"Nao-chan, ayo kita pergi jalan-jalan" rengenk Yogo
"Tidak! Jika aku membawa mu keluar ntah apa yang akan mereka berdua lakukan pada ku" Nanao dengan ngeri membayangkan tatapan kakaknya dan orang yang bernama Naoki itu
"Tapi aku bosan..... Ya kita ke supermarket di bawah saja ya, Nao.... Ku mohon"
Nanao menghela nafas "baik, tapi sebentar saja ok? Aku yakin si Naoki itu akan datang sebentar lagi" mata Yogo langsung berbinar cerah
Ia segera menggunakan pakaiannya yang tebal juga mantel untung saat ini sedang musim gugur jadi udara menjadi lebih dingin dari biasanya hingga memudahkan Yogo untuk menyembunyikan perut nya
Setelah acara berpakaian yang lama, Yogo dan Nanao berangkat menuju minimarket, mereka mengobrol sepanjang jalan hingga saat sampai mereka mulai mengingat-ingat barang yang ingin mereka beli
Semoga saja ingatan mereka tidak seburuk ingatan mu, maaf aku hanya bercanda
Nanao mulai fokus pada sayur-sayuran dan diskon yang di berikan sedangkan Yogo hanya mengikuti dari belakang
"Kak, lihat ini ada susu! Sedang promo!" Peik Nayano sudah seperti menemukan harta Karun
"Santailah, Nanao" Yogo terkekeh
Jika di sandingkan mereka memang adik kakak yang serasi, Nayano yang hemat uang dan isaki yang gila kerja
"Nao-chan-"
"Kak, lihat! Biskuit ini ada diskon juga! Kita beli oke?" Nanao menunjukkan biskuit kalengan yang cukup besar itu pada Yogo
"Nao, aku tidak suka rasa vanilla"
"Kalau begitu kita beli yang rasa coklat!" Yogo mengangguk pasrah
Sebenarnya Yogo membujuk Nanao agar mau pergi ke minimarket agar ia bisa memilih beberapa cemilan untuk di makan di tengah malam
Biasanya Yogo akan melamun, atau menatap layar ponselnya lama, memikirkan nama yang lucu untuk bayinya atau sekedar buang air kecil dan kembali tidur
Jadi Yogo memutuskan untuk membeli beberapa cemilan untuk ia makan saat tengah malam, tapi yang bisa ia lakukan sekarang hanya mengikuti Nayano yang maniak diskon
"Nanao, bukankah kau bilang hanya sebentar? Isaki mungkin sudah pulang"
Nanao yang sedang asik memilih diskon itu langsung menatap Yogo dengan tatapan polos seperti tidak tahu apa-apa
"Jangan menatap ku seperti itu, aku tidak bersalah aku bahkan belum membeli apa yang ingin ku beli"
"Kak.... Aku benar-benar lupa" nanao menunduk, ia benar-benar merasa bersalah
"Tidak apa, ayo pulang, aku bisa beli cemilan itu besok kau juga sudah membeli banyak cemilan" Yogo tersenyum
Nanao yang sempat kehilangan cahaya bersinar kembali, ia dengan semangat mengangguk lalu kembali berjalan menuju kasir
Setelah membayar mereka bergegas pulang, sama seperti saat berangkat mereka kembali mengobrol sepanjang jalan tanpa henti
.
.
.
.
.
Sedangkan di sisi lain
"Zayu, kau sudah seperti penguntit" Nagi mencibir
"Kenapa? Memang benar aku penguntit" Nagi tercengang begitu mudahnya pria yang di depannya ini mengaku bahwa ia penguntit
"Kau sepertinya memang memiliki kesalahan pada mental"
"Diamlah, aku bisa membunuhmu hanya dalam satu tepukan tangan" Zayu masih fokus pada layar yang menunjukkan rekeman kegiatan Yogo berbelanja tadi
"Kau itu kakaknya bukan penguntit yang terobsesi padanya"
"Kau tidak tahu betapa khawatirnya aku, dia memiliki trauma yang lumayan parah dan insomnia"
"Zayu, dia memiliki orang di sampingnya yang akan menjaganya jadi tenanglah"
Zayu tidak langsung menjawab ia menghela nafas "baik" ia berusaha untuk mempercayai perkataan Nagi
*Oke sampe sini aku baru sadar kalo karakter yang namanya Nanao itu sama kayak karakter di Girl From Nowhere. Padahal pas aku bikin karakter Nanao itu aku lagi mikirin NANA DI MOBILE LEGEND! sumpah pas sadar aku syok banget 😭
KAMU SEDANG MEMBACA
Not Again (bxb)
Ficción GeneralOsaka Yogo adalah seorang pria gay yang tidak sengaja di tiduri oleh pengusaha ternama yang sedang mabuk. karena rasa tanggung jawab yang tinggi pengusaha yang bernama Naoki tersebut menikahi Yogo. namun, apa yang di harapkan dengan pernikahan tanpa...
