Seminggu kemudian
"Yogo, hari ini kau sudah boleh pulang bukan, mau mampir ke rumah ku dulu?"
"Hmmm, bol-"
"Tidak!" Jawab isaki dan Naoki serentak
"Aku tidak bertanya kepada kalian" cibir Daiki
"T-I-D-A-K-B-O-L-E-H!" Isaki dan Naoki kembali menjawab dengan serentak, Yogo menatap mereka dengan bingung
"Benar, kak Yogo baru saja pulang dari rumah sakit, biarkan dia istirahat di rumah terlebih dahulu" ujar Nanao sambil membuat pose layaknya seorang ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya
"Padahal aku sudah janji pada Yuna akan mengajak Yogo kerumah" Daiki menjadi lesu
"Minggu depan aku akan datang ke rumah mu oke? jadi jangan sedih" Yogo langsung di plototi oleh Naoki dan Isaki
"Oke!" Pekik Daiki senang
Setelah mengemasi barang-barang mereka pulang ke apartemen Isaki
.
.
.
.
"Zayu! Hasilnya positif!" Nagi dengan tidak sabar mendobrak pintu ruang kerja Zayu
"Nagi-chan, ketuk pintu terlebih dahulu sebelum kau masuk" Zayu memperingatkan
"Ma-maaf" Nagi menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Jadi?" Nagi tersentak, semangatnya yang hilang karena habis di tegur Zayu kembali dengan sempurna
"Lihat ini! Kecocokannya 99%! Aku tidak percaya" Nagi menatap kagum lembar kertas yang ada di tangannya
"Bagus, aku tinggal menjalankan rencana ku beberapa hari lagi"
"Wah kau sudah memiliki rencana?!" Nagi menatap Zayu tak percaya
"Kau pikir dalam seminggu aku hanya melamun seperti itu?" Zayu memutar bola matanya malas
"Oh ayolah, ini Harusaki Naoki! Dia sangat terkenal di dunia bawah maupun di luar!"
"Harusnya ini bisa, kita akan meminta Erlin membantu" Nagi mengangguk
.
.
.
.
.
"Hei, ayolah, kenapa aku harus memakai kursi roda?!" Protes Yogo, semenjak ia keluar rumah sakit Naoki dan Isaki sangat protektif terhadap nya apa lagi Nanao
"Kau baru saja keluar rumah sakit! Jangan bercanda!" Isaki
"Harus banyak istirahat" Nanao mengulangi perkataan dokter yang
"Dokter tidak mengharuskan dia untuk menggunakan kursi roda kan" ujar Daiki yang mulai risih
"Pulang sana! Urusi istri dan anak mu sendiri!" Naoki mencibir
"Hei, siapa yang sebelumnya membuang bayi besar ku satu ini!" Daiki menatap Naoki dengna tatapan maut, Naoki yabg di tatap pun menjadi gugup
"Aaaaaa berhenti! Kalian membuat mood ku jadi buruk!" Rengek Yogo
"Maaf" ucap Naoki, dan Daiki serentak, Yogo menghela nafas.
Setelah sampai di apartemen Isaki, Yogo langsung di dudukan ke sofa " Yogo, aku pulang dulu, besok jika kondisi Yuna sudah membaik aku akan kemari lagi" Yogo mengangguk sambil melambai
"Aku jadi cemburu dengan Daiki"
Yogo menoleh ke arah Naoki "cemburu kenapa?"
"Dia sangat dekat dengan mu, aku iri" Naoki menunduk seperti anjing yang sedang kehilangan jatah makanannya
Yogo terkekeh "tentu saja aku dekat dengan Daiki, aku sudah tinggal bersamanya dari umur kami 8 tahun"
Isaki datang membawa semangkuk bubur dan susu "benar, kau ini siapa? 'tamu yang datang tak di undang pulang tak di antar' ?"
"Cih, ikut campur" cibir Naoki
"Kau-!"
"Cukup! Kak Yogo, habiskan bubur mu lalu pergi tidur"
"Tapi aku-"
"Tidak ada tapi-tapi! Setelah makan kau harus tidur"
"Jangan lupa obat nya di minum" Naoki menambahkan
"Baik!"
"Anak pintar" Isaki menepuk lembut kepala Yogo, dan langsung mendapat tatapan super tajam dari Naoki
KAMU SEDANG MEMBACA
Not Again (bxb)
General FictionOsaka Yogo adalah seorang pria gay yang tidak sengaja di tiduri oleh pengusaha ternama yang sedang mabuk. karena rasa tanggung jawab yang tinggi pengusaha yang bernama Naoki tersebut menikahi Yogo. namun, apa yang di harapkan dengan pernikahan tanpa...
