༻Chapter 19༺

1.3K 147 13
                                        

Untuk pemberitahuan khusus bagi ship obanai x mitsuri, disini author tidak membuat obanai x mitsuri, karena obanai mencintai [name] begitu pula dengan mitsuri juga mencintai [name].

Jadi mohon maaf bila tidak ada ship kalian, atau kecewa dengan cerita ini, author hanya ingin membuat cerita versi author sendiri.

.

.

.

.

.

.

.

pov obanai iguro•

{Itoko= sepupu
Obaasan=bibi atau nenek
Okaasan= mama }

Aku terlahir di keluarga penyembah iblis, okaasan, obaasan , itoko selalu memaksa ku untuk memakan makanan yang mereka buat pertanda bahwa mereka peduli pada ku.

Aku tau bahwa mereka sebenarnya bukan peduli pada ku, entah apa alasannya.

Aku rindu pada [name] chan, yang selalu merawat ku pada malam hari, dan selalu membuat ruangan ini menjadi wangi bunga segar, memelukku bila aku merasakan ada yang menatap ku dari kegelapan ini.

[Name] chan selalu merawat ku sejak bayi, dia juga selalu menghibur ku, aku tidak pernah untuk berpikiran kabur, aku percaya suatu saat keluarga ku akan berubah.

"[Name] chan aku merasa ada yang menatap ku lagi, aku sangat ketakutan, tolong jangan pergi." ujar ku gemetar sambil memeluk tubuh [name] chan sambil menghirup bau bunga segarnya, yang selalu membuat bau ruangan ini menjadi bunga segar.

"Sssttt, obanai [name] tidak akan pergi kok, lihat ular Putih ini [name] membawa kan ini untuk obanai bila semisalnya [name] tidak bisa menemani obanai di siang hari." ujar [name] chan pada ku sambil mengusap kepala ku dengan lembut seperti biasanya.

Aku terus gemetar mengingat kejadian di siang hari itu, dan menangis mengingat iblis wanita setengah ular itu, okaasan, obaasan, itoko tidak melakukan apa-apa.

Mereka hanya patuh pada iblis itu, dan mereka hanya tersenyum mengerikan.

"Hiks, hiks, hiks kaburamaru ternyata aku selama ini naif, aku harus pergi aku tidak bisa menunggu ajal ku." ujar ku gemetar sambil mengunakan jepitan yang ku curi berusaha melepas sebongkah jeruji dengan jepitan nya.

Akhirnya usahanya tidak menghianati hasilnya, dengan cepat aku keluar dari ruangan ,itu mencari jalan keluar dan menemukan pintu menuju keluar.

Dimalam yang dingin mengunakan yukata tipis, dengan perban menutupi luka di bagian mulut nya, jalanan yang terdapat kerikil kerikil dan ranting pohon tidak membuat ku berhenti.

Kaki yang terluka tanpa alas, secara tiba-tiba iblis wanita setengah ular' itu muncul di belakang ku,aku berlari kencang akan tetapi tersandung oleh tanah yang kurang rata.

Melihat mulutnya lebar memperlihatkan Gigi tajamnya dan lidah ular yang siap melahap kepalanya, dengan cepat aku memejamkan mataku takut apa yang terjadi selanjutnya.

Akan tetapi tidak terjadi apa-apa,tapi aku merasa ada yang memeluk ku,bau bunga segar ini,ini bau [name] chan!.

"Obanai jangan takut lagi, dia sudah mati akhirnya kamu mempunyai tekat pergi dari rumah itu, aku sangat senang dan juga sedih tidak langsung membantu mu." ujar [name] chan memeluk ku dan perasaan inilah yang aku tunggu tunggu ketenangan kehangatan berasal dari [name] chan.

"Nona muda, keahlian mu sangat hebat untuk menjadi pemburu iblis, apa nona tidak ingin bergabung menjadi pemburu iblis?." seseorang dengan nada semangat nya dan rambut kuning ujung merah.

"Ah untuk sekarang saya tidak tertarik tuan, mungkin kita lihat aja di Masa depan nanti."ujar [name] chan pada pria itu, sambil aku memeluk pinggang [name] chan dari belakang.

" hahaha!, benar kata nonton muda ini, kalo boleh tau nama nona muda yang cantik ini siapa ya?, siapa tau di masa depan kita akrab."ujar pria itu pada [name] chan sambil berjabatan dengan [name] chan.

{Disini author tidak tau ,zaman situ sudah ada jabatan tangan atau belom, author cuman tau di situ tradisi orang Jepang membungkuk sebagai tanda salam /perkenalan,jadi author buat aja anggap aja situ dah ada jabatan tangan.}

"Nama saya [Full name] , bisa tuan panggil saja saya [name] saja, kalo tuan sendiri?." tanya [name] chan sambil tersenyum pada pria itu.

"Nama saya Shinjuro Rengoku, terserah nona muda ini mau panggil saya." ujar Shinjuro pada [name] sambil tersenyum cerah.

"Kalo begitu saya pergi dulu
Shinjuro san, kita balik dulu sudah sangat malam." ujar [name] mengusap kepala ku dengan lembut.

"Ah iya, hati hati nona muda pada Oni,kalo begitu saya balik dulu." ujar Shinjuro pada [name] dan pergi meninggalkan kita berdua.










"Ah!, mimpi masa lalu?." gumam ku terbangun sambil  memegang dada kiri ku berdetak dengan kencang.

Muka ku terasa panas, mengingat penyelamatan itu [name] chan menghilangkan rasa takut ku dengan mengecup pipi ku, sambil bersenandung dengan indah.

"Kaulah yang melatih ku hingga  menjadi pilar ular [name] chan,aku akan berusaha mengakhiri kejayaan kibutsuji muzan, hingga dunia ini menjadi damai untuk kau." gumam ku mengepalkan tangan, menantikan mengakhiri kejayaannya sang raja Oni itu.


pov obanai iguro end•








Btw kali misalnya ada yang tanya Shinjuro kenapa gak mengawal kita sampai ke rumah [name] atau penginapan, agar tidak kemakan oleh Oni.

Karena Shinjuro sudah melihat kehebatan [name] dalam membunuh Oni alias kuat dalam sudut pandang Shinjuro, karena tidak memakai jurus pernapasan.

Sekian author ingin memberitahu kan, bahwa kalo semisalnya gak update selama 1 minggu author lagi kambuh penyakit magernya, soalnya sekolah bukan online.

Mana sampek sabtu gile, kalo misalnya sudah normal bakalan mager banget, pasti author jarang update kali gak bisa bagi waktu itupun penyakit pikun author gak kambuh.

Sekian bacotan gak ada gunanya selesai, semoga readers kesayangan bisa sabar menangani author lagi kambuh magernya.




Jangan lupa tekan ✰

The Goddess of Fortune.                      [kimetsu no yaibah X Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang