23

43K 3.2K 314
                                    

Hai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hai

Tandai typo yah


○●○

gara-gara kejadian kemarin Sia harus merombak dan merapihkan tanaman dan bunga-bunga nya, memilah mana yang masih bisa di selamatkan dan mana yang harus di buang atau berpindah tempat ke Keranjang bumbu Sia di Dapur.

Anaknya benar-benar memanen semua tanaman Sia, dari mulai Jahe, Kunyit, Lengkuas, kencur, semuanya sudah keluar dari tanah, sampai dengan cabai yang masih muda Sudah tergeletak mengenaskan di dalam tong sampah, karena tidak bisa dimakan.

hari ini Sia dan keluarga akan berkebun dan menata kembali halaman Rumah yang awalnya rapih dan Asri di sihir oleh tangan lembut nan gembul Nana sampai seperti di terjang puting beliung sangat amat berantakan.

Sia sangat mempersiapkan acara berkebun hari ini dengan kostum Pendukung dan peralatan lengkap, tidak sia-sia Sia berjam-jam meng scroll sosial media untuk berbelanja pakaian dan alat-alat yang ia butuhkan untuk berkebun hari ini,

tidak lupa Sia juga membeli beberapa bibit yang sudah siap tanam, untuk memenuhi kebun nya kembali

"Dede udah siap?"

"Udah mama!!! Mama sepatu boots bling-bling dede mana?"

"Ada di rak sayang, minta ambil ke papa sana, ada di Rak" peritah Sia "sekalian ke papa bilang, Papa bawain sepatu punya Mama, tolong ya Sayang Mama mau siapin Bibit nya dulu"

"ote Mama!!" Nana berlari ke arah dalam rumah

***

"Mama-mama papa da mau pake patu bling-bling" Suara Nana dari dalam Rumah,

di belaka nya Ada a Bayu yang sedang Membawa Dua Sepatu Miliknya Dan milik A bayu Sendiri, sedangkan si gembul sudah menggunakan sepatu boots nya.

"Kenapa Papa gak Mau pake Sepatunya?" tanya Sia sembari Berjongkok di depan sang Anak

"kata Papa Patu nya Da kelen, Papa da Suka Bling-bling" Adu Nana dengan Murung, sedangkan Bayu yang berada di belakang yang sedang menjinjing Sepatu lalu menyimpan nya di atas Kursi Santai yang berada di depan kebun.

"kenapa papa gak mau pakai Sepatu nya?" Dengan suara di buat seperti sedang memarahi anak kecil tanya Sia pada Bayu Dalam Posisi nendongak masih sejajar Dengan Sang Anak "padahal Dede Loh Yang pilih warna sama motif nya, ia kan sayang?"

"Heem, dede belina pake uang THL lebalan, uang dede abis tapina papa dak mau pake patu bling-bling" adu Nana dengan Suara sedih.

"A..?" Panggil sia serat penuh makna

"Aku kan udah pake baju samaan masa harus pake sepatu kaya gini lagi" Protes Bayu, karena sebelum nya dia Sudah di paksa oleh istri dan anak nya untuk memakai baju couple yang akan mereka pakai berkebun hari ini,

ingat kan Bayu untuk menghapus aplikasi sop-sopi yang ada di handphone istri nya itu, dasar ibu dan anak tidak bisa melihat barang lucu langsung chekout

"Papa..", panggil Nana serak

"Ia sayang, papa pake sendal aja yah, sayang loh sepatu nya bagus kena tanah" bujuk Bayu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Nana

"No Papa, Papa halus pake patuna, dede sama mama mau bikin tiktok, mau foto-foto buat instanglm" tolak Nana

Bayu yang mendengar penjelasan anaknya langsung mengalihkan tatapan bertanya pada Sia,

Sia yang di tatap mengalihkan pandang nya kelain arah agar tidak bertemu pandang dengan sang suami.

Bayu yang tidak dapat respon dari Sia kembali mengalihkan perhatiannya pada Nana

"Papa da suka pilih-pilihan dede ya?" Tanya pada sang Papa,

"kemalin kata Mama ada diskoon di sop-sopi jadi Dede sama mama soping-soping" Nana menjelaskan dengan tampang sedih

Bayu yang sudah melihat kesedihan sang anak dan tak kuasa untuk menolak keinginan buah hatinya akhirnya pasrah

"Yasudah Papa mau pakai, Dede jangan Sedih kan mau berkebun,"

Nana yang mendengar persetujuan sang papa langsung mengangkat kepalanya menatap wajah sang papa "seliuss? Papa mau??"

Dibalas Nggukan oleh Bayu.






○●○

"Mama ini-na tanam mana?"

"Hemm pohon pete kamu yah" Sia berdiri mengarahkan pandangannya ke penjuru kebun, dan mencari tempat yang strategis,

"Kalu di tanam di sini, kebunnya kekecilan, kemarin juga kata mama jangan beli bibit pete sayang, kamu pake nangis lagi pengen beli, trus sekarang mau di tanem dimana dong de, coba tanya papa"

"Papa pite dede mau tanam mana?" Tanya Nana pada sang papa yang sedang menanam kunyit

"Papa juga bingung ini mau di tanam di mana, apa mau di pot besar aja?"

" tambah besar nanti a"

"Buat sementara aja, kalu sudah besar nanti kita pikirin lagi, klo gak pindahkan"

Sia tampak berpikir dengan solusi yang di berikan Bayu "apa kita beli tanah di ujung komplek aja kali yah a? Buat tanam pohon petenya dede?"Tanya Sia

"Nanti aku pikirin dulu yah" jawab Bayu,

"Lumayan a buat kamu juga belajar nanem sayur sama pisang kaya di rumah bapak"

○●○

Malam harinya Sia dan Bayu berada di kamar ditambah satu makhluk lucu nan gembul yang sedang bergelung di kasur tanpa terganggu dengan aktivitas orangtua nya,

Sia yang duduk di depan cermin memakai skincare rutin nya, sedangkan Nayu sedang berada di kamar mandi

si gembul sedang mengoceh sendiri di tengah kasur bersama boneka mail dan kawan-kawan nya berlagak bak tokoh upin-ipin, menirukan kata-kata negara sebelah.

"Ayammm dileng emmm enakk" Sia yang mendengarkan hanya bisa terkekeh

"Satu sindit dua sindit hihih"

Cklek


Suara pintu kamar mandi terbuka, keluar Bayu dari kamar mandi, pandangan Bayu tertuju pada sang anak

Lalu beralih pada sang istri pandangan mereka bertemu, Bayu menarik napas dalam

"Hemmm anak kamu kapan tidur?... saya kan mau DP buat anak" suara Bayu memelas




TBC.

Komen next di sini!

Ps. Baca duluan bab selanjutnya di Karyakarsa!!

Mama Papa & Nana (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang