ㅡ twenty three

2.4K 351 24
                                        

happy reading...








"bunda,"

yoona menundukkan pandangannya ke bawah menatap manik bungsu na yang berada di samping tidur nya sekarang.

ya, sekarang ia sedang berada di kamar si bungsu karena keinginan si anak ini untuk mengajaknya tidur bersama malam ini.
yoona pun tidak akan pernah menolak permintaan putra nya ini, terlalu mustahil untuk perasaannya untuk menolak.

"hm? iya sayang. bunda disini," sahut yoona sambil mengelus puncak kepala anaknya halus

"bunda, waktu jeno main kesini, bunda cepet banget akrab sama temen nana satu itu. biasanya bunda harus mantau temen-temen nana kalau main kerumah, baru bisa akrab ... " ujar jaemin tiba-tiba

yoona terdiam mendengar tuturan sang anak. jaemin benar, yoona akan selalu overprotektif kepada si bungsu apalagi soal pertemanan jaemin.
perihal dulu pasca sekolah menengah pertama, jaemin mendapatkan perilaku tidak enak dari teman nya dahulu.

mereka hanya memanfaatkan kepintaran dan kekayaan harta ayah jaemin untuk mengatasnamakan pertemanan. memaksa jaemin mengerjakan tugas yang bahkan bukan tugasnya dan lainnya.
membully lebih parah, mengatai jaemin penyakitan. soal jaemin sering ijin kepada guru mapel untuk pergi kerumah sakit untuk cek up kesehatan, bahkan bisa sampa ijin berhari-hari di karena kan diharusnya rawat inap.


tak sanggup yoona membayangkan nya lagi, sudah cukup..

"bunda..."

lamunan yoona pecah saat mendengar suara lirih anaknya, "iya sayang? maaf bunda..."

















"perut nana, hiks. perih bunda..."














"JAEHYUN  !! NA JAEHYUN!"


"i-iya bunda???! ada apa kok teriak??" jaehyun datang ke kamar adik dengan nafas tersengal

"SIAPKAN MOBIL KITA KE RUMAH SAKIT !!"

"TELFON AYAHMU, JANGAN PULANG ! SURUH DIAM DI TEMPATNYA KARENA KITA BAKAL KE SANA!" seru yoona mulai panik  sehingga nada bicaranya mengeras, dan jaehyun pun menggangguk setuju langsung pergi menyiapkan segalanya yang di perintahkan sang bunda.

"b-bunda..."

"iya gapapa, maaf ya bunda teriak di depan kamu... maaf.." yoona langsung memeluk kepala jaemin lembut, merasa bersalah karena berbicara keras di depan putranya yang sedang sakit ini.

"habis ini kita ke rumah sakit ya sayang, bunda ngga nerima penolakan! okei??"









"tapi, bunda... soal jeno...hiks..."







"jeno itu murid bunda dulu waktu bunda mengajar di taman kanak-kanak,

anak kecil yang terlalu lucu untuk di benci,

anak kecil yang terlalu sayang untuk di sia-sia kan,

untuk kasus jeno, dia adalah anak yang terlalu spesial untuk diberikan kepada keluarga anarkis."





"BUNDA MOBILNYA SUDAH SIAP."

👑👑👑

aku tidak paham dengan apa yang terjadi. di tubuhku ini, raga ini.
rasa kaku sekujur badan dan tidak bisa bergerak sama sekali itu yang sekarang aku rasakan, selain ini...
bau khas ruangan terasa sampai hidungku, tapi... kedua mataku sangat berat untuk membukakan pilarnya... kenapa ini,

silent ; jenoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang