[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
⚠️ WARNING! CERITA INI MEMBUAT ANDA INGIN SELALU BERKATA KASAR, JADI HARUS SIAPKAN KESABARAN SEBELUM MEMBACANYA!⚠️
"Sampai saat ini kamu masih jadi alasaku untuk bertahan."_ Kiara Pemovie.
"Gue gak butuh elo. Mendingan lo pe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rintik-rintik air dari langit hitam itu turun membasahi bumi dengan seksama, menimbulkan hawa dingin di pagi yang biasanya terasa sejuk. Lelaki dengan jaket hitam dan payung putih yang ia genggam itu menarik seorang perempuan dengan jaket biru muda saat hendak berlari ke kelas.
"Pergi ke warung beli garam Jangan lupa beli ragi Hay calon imam Selamat pagi."
Kiara melambaikan tangannya di depan wajah Atlantik. Cowok itu masih berdiri dengan muka datar. Kejadian di rumah sakit sudah berlalu hampir tiga hari, hubungan mereka juga semakin dekat meski Atlantik tidak bisa bersikap manis sepanjang waktu.
Atlantik, cowok itu melebarkan payung yang dia bawa. Merangkul pundak Kiara untuk ia ajak berjalan bersama ke kelas. Berbagi payung berdua, Kiara bahkan tak berani membayangkan hal-hal romantis seperti ini dengan Atlantik. Terasa terlalu mustahil bagi Atlantik yang dikenal dingin seperti pagi ini, tapi dipagi yang dingin ini Atlantik malah bersikap hangat. Bak mentari di tengah rintik hujan.
Keduanya sampai di depan kelas. Kiara sibuk merapikan rambutnya yang sedikit basah karena terpaan angin.
"Dingin ya," ujar Kiara dengan merapatkan jaketnya ke tubuh perempuan itu sendiri.
"Masuk kelas sana biar gak dingin," ucap Atlantik tidak peka. Padahal Kiara mengharapkan Atlantik akan memeluknya atau mengusap pergelangan tangannya.
"Iya," jawab Kiara pendek lalu berjalan masuk ke kelas mereka. Sedangkan Atlantik masih berdiri di depan kelas menunggu Kido dan Ganu.
Tling.
Atlantik merogoh saku celananya yang sedikit basah. Ia nekat naik motor ditengah gerimis seperti ini, sedangkan Kiara dijemput Grandy dengan mobil tadi pagi.
?? Kok gak bilang-bilang kalau lo udah baikan sama cewek lo?
Atlantik melebarkan matanya. Menengok ke kanan dan kiri. Sebenarnya siapa orang ini, dia selalu tahu kondisi Atlantik. Atlantik mengedikkan bahunya. Ngeri jika ada orang yang diam-diam menguntit, ralat dia sudah di untit buktinya orang ini selalu tahu tentang hubungan Atlantik dan Kiara yang tak pernah Atlantik katakan pada siapapun.
?? Mau gue bantu gak?
Anda Lo siapa sih? Ngeri
?? Ngeri mbahmu! Gue ini penyelamat lo!
Anda Wtf
?? Banyak omong lo. Pergi ke kantin temui ibu kantin di sana terus minta barang atas nama lo.
Atlantik mengerutkan dahinya. Awalnya ragu tapi Atlantik ingin tahu siapa orang di balik nomor ini. Mungkin barang itu bisa membantu Atlantik untuk mengobati rasa penasarannya.