Sesuai seperti apa yang diberitahu Zahra tadi siang disekolah, Reza mau tidak mau akhirnya ia pergi kerumah sahabatnya itu.
Untuk masalah hubungannya dengan Bella masih terpantau baik baik saja. Walaupun jarang bertemu bukan berarti hubungan mereka renggang.
Oke back to topik.
Dengan pakaian santai nya Reza berjalan menuju rumah Zahra.
Sesekali ia juga bersenandung riang, cogan mah bebas.
Masih ingatkan? Mereka berdua satu komplek dan jarak rumah Reza dengan rumah Zahra hanya terpaut satu rumah saja.
Tok tok tok
"Assalamualaikum, Reza ganteng dateng nih"teriak nya dari luar.
Zahra yang mengenali suara itu pun bergegas menemui orang itu, pasalnya suaranya itu sangat berisik sekali.
"Waalaikumsalam, ngapain sih pake teriak segala?"jawab Zahra judes setelah membuka kan pintu untuk Reza.
"Kan lo rada budek mangkanya gue teriak"jawab Reza dengan watadosnya.
"Terserah!"ucap Zahra pergi masuk kedalam dan diikuti Reza dibelakangnya.
Sesuai yang diomongkan Zahra ia hari ini akan membuat cake bersama Reza.
Sekarang Zahra sedang menyiapkan bahan bahan dan alat apa saja yang akan mereka gunakan untuk membuat cake.
Oke. Dimulai dari Zahra yang sedang memecahkan telur kedalam baskom kecil dan Reza yang sedang menyiapkan tepungnya.
Masing masing sibuk dengan tugasnya sesekali Reza jahil mencolek dagu Zahra dengan tepung begitu pula sebaliknya.
Sampai sampai dapur berantakan akibat ulah keduanya.
Rasanya senang sekali hari ini bisa bersama dengan orang yang cintai.
Zahra yang tidak ingin melupakan moment berharga ini pun bergegas mencari ponselnya.
Setelah semua selesai cake yang mereka buat akhirnya matang dan siap untuk dinikmati.
Kenapa coklat? Karna mereka berdua memang sangat menyukai coklat terlebih lagi Zahra.
"Wahh keliatannya enak ya Rez?"seru Zahra dengan wajah berbinar melihat hasil buatan mereka berdua tadi.
"Kenapa sih lo panggil gue Rez?"bukannya menjawab Reza malah bertanya kembali.
"Emang salah?"tanya Zahra kembali.
"Gak tau lah"kesal Reza tidak puas dengan jawaban Zahra.
Hari ini rasanya tidak ingin cepat berlalu.
Hari ini ia bisa melupakan segala sakit yang ia derita selama ini.
Hari ini cinta sepihak itu hilang sekejap mata.
Rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata kata.
Lebay sekali memang tapi ya ini yang Zahra sedang rasakan.
Bahagia!
"Woy"seru Reza mengagetkan Zahra.
"Suka banget sih lo ngagetin gue!"ucap Zahra.
"Bodo amat"jawab Reza melengos kedepan tv.
"Sialan banget keturunan Aditama itu"gumamnya.
"GUE MASIH BISA DENGER YA RA"teriak Reza tidak tau malunya dari depan.
Kayaknya gue udah pelan ngomong nya deh batinnya.
Dengan perasaan dongkol Zahra pun mengikuti Reza ke depan dengan membawa nampan berisi cake chocolate.
KAMU SEDANG MEMBACA
PENGAGUM RAHASIA:) [SUDAH TERBIT]
Roman pour Adolescents"Tawa nya begitu candu, kepergian nya meninggalkan sendu"
![PENGAGUM RAHASIA:) [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/261721110-64-k850660.jpg)