Minggu ini restoran Yogo akan mulai beroperasi, Yogo dan Isaki pun memutuskan untuk pindah ke apartemen yang lebih dekat dengan restoran dan rumah sakit.
"Kamar miliki ku sendiri yey!" Pekik Yogo
"Jangan melompat-lompat" tegur Isaki
"Maaf...."
Yogo mulai menata barang-barang miliknya di kamar nya sedangkan Isaki memasak di dapur
Yogo pernah mencoba memasak sendiri saat Isaki keluar,dan saat Isaki pulang ia bersumpah untuk tidak akan pernah membiarkan Yogo bermain di dapur
"Yogo! Makanan nya sudah siap!" Teriak Isaki dari dapur
"Ya!"
Yogo berjalan menuju dapur dan langsung duduk di kursi makan
"Kau masak apa?" Tanya Yogo
"Sup dan tumisan ikan"
"Aku ingin makan ayam crispy" ujar Yogo
Isaki menghentikan kegiatannya, ia berbalik dan mengambil telfonnya yang ada di atas meja memainkannya sebentar lalu kembali memasak
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Yogo
Bel pintu berbunyi
"Buka" ucap Isaki
"Oke"
"ISAKI!" Teriak Yogo kencang
"Jangan teriak-teriak kau menganggu tetangga" tegur Isaki
"Kau.... Memesakan ini untuk ku" Yogo membuat ekspresi terharu
"Untuk little Yogo"
"???"
"Untuk bayi mu...." Yogo memeluk perutnya
"Akh terima kasih big brother~" ujar Yogo dengan manja
Isaki mulai menata meja makan dan di bantu Yogo, setelah selesai mereka mulai memakan makanan itu bersama
"Isaki, kapan Nanao bisa pulang?" Tanya Yogo di sela-sela makannya
"Bulan depan ia baru bisa pulang" jawab Isaki
"Bagus! Lebih ramai lebih baik" Yogo tersenyum cerah
.
.
.
.
Seminggu setelahnya Nanao benar-benar di perbolehkan pulang, sambutan kecil-kecilan di adakan
"Nanao!" Pekik Yogo
"Kak Yogo!" Mereka berpelukan
"Apa-apaan ini kau memesan cumi-cumi?"
"Ya! Little Yogo ingin makan cumi!" Yogo menghela nafas, semenjak kandungan Yogo masuk satu bulan ia lebih banyak makan Isaki bingung karena Yogo tidak mengalami Morning sickness seperti ibu hamil pada umumnya, tapi ia juga bersyukur karena Yogo tidak perlu merasakan siksaan seperti itu
"Nanao! Ini sudah jam makan siang, ayo kita makan!" Nanao mengangguk
"Kau juga! Jangan langsung pergi ayo makan dulu!" Yogo menyeret Isaki agar duduk di meja makan
"Aku akan makan di restoran"
"Ikut makan atau aku akan masak di dapur"
"..."
"Memang kenapa kalau kak Yogo masak di dapur?" Nanao memiringkan kepalanya bingung
"Pertanda bencana alam" jawab Isaki
"Wah"
"Jangan percaya padanya dia berbohong"
"Aku berkata benar adanya"
"Tidak!"
"Benar"
"Su-sudah, ayo kita makan" Nanao berusaha melerai
Yogo dan Isaki pun berhenti berdebat dan mulai memakan makanan di meja. Isaki hendak mengambil cumi-cumi namun tiba-tiba tangannya langsung di tampar oleh Yogo
"Tidak boleh! Ini milik little Yogo!"
"Aku hanya ingin satu"
"Tidak boleh!"
Isaki menghela nafas, dan mulai memakan makanan seadanya, melihat itu Nanao terkekeh jarang sekali melihat kakak nya sekesal ini
"Ngomong-ngomong, siapa little Yogo?"
"Bayi di perut ku" celetuk Yogo yang langsung mendapat pelototan dari Isaki
"Hah?! Kak Yogo hamil?!" Yogo mengangguk
"Kakak! Kau menghamili kak Yogo?! Astaga kau bejad! Seharusnya kau menikahi dia dulu!"
"Tenanglah Nanao"
"Bagaimana aku bisa tenang! Aku akan jadi bibi tapi kakak ku tapi belum menikahinya!"
"Nanao, ini bukan anaknya Isaki ini miliku dan tunangan ku" ujar Yogo santai tanpa dosa
"Oh"
"...."
'aku ingin bunuh diri" - Isaki
KAMU SEDANG MEMBACA
Not Again (bxb)
Ficción GeneralOsaka Yogo adalah seorang pria gay yang tidak sengaja di tiduri oleh pengusaha ternama yang sedang mabuk. karena rasa tanggung jawab yang tinggi pengusaha yang bernama Naoki tersebut menikahi Yogo. namun, apa yang di harapkan dengan pernikahan tanpa...
