"maaf rumahnya kecil" ujar Isaki
"Yang penting rumah" aku langsung merebahkan diri di kasur ntah kasur siapa
"Hei jangan tidur di sana itu kasur nanao!" Tegur Isaki
"Oh ayolah, aku sedang hamil kau tidak kasihan pada ku?" Ujar ku sedikit bercanda
"Kau.... Terserah!"
"Isaki, aku lapar.... Kau kan papa yang baik, buatkan aku bubur hangat~"
"Kau ini, aku akan lihat bahan dulu di dapur, jika tidak cukup-" "nih kartu ATM di dalamnya ada uang sekitar 1.506.200 Yen" aku menyerahkan kartu ATM yang pernah Naoki berikan padaku Sebelumnya. Isaki terdiam dia tak percaya dengan apa yang barusan aku katakan
"Ini milik siapa? Kau mencuri di mana?" Isaki mengambil kartu itu dan membolak-balikkan nya
"Mantan tunangan ku memberikannya"
"Hah?! Tunangan?!" Pekik Isaki tidak percaya
"Cepatlah aku ini kelaparan. Jangan mengambil uang itu di dekat sini kalau tidak tunangan ku akan melacak lokasi nya" jelas ku
"Kau kabur dari tunangan mu?"
"Iya!"
"Baiklah aku akan belanja besok. Akun akan membuatkan mu bubur dengan bahan seadanya" ujar Isaki tenang
"Hmm, bangunkan aku nanti"
"Baik"
.
.
.
.
.
"....saka"
".....Osaka"
"Osaka...."
Aku membuka mata ku perlahan "I...saki?"
"Buburnya sudah jadi, cepat makan sebelum dingin, aku akan keluar sebentar" ujarnya
"Hmm, hati-hati di jalan" aku melambai
"Iya. aku berangkat"
Aku menatap pintu agak lama berusaha mengumpulkan nyawa, setelah itu aku berdiri menuju dapur dan benar saja ada bubur hangat di panci, aku mengambil mangkuk dan mengambil secukupnya, kembali duduk di kasur dan makan.
'mungkin aku harus periksa ke dokter... Atau aku beli testpack saja?'
Setelah makan aku langsung mencuci piring nya, mengambil uang di tas ku dan bergegas ke apotek terdekat.
Saat perjalanan pulang aku berpapasan dengan Isaki "kau dari mana?" Tanyanya
"Apotek, membeli susu ibu hamil" jawabku jujur
"Kau benar-benar hamil?!" Tanyanya tidak percaya
"Aku punya keistimewaan" jawabku acuh
"Aku sudah mengecek beberapa lahan di kota dekat rumah sakit adikku, kurasa membangun usaha di sana tidak buruk" kami berjalan beriringan menuju rumah
"Terserah, aku hanya ingin tidur dan mendapatkan uang"
"Kau tidak ingin menikah?" Aku terdiam, aku... Tidak pernah berfikir sampai ke situ
"Tidak perlu" jawab ku singkat
"Apa itu bayi mu dan tunangan mu?"
"Ya"
"Tunangan mu pria?"
"Iya"
"Kau gay?"
"Hm"
"Kau-'
"Aku di perkosa!" ucap ku kesal
"Maaf"
"Tidak penting, aku ingin mengunjungi nanao besok sembari memeriksa tubuh ku" kami sampai di rumah aku langsung melempar tubuh ku ke ranjang
"Baiklah"
Isaki berjalan menuju dapur sedangkan aku mengambil testpack yang sudah ku beli tadi di apotek, dan benar saja aku hamil dua garis merah muncul di alat itu, Aku menyimpan hasil testpack Itu lalu segera mencuci tangan.
Aku mengambil susu ibu hamil tadi dan membawanya ke dapur " Isaki, buatkan aku ini" aku menyerahkan kotak susu itu pada Isaki yang sedang memasak
"Sebentar" dia mengambil susu itu dan menaruh nya di meja, aku menunggu nya sambil memainkan ponsel ku.
Aku menggunakan nomor baru, Hanya ada nomor 2 orang di kontak ku Isaki dan yang pasti Daiki.
Aku menekan nomor Daiki dan menekan tombol telfon menunggu sesaat hingga telfon tersambung
"Halo.."
"..." Aku terdiam, aku merindukan Daiki dan keluarganya.... Tanpa sadar setetes air mata lolos dari mata ku
"Halo?"
"Daiki...." Panggil ku dengan suara parau
"Yogo?!"
"Daiki....hiks.... Daiki..." Aku menangis
"Sayang! Yogo! Ini Yogo!" Beberapa saat muncul sebuah suara lain
"Yogo?!"
"Yuna.... Hiks..."
"Yogo, kau di mana? Kami berusaha mencari mu kau tahu itu?!" Ujar Yuna sedikit membentak
"Aku... Aku kabur... Aku tidak mau menikah.... Jangan beritahu dia kalau aku menelfon kalian..."
"Ada apa? Apa yang terjadi?" Daiki bertanya dengan khawatir
"Ada sedikit masalah tidak perlu khawatir... Hiks... Aku sekarang sedang bersama saudara ku kalian.... Hiks... Tidak perlu khawatir" aku tersenyum agar mereka tidak khawatir
"Baiklah aku percaya pada mu" "jika ada apa-apa kau harus menghubungi kami!" Aku tahu mereka hanya berpura-pura tidak khawatir
"Hm! Pasti!" Aku menutup telefon Karena Isaki sudah memanggil ku
"Siapa?" Isaki bertanya
"Teman ku" jawabku singkat
"Oh"
Setelah makan Isaki bergegas mandi dan aku kembali ke kamar nanao untuk tidur
'aku harap ketenangan ini bisa bertahan lama'
KAMU SEDANG MEMBACA
Not Again (bxb)
General FictionOsaka Yogo adalah seorang pria gay yang tidak sengaja di tiduri oleh pengusaha ternama yang sedang mabuk. karena rasa tanggung jawab yang tinggi pengusaha yang bernama Naoki tersebut menikahi Yogo. namun, apa yang di harapkan dengan pernikahan tanpa...
