Bagi Para dewa dewi akan selalu melakukan pekerjaannya masing-masing itu hal yang wajar,dan tidak pernah turun ke bumi melihat para manusia.
Hingga ada suatu saat ada seseorang dewi turun ke bumi tempat hidup manusia, sang dewi ingin menikmati kein...
[Name] membereskan barang barang miliknya, lalu membawa haru dan itsuki di kedua tangannya yang sedang tertidur, tidak lupa keranjang kayu berisi obat yang berkualitas.
'Sudah waktunya untuk berpetualang/berkeliling dunia, tugas ku di desa ini sudah selesai waktunya membantu manusia yang membutuhkan pertolongan ku.'batin [name] merasa tugasnya di desa ini membantu sudah selesai, walaupun ia tau dia pergi bakalan ada, takdir buruk menimpa desa ini.
"Aku harus mengunjungi hakuji, membantu dia menyembuhkan Koyuki sebagai tanda perpisahan ku ini." gumam [name] membuka portal penyimpanan nya menaruh barang barang miliknya di portal penyimpanan tersebut, berjalan menuju rumah keizo yang ditinggali oleh hakuji bersama Otousan.
• povhakuji•
Aku sedang berlatih bela diri ku di taman dekat kamar koyuki, aku terus melatih tendangan kaki ku, hingga aku mendengar suara langkah kaki seseorang, dan aku berbalik melihat siapa yang berjalan di taman ini.
"[N-name] nee san, kenapa datang pada malam hari?. " ujar ku gugup melihat kecantikan wajah [name] nee san yang indah, disinari oleh sinar rembulan bulan ditambah angin menghembuskan rambut emas yang berkilau diikat kuncir kuda.
"Hakuji, [name] nee san ingin berpetualang /berkeliling dunia, jadi [name] nee san ingin mengucapkan selamat tinggal pada mu." ujar [name] nee san dengan nada ragu ragu.
Note:author tidak tau kata yang tepat jadi mohon pemberitahuan nya
"Tapi kenapa [name] nee san ingin pergi Berpetualang / berkeliling dunia?, apa hakuji melakukan hal [name] nee san tidak suka pada hakuji? " ujar ku merasa ingin menahan [name] nee san untuk diriku sendiri biarkan lah diriku di cap egois aku tidak peduli.
"Tidak! Hakuji, kamu tidak melakukan hal [name] nee san tidak disukai, [name] nee san hanya ingin berpetualang / berkeliling dunia ini, [name] nee san janji akan selalu mampir kok." ujar [name] nee san pada diriku sambil berjalan menujuh ku sambil memeluk Diriku dengan lembut.
"Sebagai tanda perpisahan kamu tolong berikan obat ini pada koyuki, dia akan sembuh keesokan harinya hakuji. " ujar [name] nee san sambil menaruh seekor bayi serigala yang tertidur dari tangannya menyerahkan keranjang kayu pada ku.
"[Name] nee san, Terima kasih kebaikan yang kamu berikan [name] nee san, hakuji tidak tau mau membalas kebaikan [name] nee san dengan apa. " ujar ku sambil menerima keranjang kayu [name] nee san dan [name] nee san mengendong kembali bayi serigala itu.
"Kamu tidak usah seperti itu hakuji, hakuji tidak usah membalasnya, karena [name] nee san melakukan nya tampa imbalan, jadi kamu silakan menikmati kehidupan mu yang kamu impikan hakuji, selamat tinggal hakuji. " ujar [name] nee san dengan senyum lembutnya membuat kepalaku menjadi panas.
"Selamat tinggal [name] nee san." Ujar ku memandang [name] nee san tersenyum untuk terakhir kalinya dan berbalik badan meninggalkan ku sendiri.
'Aku selalu menunggu mu kembali [name] nee san, setelah aku kuat aku akan melindungi mu dan Otousan,dan aku akan menikahi mu suatu saat nanti [name] nee san.' batin ku menatap punggung [name] nee san mulai menjauh dari pandangan ku.
• pov hakuji end •
Di malam yang dingin, sinar rembulan bulan menerangi arah jalan [name] seakan-akan memberikan penerangan di jalan yang gelap di sekitar jalan desa lain.
Saat [name] berjalan melewati sebuah gang, matanya tidak sengaja melihat seseorang anak kecil dengan tubuh yang kurus dan menggigil kedinginan, di sekitar gang sempit itu.
Karena tidak tahan melihat seorang anak kecil sekitar umur delapan tahun, merasa simpati pada anak kecil itu dengan rambut acaknya dan kusutnya, dengan pakaian di penuhi debu.
[Name] pun berjalan mendekati anak kecil pelahan-lahan, dan mengusap pipi anak kecil yang menggigil kedinginan itu, segera [name] melepaskan haori hitamnya dan menyelimuti anak kecil itu dan mengendongnya dengan lembut, membawanya pergi dengan nya.
• pov [name] •
Matahari menyinari halaman rumahku, aku menatap anak kecil yang aku bawa itu,dengan pelan aku mengusap pipinya yang lembut.
Anak kecil itu tampak mengedipkan matanya, untuk sesaat dan menatap diriku dengan tatapan bingungnya.
"Kamu merasa lebih baik?, siapa namamu?. " ujar ku dengan pelan agar anak kecil tidak ketakutan atau menganggap diriku berbahaya.
"Yushiro." gumam yushiro memandang diriku seperti ingin bertanya namum ragu.
"Nama yang bagus yushiro, perkenalkan nama ku [name], kamu bisa memanggilku sesuka mu." Ujar ku sambil tersenyum melihat raut muka yushiro yang merah bagaikan bunga mawar merah yang mekar.
"Te-terima kasih sudah menyelamatkan ku [name] san, bukan berarti aku tidak melupakan utang budi mu!." ujar yushiro dengan muka merahnya dan gugup tampak mengalikan wajahnya dari ku.
"Iya, iya, yushiro kamu tidak akan melupakannya, ayo aku akan memandikan mu yushiro." goda ku dengan jail wajah yushiro benar-benar merah sekali di seluruh wajahnya.
"A-aku bisa mandi sendiri [name] san!,jangan menertawakan ku!!. " ujar yushiro dengan gugup lagi.
• pov [name] end •
Ayo kasih tau author, pertama kali kalian mengira yushiro itu siapa.
Author sengaja mempertemukan [name] dengan yushiro jarang sekali ff ,kny x readers berbicara dengan yushiro atau memiliki kenangan masa lalu dengan yushiro jadi author buat mereka bertemu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini gambar haori milik [name] yang menyelimuti tubuh yushiro itu.