Betapa menyakitkannya berpisah tanpa bisa bertemu lagi. Bahkan tak bisa memerhatikannya dari kejauhan. Ketika jiwanya dipanggil untuk melakukan perjalanan menuju keabadian,dan raganya kini terbujur kaku dibawah tanah. Semua orang mendoakan,agar bumi menerimanya dengan baik,dan langit menaungi dia dengan penuh cinta. Kini dia sendiri,setelah melewati hari-hari baik dan hari-hari menyesakkan bersama semesta. Dan bagi jiwa-jiwa yang ia tinggalkan juga sama beratnya. Melanjutkan sisa waktu dengan semua keadaan yang berbeda. Dia harus menahan rindu yang terus menggerogoti dengan pelik karena takkan pernah ada lagi peluk. Dia menyesuaikan diri dengan semua orang baru yang jelas tak sama. Tapi ketetapan tak bisa ditawar,hanya menunggu giliran saja. Ada atau tiada,bersama atau tidak,bukan hak manusia untuk tak terima. Karena sejatinya perihal waktu sudah menjadi perjanjian bersama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Tentang Hari ini
RandomMari ceritakan tentang hari ini.Mari tersenyum hari ini,hari esok dan seterusnya.Sampai suatu saat waktu mengusaikan.
