༻Chapter 11༺

1.9K 222 7
                                        

pov kanao•

Aku  melihat seleksi pemburu iblis, aku hanya tersenyum tipis, akhirnya setelah sekian berlatih akhirnya bisa mencapai titik ini.

"[Name] nee chan, aku tidak akan mengecewakan, aku tidak akan mati semudah itu." gumam ku menatap pohon wisteria yang tertiup angin.

Memejamkan mata ku menikmati angin yang berhembus, mengingat kenangan masa lalu ku yang indah, di saat itulah aku semangkin ingin menjadi kuat melindungi,
[name] nee chan dari para ini, dan juga masa pada aku ingin menjadi kuat.


Aku hanya duduk di sebuah batang kayu, yang terpotong di ikat dari atas pohon, air di bawah kakiku, terasa dingin dan juga jernih.

Terdapat bebatuan kecil yang lembut, bila aku berjalan di aliran terjun ini, aku memegang kedua tali ini, mencoba menggoyangkan, ternyata rasanya sangat menyenangkan.

Tapi aku merasa ada seseorang mendorong kayu ku duduki, segera aku mengencangkan pegangan dari kedua tali putih itu, aku menutup mata ku rapat rapat.

"Kanao chan, gimana seru tidak bermain ayunannya?."

Aku membuka mata ku, mendengar suara indah memasuki pendengaran ku, aku melihat ternyata [name]
nee chan, mendorong kayu ini dengan nama ayunan, akan tetapi seperti katanya ternyata ini sangat seru, setasa aku seperti terbang.

"Seru!, [name] nee chan aku sangat menyukainya." ujar ku sambil memegang kedua tali putih ini dengan erat agar tidak terjatuh.

Setelah cukup bermain bersama [name] nee chan, aku menariknya agak dekat pada ku, aku sangat suka bila dia berada di dekat ku.

"Ne [name] nee chan, apa kamu bisa melatih diriku, menjadi pemburu iblis?" tanya ku ragu ragu [name]
nee chan menyetujui permainan ku.

"Boleh kanao chan,kalo boleh tau kenapa kanao chan mau menjadi pemburu iblis?." tanya [name]
nee chan, mengusap pipi ku dengan tangan halusnya bagaikan bunga mawar putih.

"Ka-karena kanao ingin menjadi kuat!, dan juga melindungi [name] nee chan, agar oni itu, tidak bisa memakan [name] nee chan!." ujar ku gugup pada menutup mataku, tidak berani memandang [name] nee chan.

"Kanao chan, ayo buka mata mu dulu, tatap mata [name] nee chan." ujar [name] aku langsung membuka mataku menatap mata berwarna biru terang yang indah.

"[Name] nee chan tidak marah kok, justru [name] nee chan merasa sangat senang karena kanao chan mau menjadi kuat, jadi [name] nee chan melatih kanao chan agar kuat, jadi [name] nee chan tidak perlu khawatir lagi kanao kenapa napa, karena kanao chan itu kuat." ujar [name] nee chan memegang kedua pipi ku dengan, kulit seputih susu.

Dan kedua anak kembar itu mengumumkan bawah, seleksi akan segera dimulai, aku mengusap kalung bulan pemberian [name] nee chan, aku sebelum aku pergi seleksi pemburu iblis, aku selalu merasakan keberadaan [name] nee chan bila aku mengusap atau memegang kalung ini.

pov kanao end•


Sedangkan tokoh utama kita, sedang memakai topeng nya yang menutup, seluruh wajah cantiknya, menambah kesan anggun dan misteri, jangan lupakan tusuk putihnya, menghiasi rambut emas [name].

Dan juga topi jerami dengan kain putih transparan,menambah keunikan pada gadis beramput emas itu.

Berjalan keluar dari rumahannya, menujuh hutan di iringi suara angin, dan suara daun berterbangan.

















Dalam sekali tebasan pedang, memotong tubuh oni tingkat rendah, ribuan potong daging berserakan.

Enam puluh oni, yang awalnya menyerang [name], menjadi potongan potongan kecil, yang berserakan melumuri salju, yang awalnya putih menjadi merah.

The Goddess of Fortune.                      [kimetsu no yaibah X Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang