Pagi ini, Elang bersama teman-temannya sudah ada di depan kampus untuk bersiap ke tempat camping. Jingga yang sedang membawa banyak barang langsung diberi minum oleh Elang.
"Maaf, gua udah punya pacar!" tolak Jingga.
"Pa-car? Siapa? Kapan?" tanya Elang dengan posisi sama, membelalakan matanya selebar asa.
"Pacar gua adalah Awan, kemarin siang, El!" jelas Jingga sambil tersenyum membayangkan kejadian kemarin.
"Heh? Awan? Dia kan pacarnya Mega?" Elang kaget bukan kepalang.
"Em, udah putus, tau!"
Elang mengerenyitkan dahinya, lalu berpikir antara benar apa tidaknya omongan Awan yang dilontarkan pada Jingga.
"Yakin, lu?" Elang bertanya lagi.
"Iyaaaa!"
Elang seperti biasa, mengabsen satu-persatu anggota geng-nya.
"Mega? Dia ga ikut?" tanya Elang.
"Em, entar dia nyusul, kok!" sahut Awan.
Jingga, Pelangi dan Elang langsung menoleh ke Awan.
"Kok kamu tahu?" tanya Jingga heran.
"Em, dia ngechat aku semalam," jawab Awan santai.
"Oalah, gitu, toh!" Jingga mengangguk paham.
"Heh?!" teriak Elang dan Pelangi kompak.
"Why? Ada yang salah, kah?" Jingga menaikan alisnya seolah bertanya tentang kesalahannya.
"Kok lu ga curiga, sih?! Laki lu chat-an ama mantannya, loh!" bisik Pelangi.
"Mantan jadi teman, kan? Ga masalah, sih," timpal Jingga.
Pelangi mulai curiga dengan gelagat Awan. Maka dari itu, untuk kebaikan Jingga pula, Pelangi menarik Jingga ke Gina. Kebetulan sekali, Gina adalah sahabat terdekat Mega, mungkin Gina tahu tentang Mega ini.
"Awan ama Mega dah putus?" tanya Pelangi pada Gina.
"Yang bener?!" teriak Gina panik.
"Gua nanya, lu nanya balik!" seloroh Pelangi.
"Ga, lah. OMG HELLO KITTY DORAEMON SINCHAN, Mega ama gua itu kayak nadi ama tangan, kayak nasi ama dandang, tak terpisahkan. Ga mungkin gua ga tau kalau Mega tuh putus sama Awan. Ngadi-ngadi ye lu pada!" oceh Gina, jangan salah, kecepatan ocehan Gina melebihi Mak-Mak Batak, lho.
"Santai, Gin ... gua ga ngegas!" Pelangi tersenyum canggung lalu perlahan meninggalkan Gina.
Jingga menatap Pelangi dengan kesal, "Lu beneran sahabat kecilnya Awan, kan?"
"Beneran, gua ada buktinya!"
"Terus?! Kenapa lu bisa-bisanya ga percaya ama Awan kalau dia beneran putus sama Mega? Gimana hidup lu ga bahagia, lu overthinking terus, Pelangi!" oceh Jingga.
"Gua kenal Awan, dia playboy. Setiap 3 bulan sekali dia ganti pacar, Nggaaa!" Pelangi dengan nada ingin menangis menjelaskan itu pada Jingga.
"Itu dulu, kan? Tolonglah, Ngi ... ga ada apa-apa, kok. Awan sama Mega beneran udah putus, kok. Tentang yang diomongin Gina tadi ... gua yakin Mega ga tega cerita ke sahabatnya dulu. Begitu, loh, Ngi!" Jingga tetap kekeuh dengan kepercayaannya pada Awan.
"Lah, tuh Jailangkung, mana?" tanya Elang.
"Jailangkung? Siapa?" Awan mengerenyitkan dahinya heran.

YOU ARE READING
Tak Setinggi Langit
RomanceBumi akan tetap jadi bumi walaupun memanjat dengan cara apapun. Begitupula yang harus menjadi takdir Nabastala yang tidak akan bisa menjadi seperti yang diharapkan Pelangi.