sixteen

206 11 0
                                        

Holla!

Happy Reading📖

"Zaa gawattt".

Sontak orang yang di dapur menatap zergan dengan tatapan tanda tanya, zergan menetralkan nafas nya lalu mulai bicara.

"Kek habis dikejar hantu lo" Gavin.

"Zaa senja za" Zergan.

"Nape?" Ikbal.

"Senja hilang zaa"zergan.

"Haa?!" Teriak 2 lelaki.

Reza dan Ikbal kaget kok baru nyadar ade nya tidak ada sontak reza mengambil kunci mobil bergegas mencari keberadaan sang bungsu.

Ikbal masih ngestak di tempat duduk nya gavin dan yang lain hanya menatap malas ke Ikbal biasa otak nge bug terlebih dahulu.

Setengah jam reza mencari keberadaan sang adek, menelepon beberapa kali tak diangkat, di chat tak dibalas. Sudah berkeliling di komplek perumahan tetap tidak nemu senja.

Sampe taman komplek yang diunjung ia melihat mobil senja terpakir disana tak pake lama ia memakirkan mobil di belakang lalu keluar dari mobil belari menuju mobil senja.

Di ketok jendela mobil senja namun tak ada balasan seperti mobil nya tak berpehuni reza melihat didalam mobil memang kosong, ia melihat sekeliling sampe ia melihat sosok perempuan yang tak jauh dari di dirinya.

Sosok perempuan itu berdiri di tepi danau memang taman ini ada danau lumayan besar, reza belarian menghampiri sosok perempuan tersebut.

Menarik pelan tangan dari perempuan lalu dipeluk diusap surai rambut perempuan itu, senja hanya diam tak bergeming sampe pada memori yang ia lihat, menangis terisak.

Reza kaget mendapati bungsu menangis diusap lembut punggung bungsu nya sampe keadaan adek nya tenang. Senja menangis bersembunyi di dada bidang reza memeluk erat sang abang.

"Kenapa hm?" Reza.

. . .

"Cerita dong sama abang".

Masih tak menjawab pertanyaan reza senja masih terisak air mata nya jatuh ke pakaian reza, senja makin bersembunyi di dada bidang sang abang mencari kenyamanan.

Reza paham apa yang adek minta digendong ala koala kaki senja mengalung di pinggang nya berjalan menuju mobil reza, sama seperti tadi tangisan tak berhenti juga.

Reza menaro senja di bangku depan tepat sebelah nya, lalu ia masuk kedalam mobil habis itu menjalankan menuju kediaman rumah nya.

Senja melamun melihat kearah luar sambil memikirkan kasih tau abang atau tidak, senja menghela nafas melirik reza yang fokus ke depan.

"Bang".

Reza tak menjawab menunggu pertanyaan senja.

"Kalo ade liat ayah selingkuh gimana?" Senja mulai meberanikan diri.

Reza menoleh sebentar lalu fokus mengemudi.

"Ngomong opo toh dek jan asal ngomong" Reza.

"Ngapain keluar tanpa izin abang?".

"Kalo adek kenapa-napa gimana?".

"Kamu belum bisa bawa mobil sendiri dek ntar kalo kecelakaan gimana?".

Oke stop.

Senja pusing mau jawab pertanyaan yang dilontarkan abang pertama ini.

Ia memilih untuk tidur.

"Bawa mobil senja di taman komplek" Reza.

*dring...

+62*******
Abangg
Arkan udh boleh pulang ke indo
Nih arkan lagi dijalan menuju rumah
18.07

posesif brotherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang