Sana menangis di samping jenazah Nagi, ia tidak tertolong karena adanya pendarahan serta beberapa komplikasi penyakit
Zayu sudah di bawa oleh polisi satu jam yang lalu, namun saat di interogasi dia hanya diam sembari menatap nyalang ke arah polisi
sedangkan Naoki membawa Yogo kembali ke rumah Isaki untuk menenangkan rasa Panik nya.
"Tidak apa-apa kak, sekarang ada Nanao di sini tidak perlu takut" ujar Nanao
"Um, aku jadi merasa sedikit tenang, terima kasih" senyum muncul di wajahnya yang pucat
"Ya, kau lebih baik di dalam keluarga yang hangat daripada suram" ujar Isaki
"Setiap kali kita akan menyentuh kebahagiaan pasti ada saja yang mengganggu" Naoki bersandar di sofa menenangkan pikirannya yang sebenarnya sedikit panik
"Yogo, apa ada yang tidak nyaman?" Tanya Isaki khawatir
"Tidak, hanya belakangan ini bayinya sering menendang"
"Kak sepertinya dia akan jadi atlet" Nanao terkekeh ketika membayangkan wajah campuran Yogo dan Naoki dengan otot-otot yang indah
"Tidak, dia harus menjadi manusia yang memiliki hati nurani!" Bantah Naoki dengan wajah datar
"Itu pasti sulit..... Melihat ayahnya adalah kau" semua orang seketika menatap Naoki kemudian mengangguk setuju
"Hei, apa-apaan itu, aku baik, memilki hati nurani, rendah hati, pintar dan-"
"Cukup Naoki-san, kau membuat ku mual" ujar Yogo sembari menutup mulutnya seolah-olah benar-benar akan muntah
"Yogo kau jahat" rengek Naoki
"Di sini siapa yang jahat"
"Oh ayolah, itu berbeda kehidupan! Kenapa kau kejam sekali pada ku!"
"Kehidupan ini atau Sebelumnya Naoki tetaplah Naoki"
"Yogo~~~!"
Nanao dan Isaki yang menyaksikan pertengkaran antara anjing dan kelinci itu saling berbisik
"Kak, sepertinya posisi mu yang selalu di tindas berubah"
"Hm, syukurlah. Aku lelah terus menerus di tindas"
"Menurut mu, siapa yang akan menang? Kak Yogo atau Naoki?"
"Yogo, Karena meski dia laki-laki dia tetaplah seorang emak-emak"
"Hm, mungkin istilah wanita selalu benar harus di ganti menjadi Uke selalu benar"
"Ya, aku setuju" mereka mengangguk dengan kompak seolah baru saja menyelesaikan sebuah masalah besar
"Hei, kalian berdua! Batu aku untuk menyelesaikan perdebatan ini! Yogo benar-benar tidak mau mengalah!" Naoki berteriak kepada Isaki dan Nanao
Isaki mengangkat tangannya lalu dengan ekspresi polos mengembalikan berkata "itu rumah tangga mu, jadi selesaikan sendiri"
"Isaki!"
"Jangan berteriak dasar manusia durjana!"
"Jangan bawa-bawa aku, aku sedang tidak mau di tindas karena kejombloan ku"
"...."
.
.
.
.
.
.
Kamar tidur zayu
"Sialan! Bajingan gila itu mengurung ku!" Umpat Kiki
Ia sudah mengelilingi kamar ini tiga kali namun tetap tidak menemukan kunci cadangan kamar itu, ia menoleh ke arah jendela dan mulai memikirkan sebuah rencana
Kiki membuka jendela itu lebar-lebar "ini lantai tiga, tidak terlalu tinggi" gumamnya
Ia mulai membuka lemari zayu dan mengambil pakaian dan mengikatnya satu persatu, Kiki menggunakan kain yang bisa ia temukan untuk tambahan.
"Sayang sekali pakaian merek mahal ini harus rusak" ujarnya
Ia mengikat tali yang sudah ia buat itu pada ranjang dan kemudian menjuntaikan nya ke luar jendela, setelah yakin sudah terikat Dengan kuat kiki lalu turun dengan perlahan
Kakinya yang telanjang menyentuh rumput, sedikit Merasa geli namun Kiki tidak peduli ia berjalan keluar untuk kembali kerumah dan memikirkan rencana balas dendam
'setiap manusia pasti memiliki dendam, ntah itu yang secara terang-terangan dan ingin membalas atau hanya menyimpan nya dan diam. Maka dari itu kita harus menjaga sikap sebagai seorang manusia yang tidak sempurna.
Hanya dengan sabuah kalimat yang di katakan dengan tulus seperti 'aku minta maaf ya' atau 'maaf ya' kau bisa mengurangi dendam itu agar tidak membesar' - author note
KAMU SEDANG MEMBACA
Not Again (bxb)
Fiksi UmumOsaka Yogo adalah seorang pria gay yang tidak sengaja di tiduri oleh pengusaha ternama yang sedang mabuk. karena rasa tanggung jawab yang tinggi pengusaha yang bernama Naoki tersebut menikahi Yogo. namun, apa yang di harapkan dengan pernikahan tanpa...
