Happy reading guys !.
Sudah sejam berlalu posisi mereka belum berubah malah senja yang tertidur karna saking lama nya ia menangis,perlahan reza memindahkan senja ke kasur nya dan menyelimuti nya.
Reza kecup hangat kening senja lalu mematikan lampu dan keluar dari kamar senja,ia berniat untuk membereskan skrisip yang belum selesai tapi ia urungkan dan memilih untuk bergabung dengan ikbal dan arkan.
"Ikutan"reza.
"Yodah"ucap mereka berdua.
3 jam berlalu kini langit sudah berganti menjadi malam waktunya reza menyiapkan makan malam untuk mereka ber empat sang bunda belum kunjung pulang dari indonesia,kalau ditanyakan apa mereka punya pembantu?jawaban nya iya tapi mereka cuman kerja setengah hari saja sisa nya dikerjakan sendiri.
Sejam berlalu reza telah memasak hidangan makan malam yang enak ia menyuruh ikbal dan arkan mandi dulu baru makan dan membangunkan senja,reza membuka pintu kamar senja ia nyalakan saklar lampu kamar dengan pelan ia bangunkan senja.
"Dek bangun yuk"reza.
"Eunghh"lenguhan senja.
"Senja bangun udah malam dek"reza menepuk pelan pipi senja.
"Jangan tinggalin adek ayah"lirih senja dalam tidur nya.
"Ayahh adek kangen ayah"gumam senja dalam tidur nya.
"Ayah nyesel gak kalau senja lahir?"senja.
"Ayah senja udah hancurin hidup seseorang ya?"senja.
Reza tertegun mendengar perkataan senja ya ia tau bahwa adik nya itu sedang bermimpi buruk tapi mengapa perkataan adik nya itu terkesan aneh.
Ia menghela nafas lalu mengusap pelan kepala senja dan membisikan untuk bangun hati reza sedikit teriris mendengar perkataan senja,dan perlahan mata lentik itu terbuka dan memejamkan matanya memandang reza.
"Bangun udah sore abang udah nyiapin makan malam".
Senja melenguh pelan dan memejamkan mata pandangan sedikit blur ia mengucek mata melihat reza dihadapan segera dia memeluk tubuh reza dengan erat dengan wajah yang khawatir seakan sesuatu akan terjadi.
"Cantik kenapa?".
Tak ada jawaban melainkan pelukan semakin erat.
"Mimpi buruk tentang ayah?".
Lalu senja mengangguk pelan membuat reza menghela nafas tangan terjulur untuk mengusap rambut adik dengan lembut.
"Aku mimpi ayah ninggalin kita" cicit senja.
"Udah shtt . . . Itu cuman mimpi okey?ayah selalu sama kita udah jangan khawatir cantik" tenang reza dengan diakhiri kecupan di kening sang adik.
Terdengar suara gaduh dari bawah membuat reza heran dan menduga ini suara pasti berasal dari arkan dan gavin.
"GAVIN ANJING"teriak arkan.
Kan sudah diduga oleh reza itu suara arkan yang meneriaki gavin apalah yang dibuat gavin hingga membuat arkan teriak seperti itu.
Haii semua nya maafin author baru update ya,semoga kalian terhibur dengan cerita ini.
Jangan lupa vote dan ramaikan komentar sesungguh nya itu berarti bagi author supaya semangat update nya
Love you semua nya
KAMU SEDANG MEMBACA
posesif brother
Rawak[Sebelum bacaa dahulukan follow oky] "ADEK NGAPAIN BAWA COWOK KE RUMAH" "Astagfirullah dek tuh laki-laki Ngapain ke rumah" "UDAH DI BILANGIN BERAPA KALI SIH" "BANDEL" "STOP-!". ---------------------------------------------------------------------- A...
