Keesokan paginya Zahra atau sering dipanggil Rara sedang berjalan dikoridor, hari ini dia belajar untuk tidak akan telat lagi walaupun ya sesekali kalau sedang hilap saja.
"Widihhh tumben banget gue berangkat pagi anjirrr keren banget gue"batinnya sambil senyum senyum tidak jelas disepanjang koridor untung saja belum banyak murid yang datang jadi dia tidak disangka gila oleh yang lain.
Setelah meletakkan tasnya dimeja Rara berniat untuk pergi ke kantin mengisi masa depannya karna tadi ia tidak sempat sarapan.
"Bu nasi goreng satu spesial ya buat Rara" ujarnya kepada Ibu kantin.
"Sama minumnya Bu teh anget" sambungnya lagi dan berjalan menuju kursi yang sudah tersedia.
Tak lama itu makanan yang Rara pesan tadi datang dan Rara pun langsung memakan sarapannya itu dengan hikmat tanpa gangguan siapapun.
Usai membayar Rara memutuskan untuk kembali ke kelas sapa tau teman laknatnya itu sudah datang kan.
Sekolah sudah ramai karna sebentar lagi bel masuk akan berbunyi sekitar 10 menit lagi, dan karna ini bukan hari senin jadi dia tidak perlu repot repot merapihkan pakaiannya.
Tentang penyakitnya Rara masih rajin kontrol dan tiga minggu atau dua minggu sekali melakukan kemo nya.
Tentu saja ia ditemani mama nya karna selain keluarganya, teman temannya dan sahabat nya pun tidak mengetahui nya.
Dan untuk masalah sikap dan kepribadian nya Rara masih sama seperti dulu hanya saja dia tidak secuek dan sedingin dulu, sekarang dia sudah membiasakan diri tersenyum ketika bertemu orang lain.
Tidak terasa akhirnya dia sampai juga didepan kelasnya.
Kring kring kring
Untung saja Rara sudah sampai dikelasnya kalau tidak sudah habis dia dihukum oleh pak Jomuk(Joko Gemuk) masih ingat pak Jomuk baca part 1 ya hehe.
"Raa tumben lo gak telat lagi" tanya Diana pada intinya.
"Gue telat salah gak telah dibilang tumben heran gue" jawab Rara kesal dengan temannya itu.
Memang apa salahnya jika dirinya datang lebih awal apa itu akan membuat mereka rugi pikirnya.
"Ya suatu keajaiban aja sih buat cewek kek lo Ra" timpal Diana lagi.
"Terserah lo deh" jawab Rara malas.
Tidak lama itu dari arah pintu datang seorang guru yang siap akan mengajar dikelas Rara.
"Pagi anak anak" sapa Guru itu ramah.
"Sebelum perkenalkan nama Ibu Anggraini, Ibu Guru baru dan disini Ibu sebagai Guru Ekonomi" ucap Bu Rain.
"Apakah ada yang mau ditanyakan?" tanya nya kembali.
Tiba tiba dari belakang dua siswa yang cukup dibilang nakal siapa lagi kalau bukan Danil dan Aldi langsung heboh dibangkunya masing masing.
Masih jomblo gak Bu
Nomor teleponnya dong Bu
KAMU SEDANG MEMBACA
PENGAGUM RAHASIA:) [SUDAH TERBIT]
Teen Fiction"Tawa nya begitu candu, kepergian nya meninggalkan sendu"
![PENGAGUM RAHASIA:) [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/261721110-64-k850660.jpg)