thirteen

231 18 1
                                        

Heyyo  I'm back -!

Maaf banget kalo Ada typo.











Happy reading guys.










Ia mata nya sedikit melebar kening mengkerut sedikit merasa tak percaya apa yang barusan cowok ini sampaikan, bagaimana Ia tau?.

"Kok lo bisa tau?"senja.

"Tau lah" Aditya.

Senja menyipitkan mata nya menatap manik mata aditia mencari kebohongan atau Sesuatu yang cowok itu sembuyikan namun nihil tidak ada sama sekali.

"Gue gak percaya" Senja mengambil handphone baru menyalakan hp nya notif GC osis sudah ramai.

Osis(babu sekolah)
Hari ini rapat di undur dikarenakan adanya rapat guru secara mendadak, untuk info lanjutan nya akan disampaikan nanti Terimakasih.
Read.

Kurang lebih seperti itu pengumuman nya di GC osis, senja menghirup nafas lalu membuang nya menikmati udara di pagi hari di tepi sungai.

Aditya menatap wajah senja dengan kagum menikmati pahatan tuhan secantik dirinya, wajah polos, kelakuan kadang kalem, bar-bar, atau seperti macan betina.

"Cantik"satu kata yang diucapkan oleh aditia didalam hati nya.

Senja yang merasa di tatap oleh aditia menengok kearah cowok disamping nya, kepala dimiringkan  sambil mengerjapkan mata nya tangan nya Ia ayunkan.

"Lo gak kesurupan kan?" Senja.

Namun Aditya tetap diam matanya tetap kearah senja tanpa Ia sadari sudut bibir nya terangkat menciptakan senyuman kecil sedangkan senja dirinya masih terheran karna aditia tetap memandang dirinya.

"Aditt lo kenapa mimisan?" Senja.

Senja terkejut kala cairan merah keluar dari pangkal hidung aditia, ditepok pipi nya langsung tersadar dirinya mimisan kaget juga dirinya.

Senja panik Ia langsung mencari warung terdekat dan membeli tissue setelah nya Ia mengusap pelan lubang hidung aditia perlahan, wajah senja semakin dekat Ia dapat rasakan hembusan nafas aditya.

Lima senti lagi bibir mereka bersentuh, senja memundurkan kepala sambil tersenyum kikuk memberi tissue yang Ia beli. Senja Bangkit lalu membukukan badan nya setelah nya Ia pergi dari Sana.

Senja merutuki kebodohan nya sambil berjalan di koridor atas menghentakan kaki nya sambil mengoceh tidak jelas,sesampai nya dikelas senja menarik nafas lalu membuang nafas nya perlahan-lahan lalu mengetuk pintu kelas nya.

Bu ai yang sedang mengajar terhenti atensi nya mengarah pada senja, senja membukukan badan nya lalu mengakat kepala nya menghadap bu ai guru fisika.

"Maaf bu saya telat tadi sempat ngurusin beberapa kegiatan buat rapat bu" Senja.

"Yasudah Sana duduk" Titah bu ai.

Senja mengangukan kepala nya lalu berjalan masuk kedalam kelas nya sambil membukukan badan nya, setelah Ia duduk ditempat nya bu ai melanjutkan acara mengajar yang terhenti oleh dirinya.

*skip pulang sekolah.

Seluruh siswa di sekolah elit tersebut telah meninggalkan sekolah nya, adanya di jemput oleh pacar nya, ortu nya, kakak nya, mungkin yang punya sugar daddy bisa jadi.

Senja dan ketiga sahabat nya seperti biasa nunggu di post satpam sambil duduk di bangku pajang menunggu jemputan nya masing-masing.

"Njaa lo di jemput sapa?" Tasha.

posesif brotherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang