four

527 38 0
                                        

Happy reading guys ❤

Malam hari, mata mungil nan lentik telah membuka mata nya untuk melihat dunia lagi, senja baru sadar pada malam hari ia merasakan sakit pada bagian leher nya.

Perut sudah mengeluarkan suara yang menandakan ia mulai lapar, senja bangkit Dari kasur dan melangkah pergi dari Kamar nya untuk mencari abang dan kakak nya, berjalan pelan sambil memengangi pengangan tangga leher nya masih Teresa nyeri.

Senja turun dari lantai dua ia melihat kakak nya sedang mengerjakan tugas nya di laptop di ruang tamu.

"Kakak ikbal?"senja dengan suara lemas.

"Dek?, udah bangun? Ada apa?"ikbal masih fokus dengan laptop nya.

"Adek laperr kak, abang kemana?"senja.

Ikbal berhenti sejenak dari tugas nya dan mematikan laptop nya, berjalan menuju senja mengecek suhu badan senja suhu nya masih normal.

"Abang lagi keluar bentar,tunggu di sofa sana kakak buatin makanan dulu"ikbal.

"Eumm"senja melangkah menuju sofa ruang tamu bersender pada sofa yang empuk memengangi leher yang sakit.

Kemudian ikbal membuatkan bubur beberapa Saat kemudian masakan nya telah selesai, membawakan bubur hangat buat senja.

"nih dek makan dulu"ikbal.

"Suapin kak~"senja.

"Tumben manja biasa nya kagak" ikbal.

"Nyebelin" senja.

"Yaudah kakak suapin" ikbal

Akhirnya ikbal menyuapi senja dengan bubur hangat itu,senja Saat sakit memang akan manja dan sering menangis tanpa alasan kalau sudah sembuh keras kepala nya sudah kembali lagi menjadi nakal.

Tak lama kemudian reza pulang membawakan obat untuk senja menaro nya di meja makan lalu berjalan menuju Kamar nya,akhirnya selesai makan bubur nya ikbal membawa mangkok kotor di wastafel.

Ikbal memberikan obat untuk senja dan segera diminum oleh senja tanpa segan-segan senja meminum nya, setelah minum obat senja merentangkan tangan nya ke arah ikbal meminta ikbal mengendong nya ke kamar, akhirnya ikbal mengendong senja ala koala ke kamar nya ikbal menaro senja pelan lalu mengecup dahi senja dan kembali ke kamar nya.

Matahari telah muncul menunjukan sinar nya pada pagi Hari, kakak nya sedang berada di kamar senja untuk berpamitan Karna harus berangkat ke kampus.

"Dek kakak berangkat dulu ya, Bunda udah pulang kok jadi ada yang nemenin senja" ikbal

"Iyaa kak, abang kemana?" Senja.

"Lagi ngambek kali gara-gara kemarin" ikbal.

"Udah berangkat?" Senja.

"Udah malah pagi-pagi banget tuh anak berangkat" ikbal

"Ya udah ntar minta maaf kakak berangkat dulu dah cantik" ikbal.

Ikbal keluar kamar senja lalu pergi ke kampus, senja yang masih di dalam kamar belum engan untuk keluar melirik ke arah jendela memengang leher yang terkena pukulan dari balok kayu mengambil ponsel nya di bawah bantal lalu mengarahkan ke leher nya ada lebam di sekitar situ senja menghelaa nafas nya.

Abang pov~

Reza telah tiba di kampus sangat pagi Karna ia menghindar dari senja untuk saat ini, berjalan di koridor kampus yang masih sepi belum ada orang yang datang ke kampus pagi²gini cuman reza doang yang datang.

Reza masuk ke dalam kelas nya mengambil tempat duduk yang biasa ia duduki memandang ke arah jendela matahari masih malu-malu untuk menunjukan sinar nya, ia berpikir atass perbuatan senja yang kemarin ia masih marah dan Ngambek kepada senja hanya helaan nafas yang keluar dari mulut reza.

"Apa gue maafin aja?" Reza.

"Kesalahan fatal gitu harus gue gak maafin dia" Reza.

"Udah berapa Kali dek keras kepala kek gini mau sampe kapan?" Reza.

"Mau sampe gue tinggalin dia?" Reza.

"Berani nyakitin adek gue tunggu pembalasan gue" Reza mengepalkan tangan.

"Argh" Reza meniju tembok dengan keras.

Reza kalau sedang emosi atau sedang marah ia berpikiran negative melulu dan menyalahkan diri sendiri karna kesalahan senja ia akan menghilang sementara dari pandangan keluarga nya sampe bener-bener emosi nya telah Reda.

Kakak pov~

Ikbal baru sampe ke kampus pukul 08.45 ia langsung masuk ke dalam kelas sejarah untung nya belum ada guru yang datang masih sempat untuk ikbal menarik nafas, ia harus ujian sejarah Hari ini.

Ujian sejarah telah mulai tapi ikbal memikirkan reza apa yang mau ia perbuat?dateng ke kampus pagi-pagi, menghindari semua orang di rumah. Ikbal mengetuk meja dengan pulpen perasaan nya tentang abang pertama nya tuh tidak enak ia Tahu reza akan berbuat macam-macam.

Segala pikiran negative nya muncul tentang reza ikbal yang pusing dan gelisah ia beranjak dari tempat duduk nya lalu meminta izin ke toilet padahal ia berniat samperin reza,sampai nya di kelas reza ikbal mencari keberadaan reza namun tak ada Batang hidung nya ikbal semakin Khawatir berjalan di koridor dengan tergesa-gesa menuju parkiran untuk melihat Mobil yang dikendarai oleh reza.

End pov.

Senja tengah memotong bawang merah untuk di masukan kedalam masakan sang bunda selesai membantu sang bunda senja berjalan mendekati sofa sambil rebahan dan menyalakan televisi.

Setengah jam berlalu sekarang senja dan ibunda berada diruang makan melakukan makan siang bersama,senja hanya memainkan makanan nya
Ia tak nafsu untuk makan bunda yang melihat senja yang hanya memainkan makanan nya hanya menatap keheranan.

"Hei,makanan nya Jan digituin nja"tegur sang ibunda.

Senja masih melamun mengaduk makanan nya muka nya sangat bete. Nayla yang melihat sang anak hanya menaikan alis nya kembali menyatap makanan.

Selesai makan siang senja menaro bekas piring sang bunda dan ia membawa nya ke wastafel, menyalakan keran dan menuangkan sabun cuci piring ke spons lalu mencuci piring yang kotor, sang bunda melihati gerak-gerik senja lalu menghampiri di tepok pelan pundak senja.

Senja menoleh ke arah belakang mendapati sang bunda sedang tersenyum senja menarik Alis nya melanjutkan cuci piring nya.

Hai masih stay kan? Jan lupa follow sama klik icon vote supaya author nya rajin update.

Gimana sama part ini? Mau tau kelanjutan nya? Tetep stay dengan Cara mengklik vote dan follow ok.

Jan sering bergadang gak baik ok-!, besok juga masih sekolah tidur nya Jan kemaleman have nice dreams guys.

See you orang baik.

To be continued.

posesif brotherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang