Selama di kantor Naoki tidak bisa fokus pada pekerjaannya hingga membuat kazou sekertaris Naoki kerepotan, tiba-tiba pintu ruangan Naoki di buka
seorang wanita dengan baju ketat dan belahan dada yang terbuka masuk ke dalam ruangan itu
"Naoki~" panggil Kiki manja
"Sedang apa kau di sini? Apa kau tidak pernah di ajari sopan santun untuk mengetuk pintu?" Ujar Naoki dingin
kazou terdiam ia belum pernah melihat Naoki berprilaku dingin pada Kiki Sebelumnya, ia sangat tahu betapa cintanya Naoki pada wanita jalang itu
Meski berulang kali di nasehati oleh ibunya Naoki tetap bersikukuh berpacaran dengan Kiki. Bahkan ibunya sering membuat Naoki kencan buta dengan beberapa pria
Lagi pula bagaimana bisa pria gay menggoda pria lurus yang sudah memiliki pacar, keluarga itu benar-benar membuat kazou pusing
"Kenapa kau berubah jadi jahat pada ku?" Kiki bergelayut pada Naoki
'seperti monyet' batin kazou
"Keluar!" Bentak Naoki membuat kazou dan Kiki tersentak kaget
"Na-naoki! Kau ini kenapa! Kau tidak pernah membentak ku sebelumya! Oh aku tahu.... Kau pasti sudah di goda oleh pria jalang itu ya?!"
"Kau yang jalang! Aku bilang keluar!" Naoki seketika mengingat Kiki yang sedang bercumbu di depan orang lain saat di kehidupan Sebelumnya, membuat amarahnya naik seketika
Kiki terdiam, ia akhirnya pergi meninggalkan ruangan itu dengan kesal
"Tu-tuan" panggil kazou
"Kazou, apakah kita pernah berkerja sama dengan Osaka crop?"
"Tidak pernah tuan, Osaka crop seperti menghindari kita dan mereka benar-benar saingan bisnis yang tajam, bukankah Anda sendiri tahu itu?"
"Ya aku tahu" Naoki menghela nafas
"Tapi sepertinya ibu anda memiliki hubungan yang baik dengan nyonya Osaka" wajah Naoki seketika berubah datar
"Tidak, aku tidak akan meminta bantuan wanita itu......."
"...'.tapi jika kondisi sudah mendesak aku mau tak mau harus ke sana'" lanjut kazou sambil menirukan suara berat Naoki.
"Aku bisa gila" gumam Naoki
.
.
.
.
"Kiki, ada apa dengan wajah mu itu?" Tanya zayu
"Aku sedang kesal, si Naoki itu benar-benar tidak bisa di dekati lagi! Dan lagi berani sekali dia menyebut ku jalang"
"Kenapa kau begitu senang dekat dengannya? Kau tidak ingat ada aku di sini?" Zayu menyeringai
"Tentu saja ingat, kau adalah nomor satu di hati ini" Kiki mengarahkan tangan zayu untuk menyentuh dadanya
Ia menyeringai lalu mengalungkan tangannya di leher zayu dan berbisik "ingin main?"
"Hmm boleh...." Kiki langsung mencium bibir zayu sembari melumatnya hingga zayu membuka mulutnya untuk ciuman yang lebih dalam
"Ekhem!" Suara Nagi menghentikan kegiatan mereka
"Aku ke sini hanya ingin mengambil dokumen penting, agar tidak di basahi cairan menjijikan kalian" ia mengambil beberapa berkas dan dokumen penting yang rata-rata sudah agak lecek itu
"Jangan lupa kunci pintunya" ia pun berbalik dan pergi
Ia menghentikan langkahnya tidak jauh dari ruangan zayu tadi, bersandar di dinding sambil memegangi dadanya "aku ingin berkata kasar" gumam nya
Nagi memang diam-diam menyukai sosok zayu namun itu hanya bisa ia pendam karena zayu hanya menyukai seorang jalang seperti Kiki ntah mengapa terkadang ia bertanya-tanya apakah ia harus menjadi seorang jalang agar zayu melihatnya?
Pikirkan dari mana itu? Hanya orang gila yang berfikir seperti itu dan sepertinya Nagi memang gila
Ia terkekeh "ya aku gila" gumam nya
KAMU SEDANG MEMBACA
Not Again (bxb)
General FictionOsaka Yogo adalah seorang pria gay yang tidak sengaja di tiduri oleh pengusaha ternama yang sedang mabuk. karena rasa tanggung jawab yang tinggi pengusaha yang bernama Naoki tersebut menikahi Yogo. namun, apa yang di harapkan dengan pernikahan tanpa...
