Miya Atsumu terbiasa hidup mewah sedari kecil. Apapun keinginannya terpenuhi hanya dengan jentikan jari. Kala roda kehidupan berputar, Atsumu yang terbiasa hidup mewah tak bisa dengan kehidupan serba berkecukupan.
Di lain hal, Sakusa Kiyoomi taipan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di sini ia sekarang. Di dalam ruang perawatan dengan aroma rumah sakit yang khas dengan sosok manis berjubah putih yang tengah memerhatikan layar monitor yang memperlihatkan kondisi rahimnya.
"Jadi, setelah hasil pemeriksaan tadi kondisi rahim Miya-san sangat baik. Tidak ada hal buruk jika terjadi pembuahan. Semuanya normal, tekanan darah, hormon dan kondisi rahimnya."
Atsumu meremat jemarinya. Lega rasanya saat ia tahu kondisi tubuhnya yang baik di samping dirinya seorang omega yang telat mekar.
"Jika kalian tengah bersiap untuk program kehamilan, kurasa ini saat yang tepat. Masa subur Miya-san akan datang tiga hingga tujuh hari mendatang. Meski siklus heatnya tidak teratur namun hormonnya sangat baik. Tidak ada masalah dengan hal itu Semi-san."
Atsumu merona tipis kala dokter Kenjirou mengatakan hal demikian dengan santai.
"Jika begitu tidak akan terjadi masalah bukan?"
Kenjirou tersenyum tipis memandang pasangan dihadapannya. Alpha surai kelabu itu nampak dingin namun Kenjirou tahu jika ia peduli dengan omeganya. Manis sekali.
"Tidak Semi-san. Miya-san bisa mengkonsumsi beberapa vitamin dan memperbanyak mengkonsumsi buah dan kacang-kacangan. Jika ada masalah datanglah lagi, kusarankan Semi-san untuk mengingat masa subur Miya-san dan mengatur kegiatan badan ditanggal tersebut. Ah jangan lupa untuk menjaga kondisi mental juga sangat berpengaruh."
Atsumu sudah tidak peduli lagi dengan wajahnya yang terbakar. Dokter Kenjirou pasti mengira jika ia dan Eita adalah pasangan. Siapapun akan berpikir demikian meski sejatinya tidaklah seperti itu.
Atsumu memandang sisi jalan. Ia sudah meninggalkan kota kelahirannya berikut dengan kerabat dan sahabatnya. Ia tak sempat bertemu Rintarou untuk sekedar berpamitan sebab Atsumu tahu jika ia bukan pembohong yang baik bila itu adalah Rintarou orang yang telah mengenalnya sejak kecil.
Hanya sepucuk pesan singkat untuk Rintarou jika ia akan pergi untuk tinggal dengan bibinya di Miyagi. Bersyukur, Rintarou percaya dan memberikan balasan jika ia akan merindukan Atsumu sampai waktunya si lelaki tinggi itu pulang.
Jalan tol di malam hari terlihat lenggang namun tak sepi. Hanya beberapa mobil melintas ditengah sepi sama halnya dengan ia dan Eita yang tak banyak terlibat obrolan.
Setelah hasil kesehatannya keluar, Eita langsung menyeretnya untuk segera pergi dari sana. Berkemas dengan pakaian seadanya kemudian tanpa bertanya panjang Atsumu mendudukan diri di sisi pria kelabu tersebut.
"Semi-san, sejauh mana kita akan meninggalkan Hyogo?"
Eita membelokan kemudi memasuki perumahan. Suasana asri dengan pepohonan rindang menjadi objek baru yang ditangkap manik coklat Atsumu.
"Kita di Osaka. Sakusa memiliki hunian di sini, selama masa kontrak kau akan tinggal di rumah ini dengan beberapa asisten rumah dan dokter pribadi."
Atsumu menengadah, menatap rumah yang akan ia huni kurang lebih sepuluh bulan ke depan. Lingkungannya cukup tenang selain ini malam hari, jauh dari pusat perkotaan Osaka yang ramai atau lingkungan pariwisata. Sangat cocok untuk menyembunyikan hubungan mereka.
"Ayo masuk, Sakusa ada di dalam."
Tubuh tinggi Atsumu menengang. Ini pertemuan pertamanya dengan Kiyoomi. Selama hidup, Atsumu tidak pernah sedikitpun berpikir akan terlibat dengan orang dengan popularitas tinggi seperti Sakusa Kiyoomi bahkan hingga mengandung anaknya.
Eita memimpin diikuti dengan Atsumu yang mengekor di belakang. Mengentuk pintu kayu sebelum akhirnya keduanya masuk ke ruangan di mana ada sosok surai kelam yang tengah menyeruput teh mawar.
"Miya-san sudah di sini sesuai dengan perintahmu Sakusa."
Atsumu dapat mendengar bagaimana suara berat pria jangkung di depan sana. Kala Eita menutup pintu, Kiyoomi mendekat ke arahnya. Mengangkat dagu Atsumu dengan jarinya yang panjang.
"Miya, dengan adanya kau di sini kau sudah setuju dengan kontrak yang tertulis. Ku ingatkan akan satu hal, aku ingin laki-laki atau alpha."
Manik coklat Atsumu mengabur ketika Kiyoomi dengan sengaja meluapkan feromonnya. Aroma musk yang kental dengan kesan sensual dan perpaduan papermint yang segar. Feromon yang sangat cocok untuk sosok alpha seperti Kiyoomi
Iris sehitam jelaga menatap sosok Atsumu yang terlihat kepayahan dengan napas yang mulai memberat berkat feromonnya. Kiyoomi mengulas senyum miring, semua omega memang sama. Mereka terlalu mudah untuk ditaklukan. Bahkan Kiyoomi tak memerlukan usaha lebih untuk memancing heat Atsumu. Hanya dengan feromonnya, tubuh tinggi berisi omega itu lemas dan gemetar.
"U-uuhh— tu-tunggu."
Jemarinya meremat bahu sang alpha tatkala jari panjangnya menelusup kedalam celana yang Astumu kenakan. Menggesek, menekan, kemudian memasukannya ke dalam lubang basah Atsumu dengan mudah.
"Bagaimana ini? Respon tubuhmu berbanding terbalik dengan ucapanmu Miya. Lihat bagaimana lubangmu melahap jariku dengan rakus. Dan tepat di sini—"
Atsumu melenguh melempar kepalanya dengan mata terpejam tatkala Kiyoomi meremas genitalnya.
"Kau terus menggeseknya dengan tak sabaran. Aku punya banyak waktu untukmu Miya, jadi kita lakukan dengan perlahan."
Satu hal yang pasti, Atsumu berpikir jika Kiyoomi lah satu-satunya orang yang dapat memancing heatnya datang lebih cepat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.