Tidak terasa sudah seminggu Zahra berada di London.
Kini ia sedang jalan jalan sendiri ditaman yang tidak terlalu jauh dari rumah tante nya itu.
Pagi ini cuaca disini sangat sejuk dan indah sekali.
Cocok sekali untuk Zahra yang sedang mengalami setres akibat memikirkan penyakitnya yang tak kunjung sembuh.
Apalagi setelah mendengar pernyataan dokter seminggu yang lalu.
Terkadang ia ingin menyerah begitu saja tapi dilain sisi ada seseorang yang mengharapkan kesembuhan nya.
Yakni Andini mama nya! Mama nya yang selalu yakin bahwa ia akan sembuh yang selalu positif thingking bahwa semuanya akan berlalu.
Kini Zahra sedang meratapi bagaimana nasib kedepannya.
Senyum manis yang dulu selalu ia pamerkan kini lenyap seketika.
Sifat yang dulu periang ketika bersama teman atau keluarga nya juga kini ikut lenyap.
Tumor ganas itu sudah merenggut semua kebahagiaan milik nya.
Apa segitu tidak pantas nya ia bahagia?
Ia juga ingin mewujudkannya semua impian yang sudah ia rancang sedari dulu.
Flashback on
"Pokoknya gue harus sukses dan bisa wujudkan impian gue"celoteh seorang gadis yang sedang duduk di ayunan.
Mata nya memandang lurus kedepan dengan buku yang masih ia genggam erat.
Senyum manis itu terpampang jelas diwajah cantik nya itu.
Dengan semangat dan senyum yang masih jelas ia membuka buku nya dan menulis kan beberapa impian nya disitu.
Impian gue:
-Lulus sekolah dengan nilai terbaik
-kuliah terus kerja
-menikah sama Reza!
Ia membaca ulang tulisan itu dengan cekikikan lucu, arkhh ia tidak bisa membayangkan betapa indah nya menikah dengan orang yang ia cintai.
Flashback off
Sekilas bayangan masa lalu nya dulu yang ingin sekali menikah dengan Reza membuat ia menghelas napas panjang.
"Semoga lo selalu bahagia ya Rez!"gumamnya sendiri.
Semakin lama taman itu semakin banyak orang yang berlalu ntah itu hanya untuk duduk saja dan ada juga yang sedang jogging.
Ternyata sudah cukup lama ia berdiam diri ditaman itu.
Akhirnya ia memutuskan untuk pulang. Sebelum itu ia ingin pergi ke supermarket terdekat disitu.
Setelah selesai belanja lalu ia langsung pulang kerumah.
Tidak butuh waktu lama kini Zahra sudah sampai didepan rumah dan bergegas masuk.
"Aduhhh capek juga ya jalan padahal gak jauh"ucap nya lalu berjalan menuju kamar nya.
Seperti biasa tante dan om nya sudah berangkat kerja sejak pagi tadi.
Sedangkan papa dan mama nya mungkin sedang keluar.
Tidak butuh waktu lama kini Zahra sudah segar dengan pakaian santai nya.
Ternyata lapar juga ya setelah berjalan jalan tadi lalu ia menuju ruang makan dan ia pun makan sendiri dengan tenang.
Kenapa sendiri? Karna dirumah itu tidak ada pembantu. Tante nya pernah berkata'kalau bisa sendiri ngapain harus pakai pembantu'begitulah kira kira.
KAMU SEDANG MEMBACA
PENGAGUM RAHASIA:) [SUDAH TERBIT]
Teen Fiction"Tawa nya begitu candu, kepergian nya meninggalkan sendu"
![PENGAGUM RAHASIA:) [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/261721110-64-k850660.jpg)