Hari yang spesial telah tiba, hari pernikahan yang sangat di tunggu-tunggu para mempelai
Yogo duduk di depan cermin dengan semua riasan samar di wajahnya, pakaiannya terlihat indah, berwarna putih tampak sangat bersih dan murni
Sang bunda berbisik di telinganya "siap?"
Dia mengangguk "Um"
Ayahnya berdiri di depan pintu, tampak gagah dan tampan jika di perhatikan wajahnya sangat mirip dengan zayu
Ia menaruh tangannya di atas telapak tangan ayahnya, kemudian berjalan perlahan menuju altar
Yogo memejamkan matanya, setiap langkah mengingatkannya akan kenangan pahit-manisnya
Hari ia kembali ke masa lalu, kabur dari Naoki, bertemu Isaki, menyelamatkan Nanao, dan banyak lagi
Dia masih sering bertanya-tanya apakah ini semua hanya mimpi?
Namun ia harus percaya bahwa ini semua bukanlah mimpi ini kenyataan, tuhan menyayanginya, dia spesial. Tuhan memberikan kesempatan, kenikmatan setelah kesengsaraan nya
Setitik air mata jatuh ke pipinya dan dengan segera di usapnya, Yogo memandang perutnya yang dengan samar terlihat, membelai lembut perutnya kemudian mendongak
Apapun yang terjadi di masa depan dia tidak akan sendirian! Ada banyak orang di sisinya sekarang jika dulu ia kesepian maka sekarang ia akan menjadi orang yang paling bahagia dan di kelilingi orang-orang baik
Jangan pernah putus asa, masih ada harapan jangan biarkan api harapan padam begitu saja semua pasti ada jalan keluarnya
Itu adalah kata-kata yang selalu ia yakini dia tersenyum cerah memandang ke arah ayahnya yang sangat tenang seperti permukaan air
"Ayah" panggilnya
"Iya?"
"Aku akan menikah!" Dia tersenyum menunjukkan betapa bahagianya dia hari ini
Mereka berhenti di hadapan pintu besar itu "Ya, selamat atas pernikahan mu sayang, ayah akan mendoakan yang terbaik untuk mu" Tomori mencium dahi putranya
Pintu perlahan di buka menampilkan sosok Naoki yang tampan dan tegas di ujung sana
Sekali lagi ia mengalami Dejavu, pernikahan mereka di kehidupan Sebelumnya sangat suram, hanya ibu mertuanya yang tampak sangat bahagia bahkan ayah mertuanya tidak ikut hadir karena padatnya jadwal
Namun Sekarang berbeda, ada seorang ayah yang mengantarkannya menuju calon suaminya ada bunda yang menangis bahagia, Ayah dan ibu mertuanya lengkap, dan para tamu undangan bertepuk tangan ikut meramaikan
Tomori memindahkan tangan Yogo ke telapak tangan Naoki dia tersenyum dan berkata "jagalah anak ku dengan baik"
"Tentu..... Ayah mertua" alis Tomori berkedut ada sedikit kebahagiaan di dadanya namun dia berusaha untuk tetap tampil cool
Ia berdehem kemudian mempersilahkan pendeta agar memulai upacaranya
Janji pernikahan di sebutkan dengan lantang oleh kedua pasangan itu, Dejavu kembali menghampiri mereka.dulu setelah pendeta mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang sah Naoki bergegas pergi untuk menangani urusan perusahaan dan sekarang berbeda
Naoki memeluknya erat, seperti takut kehilangan, tangan lebar itu melingkar di pinggang Yogo dengan posesif kemudian mencium bibir manis milik pasangannya
Semua orang bersorak dan bertepuk tangan dengan meriah, sana menghambur langsung kepelukan suaminya untuk menangis
Dan ibu Naoki bersorak seperti orang gila "ya! Itu putra ku! Woooooo! Tunjukkan rasa dominan mu nak! Tunjukkan siapa pasangan mu!"
"Yuke...." Tegur sang suami
"Apa hah?! Kau ingin ku pukul?!" Eji menarik senyumannya dan hanya menurut dan bertepuk tangan dengan bahagia berusaha untuk tidak memperdulikan kehebohan sang istri
Sedangkan di barisan paling belakang Adan zayu yang di jaga ketat oleh polisi, dia tersenyum "ah....... Nagi, aku salah aku minta maaf..... Nagi....." Tidak ada air mata yang keluar namun bisa di rasakan betapa besarnya rasa penyesalan zayu
Setelah itu acara di gelar besar-besaran, zayu di pulangkan ke penjara setelah berpamitan dan memberi selamat
Sangat bahagia dan hangat dan itu lagi-lagi membuat Yogo menangis
"Kenapa sayang? Ada yang sakit? Atau lelah?" Tanya Naoki khawatir
Ia menggeleng "aku hanya merasa bahwa Tuhan sangat menyayangi ku..... Aku..... Aku..... Aku bahagia....." Tangisan Yogi pecah dia menangis sejadi-jadinya membuat nya menjadi pusat perhatian
Sana mendekati nya dan bertanya "apa ada yang salah?"
Naoki menggeleng dia tersenyum lembut sembari membelai rambut Yogo "dia hanya terlalu bahagia" semua orang bernafas lega
Acara kembali di lanjutkan Yogo yang lelah menangis tertidur di pelukan Naoki, ia pun meminta izin ke orang tuanya membawa Yogo masuk untuk tidur
Naoki membaringkan tubuh Yogo di kasur yang empuk itu, menyingkirkan rambut yang menghalangi di dahinya tersenyum lembut kemudian bergumam "kita akan bahagia bersama, mulai sekarang sampai akhir kelak"
.
.
.
.
.
Tiga tahun kemudian
"Shion...... Apa yang sedang kau lakukan?" Naoki mengelus lembut kepala putranya itu
"Menggambar!"
"Apa yang kau gambar?"
"Papa, mama dan shion!"
"Wow, putra papa sangat pintar!, Nanti kau akan papa berikan kapal pesiar sebagai hadiah ya?" Naoki memindahkan putranya ke pangkuannya
"Naoki-san, jangan gila, dia masih kecil dan kau sudah memberikan dia banyak harta, jangan memanjakannya Terlalu sering" Yogo datang dengan nampan berisi kue kering di atasnya berserta segelas susu
"Mama! Shion menggambar!" Shion menunjukkan gambarannya kepada Yogo
"Wah, bagus sekali, putra mama sangat pintar"
"Ya, tentu saja, aku kan ayahnya"
"Tapi sifatnya sangat jauh dengan mu"
"Ah kau ini, sepertinya tidak senang sekali melihat ku bahagia"
"Kita bahagia! Kita akan pergi ke akuarium akhir pekan nanti!" Pekik shion
"Oke, baik kita akan ke akuarium akhir pekan nanti"
"Yey!"
Ini akhir yang bahagia, perjalanan yang panjang namun terasa singkat, hati yang selalu merasa kesepian ini akhirnya penuh dengan cinta
End~
Terima kasih
KAMU SEDANG MEMBACA
Not Again (bxb)
Narrativa generaleOsaka Yogo adalah seorang pria gay yang tidak sengaja di tiduri oleh pengusaha ternama yang sedang mabuk. karena rasa tanggung jawab yang tinggi pengusaha yang bernama Naoki tersebut menikahi Yogo. namun, apa yang di harapkan dengan pernikahan tanpa...
