Sabda diramu, tak pernah sampai ke tujuan.
Tuan, ternyata hamba tidak punya keberanian.
Hanya puja puji, tapi mata kita bahkan tak pernah saling memperhatikan.
Senandika, pemupuk harapan dari kejauhan.
Mata membelalak, bibir itu membuat lengkungan indah.
Hanya sesederhana membaca roncean kata yang tuan suratkan.
Halai-balai isi kepala karena satu nama, riuh.
Kemudian ini menjadi terlalu menakutkan, harus segera di sadar kan.
Tuan...
Sekiranya ini persinggahan, sudilah kiranya segera melanjutkan perjalanan.
Semoga selamat waras sampai tujuan....
Namun...
Sekiranya ini bagian dari rekayasa takdir, tak bisakah bekerja sama untuk mencari celah?
Perlahan.... Membangun tempat untuk berlabuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Tentang Hari ini
RandomMari ceritakan tentang hari ini.Mari tersenyum hari ini,hari esok dan seterusnya.Sampai suatu saat waktu mengusaikan.
