapapa lain kali kamu kerumahnya aja bawain apa gitu biar Rara seneng"sambungnya lagi.
"Emang ya ayang Bel bel selain cantik mukanya hatinya juga cantik banget"celetuk Riyan yang langsung mendapatkan jitakan maut dari sang pawang.
"Yang lo panggil ayang itu CEWEK GUE"ucap Reza sengaja menekan kata 'cewek gue'.
"Rasain lo"ucap Diana menjulurkan lidahnya.
"Diem lo"jawab Riyan kesal.
Dilain tempat kini seorang gadis sedang bercermin didepan wastafel.
Dengan lembut ia menyisir rambutnya menggunakan jarinya lalu matanya terkejut melihat begitu banyak rambut yang rontok dijari tangannya.
"Kamu terkena tumor otak stadium 3 sayang"
"Kamu harus kemo supaya kamu cepat sembuh"
Kini perkataan itu selalu terngiang dikepalanya,apa benar dia akan sembuh atau malah sebaliknya.
Tiba tiba darah menetes keluar dari hidung gadis itu dengan cepat ia membersihkan dengan air.
"Lo pasti bisa Ra,lo gak boleh lemah"ucapnya menyemangati diri sendiri.
Setelah menuntaskan hajatnya ditoilet kini ia melangkahkan kakinya kembali ke kantin.
"Sorry ya lama"ucapnya tidak enak kepada temannya.
"Santai aja kali Ra kayak sama siapa aja lo"ucap Diana.
"Hm"jawabnya.
Kring kring kring
KAMU SEDANG MEMBACA
PENGAGUM RAHASIA:) [SUDAH TERBIT]
Teen Fiction"Tawa nya begitu candu, kepergian nya meninggalkan sendu"
![PENGAGUM RAHASIA:) [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/261721110-64-k850660.jpg)