(Follow dulu sebelum baca🥰)
***
Maira Wardatul Jannah, seorang santriwati yang menjadi Abdi ndalem dan diam-diam dicintai oleh Gusnya. Yakni, Muhammad Hamam Al-Azizi.
Sedangkan Maira sudah memiliki tambatan hati sejak di bangku Madrasah Aliyah du...
Assalamu'alaikum semuanya... Kembali berjumpa dengan Gus Hamam dan Maira🥰.
Jangan lupa vote ya... 😊
🌺🌺🌺
Suasana ndalem sangat ramai, para abdi ndalem telah disibukkan dengan kegiatan membungkus seserahan yang akan dibawa ke acara lamaran besok pagi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ya, malam ini setelah isya aku ke ndalem turut membantu membungkus jajanan yang ditaruh dinampan lalu dibungkus dengan plastik bening bermotif. Tak lupa di kasih pita untuk mempercantik.
Setelah madrasah semester, kegiatan pembelajarn di pesantren diliburkan, tapi setelah salat Isyak ada pengajian yang disampaikan oleh Abah Kyai Khalid. Dan itu berlangsung selama satu minggu.
Selama seminggu pula para asatiz disibukkan dengan ngoreksi jawaban para santri juga merekap nilai mereka.
"Nduk, kapan kembali, sehat nduk?" tanya Bu Nyai.
"Sonten wau Ummi. Nggih, alhamdulillah sehat," jawabku menghampiri beliau lalu mencium tangan beliau dengan ta'dzim.
Beliau mengelus pucuk kepalaku yang terbalut hijab pashmina warna peach. Senada dengan baju yang kupakai.
Ya, beliau baru mengetahui kehadiranku di ndalem, sepertinya beliau dari luar karena beliau masuk bebarengan dengan Gus Hamam. Untuk seperkian detik tatapan kami bertemu, ada seulas senyum yang dia sematkan pada bibirnya. Aku hanya menunduk, tak ingin mereka yang ada di ruang tamu ini menaruh curiga padaku.
Gus Hamam berlalu masuk ke kamar dengan menenteng paperbag. Setelah Ummi Ma'summab menyapaku beliau pun berlalu masuk ke kamar.
"Yo wes nduk, dilanjut yo?"
"Nggih Ummi."
*** Semua persiapan telah selesai tepat di jam sebelas malam, aku merasa terharu dan bahagia tatkala barang-barang ini adalah untukku.
Indra penglihatanku tertuju pada kotak besar yang terbungkus dengan mika kaca. di dalamnya terdapat set baju yang tempo lalu dibeli oleh Bu Nyai, ya set baju muslimah warna biru muda. Ah, rupanya baju itu untuk diriku, hingga tanpa sadar sebuah senyuman terbit pada bibir ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.