Bagi Para dewa dewi akan selalu melakukan pekerjaannya masing-masing itu hal yang wajar,dan tidak pernah turun ke bumi melihat para manusia.
Hingga ada suatu saat ada seseorang dewi turun ke bumi tempat hidup manusia, sang dewi ingin menikmati kein...
Berabad-abad pun berlalu kini zaman sudah berganti lebih maju atau yang biasa kita sebut sebagai zaman modern.
Apa kalian sering mendengar sejarah dari sekolah kalian?, ya pasti semua dari kalian pernah mendengar sejarah kalian di tempat masing-masing kalian.
Begitu pula dengan tanjiro, yang sedang belajar sejarah yang menarik perhatian baginya, sejarah yang berjudul sang Kōun no megami penyelamatan umat manusia dari para oni.
Tanjiro baru pertama kalinya tertarik dengan sejarah, melebihi niatnya dari buku buku sejarah yang ia pelajari nya.
"Kenapa sebutan ini terasa sangat familiar?, seakan-akan pernah berkenalan lama dengan dan juga." gumam tanjiro seketika pipi nya berwarna merah semerah tomat yang baru saja matang, dan jantung nya berdetak sangat amat cepat.
Tiba-tiba bayangan gadis dengan rambut pirang emasnya yang berkilau, mata biru sedalam keindahan lautan menatap nya dengan lembut, dan jangan lupakan kedua sayang indah layaknya salju murni di belakang punggung nya.
'[Name] san'
"Eh? Kenapa aku menyebutkan nama orang, dan juga kenapa rasanya sangat sesak, aneh sekali." ujar tanjiro sambil mengambil buku sejarah itu dan menuju penjaga perpustakaan untuk meminjam buku itu selama beberapa hari.
Tanjiro pun keluar dari perpustakaan dan, melihat nezuko dengan yang sedang berjalan ke arah nya,dengan roti baguettale di kantong kertas coklatnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ne nii chan!, ayo kita cepat ke pulang okaasan dan otousan khawatir di rumah ini sudah sore." ujar nezuko pada tanjiro sang kakak.
"Iya nezuko, ayo pulang sebelum otousan dan okaasan khawatir di rumah." ujar tanjiro sambil memegang buku sejarah yang ia pijam itu.
Tanjiro berjalan bersama nezuko saat mereka melewati taman, mereka secara tidak sengaja mendengar teriak seorang gadis.
"TANGKAP MALING ITU!!!!, DIA MENCURI HP KU." teriak gadis itu sambil mengejar pria dengan seluruh pakaiannya berwarna hitam.
Tanjiro reflek melihat maling itu tepat di depannya, dengan instingnya tanjiro mengarahkan jidatnya ke jidat maling itu, dan maling itu pingsan seketika.
Gadis itu berjalan kearah maling itu dan ,merebut hpnya yang berkesing hitam dengan glitter putih di tangan maling itu, dan berjalan ke arah tanjiro.
"Terima kasih sudah membantu saya menahan maling itu tuan." ujar gadis pirang itu pada tanjiro,sedangkan nezuko menatap gadis pirang itu dengan mata melotot terkejut atau shock.
"Tu-tunggu ja-aa-jangan panggil tuan nona em cantik." ujar tanjiro dengan gugup dan di akhir kalimat nya di mengecilkan suaranya.
"Eh maaf ya tuan saya harus bergegas pulang, sebelum malam soalnya sudah sore." ujar gadis pirang itu dan segera berjalan sangat amt cepat.