ㅡ nineteen

2.5K 325 17
                                        

sorry for typo.
happy reading!
.

flasback.

waktu itu, jeno kecil sudah berumur 6 tahun.
hari yang ia tunggu sudah tiba, iya.  sekolah pertamanya, tadika anak anak.
jeno kecil sudah menunggu waktu ini, dimana ia berkhayal akan berangkat dengan sang kakak bersama menaiki mobil papa, bercanda ria, dan akan banyak topik disana.

'bii, anti nono, malk hyung cama papa belangkat baleng kan???'

bibi terdiam melihat pergerakan tangan mungil jeno yang sudah sedikit mahir bahasa isyarat. si jenius kecil ini cepat sekali menghafal huruf di tangannya untuk berkomunikasi.
namun, lagi lagi bibi lee hanya bisa diam melihat nya.

'bibiii kok diemm..'

"aden berangkat di anter sama bibi ya? nanti bibi tungguin di depan kelas aden."

kepala jeno tampak mengangguk kecil tanpa mengingat ucapannya tadi. tapi, kini tangan kanan mungilnya di taruh di dagu seakan akan sedang berpikir .

'hummm...'

'antii, bibii abis ngantel nono langcung puyang ajaa. kalau cekolah nono udah celecai baluu  bibi jemput nono agii...'

"gapapa di tinggal, hum?" tanya bibi lee serius

jeno kembali mengangguk semangat.
'antii bibi capekk kalau bibi nungguin nono di cekolah...'

👑👑👑

"beneran bibi tinggal nih?? nanti kalau ada yang nakal sama aden gimana??" ujar bibi lee khawatir.

anak dari tuan nya ini di tempatkan di sekolah swasta kanak kanak, ia takut jeno akan di jahili karena keterbatasan nya ini oleh kebanyakan anak anak disini.
bibi lee pun sampai tak habis pikir, kenapa tuan nya tidak menyekolahkan jeno di sekolah khusus saja. perihal keadaaan jeno ini, di sekolah khusus pun dia akan di perlakukan baik karena guru yang nanti disana akan di siapkan untuk masing masing  anaknya.

namun, si kecil jeno hanya melempar senyum kepada sang bibi. memberi tahu bahwa ia tidak apa apa.

katanya, 'liyaatt aja antii, temen nono pasti banyakk bibii.'

dan bibi lee percaya.



jeno melempar lambaian tangan ke arah bibi lee yang akan pergi dari area sekolah nya kembali ke rumah.































jeno meremas tas punggung biru nya yang  bergambar batman erat, mengedarkan pandangan nya ke sekitar. banyak sekali anak anak yang di dampingi orang tua, mengingat sekarang hari pertama masuk sekolah. jeno juga menginginkan hal itu, dimana mama atau sang papa menemani nya di hari pertama sekolahnya.





































jeno kecil kembali meremas kuat tas nya, namanya belum di panggil untuk masuk ke kelas.
matanya sesekali melirik ke samping gerombolan ibu ibu yang sedang asik berbicara tanpa memperdulikan ada anak kecil mungkin seumuran dengan  anaknya juga yang sedang kebingungan terlantar di depan kelas tanpa teman.

'sehalus na, nono dengelin kata bibi yyaa, nono sendilian cekarang...' kepalanya merunduk. menyesali omongan nya tadi pagi, sekarang ia sendirian.











"ini yang namanya jeno ya??"

kepalanya mendongak, menatap wanita paruh baya di hadapannya itu lesu. namun tetap menganggukkan kepalanya pelan.

wanita itu tersenyum tulus, "ini bu guru, jeno." ujar nya sambil mengelus puncak kepala jeno.

"jeno kok belum masuk kelas sih sayang?" tanya wanita itu

jeno menggeleng pelan, 'tadi nono liyat bu gulu panggil nama anak anak, tapi nono nda dengel nama nono di panggil bu gulu.' si jeno kecil pandai sekali menggunakan tangan nya untuk berkomunikasi dengan orang.


wanita itu tersenyum tipis melihat pergerakan tangan anak mungil itu. "masuk kelas ibu aja yuk, temen nya banyak loh." ujarnya


mata jeno berbinar mendengar kata teman di sebut oleh orang di depannya ini. 'temen?? banyakk???!'



"huum banyak." balasnya


tak lama, tangan kecil jeno tampak menarik tangan sang bu guru untuk segera masuk ke ruang kelas  yang di maksud.

'bu gulu, ayo kita ketemu temen!!'


wanita itu tertawa, "hahaha, iya sayang. panggil bu guru, ibu yoona ya, sayang??" tutur nya sambil tertawa gemas melihat jeno kecil

jeno tanpa ragu untuk kembali mengangguk senang. 'iyyaaa bu yoonaa cantikk...'


"gemes banget sih kamu."

👑👑👑

"tadi aden di anter bu guru sampai gerbang??"
bibi lee tampak membuka topik di tengah perjalanan pulang dari menjemput si kecil jeno dari sekolah, dengan posisi jeno yang tengah dia gendong di tangan kirinya.

si kecil jeno pun hanya merespon mengangguk tanpa ekspresi, mukanya di tekuk selama perjalanan dari sekolah.

"gimana temen nya? banyak kan?"

kembali hanya anggukan,

"bu guru tadi gimana sama aden?? baik kan bu guru???"


mendengar kata bu guru, kepala jeno langsung mendongak cepat.

'tadi! bu gulu baik banget sama nono!!'


bibi lee langsung tertawa, sepertinya mood sekolah tuan kecil nya sekarang hanya ada di bu guru ini.

selama di perjalanan pulang, bu guru yoona adalah topik hangat seorang jeno kecil di awal sekolah pertamanya.

tbc.

hellooo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

hellooo ....

feel nya dapet ngga niiih guysss🤔🙂
jangan lupa tinggalin jejak yyaa!😉
vote dan komen kalian sangat di butuhkan xixi 🙂
see youu😉💚

ㅡ queeennananaaa, 22 juli 2021

silent ; jenoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang