ㅡ twenty five

2.6K 371 21
                                        

'plak!!'

tubuh jeno terpanting ke samping hingga terjatuh ke lantai kala mendapatkan tamparan sengit dari sang papa.

hanya perihal surat dari sekolah yang mengadakan study tour tingkat sekolah dasar.
jeno mendapat tamparan yang bukan main-main dari tangan besar papa.

jeno memegang pipi kiri nya, ngilu. ini kontak fisik pertama dari papa ke padanya.
selama ini hanya caci makian sang papa yang jeno dengar, jeno sudah terbiasa oleh itu. namun, kali ini berbeda, papa sudah mulai main fisik kepadanya.

badan jeno menepi ke samping dinding untuk mendapat pegangan untuk kembali berdiri, namun,

'dugh!'

jari telunjuk donghae mendorong dahi jeno kala jeno mulai berusaha mendongakkan kepalanya menatap papa nya dengan keras hingga menghantam tembok di belakang anak kelas 6 sekolah dasar itu.

donghae menatap sengit bola mata anak itu . sedangkan jeno, ia membalasnya dengan tatapan memohon. . seakan berkata, 'sakit..'

"kau ini mulai tidak tahu diri ya?" sarkas donghae

"kau di sekolahkan dan di perbolehkan tinggal dirumah ini seharusnya kau lebih bersyukur, dari pada ku biarkan menjadi gelandangan di luar sana! kau mau saya usir dan menjadi gelandangan di luar sana?!" bentak donghae kembali menekan dahi jeno lebih keras hingga sang empu memejamkan matanya lalu meringis tanpa suara

kepala jeno menggeleng, ia tidak mau.
jeno masih mempunyai orang tua. jeno tidak ingin berjauhan dengan orang tua nya.

'tidak mau, papa..'

donghae berdecak, melepaskan telunjuknya dari dahi jeno yang mulai memerah.

"kau disini untuk bekerja bukan untuk berlibur."

"sana, kembali ke tempat mu !"

jeno langsung mengangguk cepat, bergerak cepat dari duduk nya untuk segera berdiri.
berdalih memungut kertas info study tour dan satu kertas lagi bertuliskan

'papa, sekolah jeno ada acara berlibur ke kebun binatang dan pantai. jeno boleh ikut kan?? jeno mau ikut...'

sia-sia, papa nya tidak setuju dengan itu. kertas yang sempat di remat papa di lantai bebas ruang kerja papanya , jeno akan menyimpan nya.
kali saja ia akan pergi lain waktu, mungkin bukan dengan teman sekolah nya, tapi, keluarganya??? semoga.

"cepat keluar! saya sibuk!" bentak donghae lagi

jeno cepat-cepat membungkukkan badan nya ke arah papa, tanda ia izin keluar.

'jeno keluar, papa..'

jeno akhirnya keluar dari ruangan itu. namun, di pintu ruangan sang papa, jeno bertemu dengan seseorang yang ingin sekali jeno panggil namanya setelah papa.

kontak mata sempat terjalin di antara keduanya, namun, tidak lama kemudian yang lebih tua memutuskan kontak mata tersebut dan memilih memasuki ruangan besar papa tanpa ada seruan kasar keluar dari bibir papa.

malah yang jeno dengar adalah,

"oohh papa harus tanda tangan buat bahas study tour smp kamu? atau papa papa harus ke sekolah kamu buat hadir pertemuan??"

jeno menghela nafas pelan, suara papa sangat halus di dengar kala berbicara dengan orang lain selain dirinya. kenapa suara papa harus terdengar menyakitkan jika berhadapan dengan nya?

silent ; jenoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang