IV

4.2K 537 2
                                        

Malam pertama Harsha di Hogwarts seperti nya kurang berjalan mulus. Malam ini Ia tidak bisa tidur, Harsha sudah menghitung puluhan domba namun tak kunjung tertidur.

Harsha melihat teman-teman di sekitarnya sudah tertidur pulas. Ia menarik nafas panjang. Hari sudah hampir tengah malam, di kepalanya pun terbayang tentang kejadian tadi pagi.

'Kenapa tadi Profesor McGonagall tidak menyebutkan marga ku? Apa aku harus bertanya kepada Daddy? Sepertinya harus.' Batin Harsha.

Ia pun bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar untuk pergi menemui ayah nya. Sebenarnya Harsha tidak tahu dimana ruangan ayah nya. Harsha hanya berjalan mengikuti kata hatinya saja.

Lorong di kastil Hogwarts sangat gelap. Tidak ada satupun secercah cahaya. Harsha benar-benar berjalan tanpa tujuan, dan lagi Ia tidak membawa tongkat sihirnya.

Dari ujung lorong nampak cahaya redup di iringi suara hentak kaki. Itu membuat bulu kuduk Harsha berdiri, apakah itu monster yang diceritakan oleh Madam Linsly?

"Sedang apa disini nona?" Ucap lelaki dengan wajah yang menurut Harsha seram. Itu Argus Flich.

"Sorry sir, aku ingin ke ruangan Profesor Snape." Sahut Harsha dengan suara bergetar karena terkejut.

"Untuk apa tengah malam mendatangi Severus? Esok hari kan masih ada!" Bentak Flich.

Harsha terkejut dan sedikit terisak saat Flich membentak nya. Walaupun seperti itu, Severus tidak pernah membentak Harsha dengan keras, Ia hanya akan memberi teguran yang tegas bukan teriakan yang keras.

"Biar aku yang urus Flich!" Terdengar suara berat yang Harsha kenal dari belakang Flich. Seorang pria dengan baju serba hitam sambil memegang tongkat sihirnya untuk penerangan.

Harsha reflek berlari berlindung dibelakang jubah ayah nya. Ia bersembunyi sambil melirik sedikit pada Flich.

"Oh Severus, baiklah tapi pastikan anak itu kembali ke asramanya. Ini melanggar peraturan Hogwarts." Sambung Flich.

Snape mengangguk setuju, Ia berbalik melihat anak nya yang masih sedikit ketakutan.

"Tidak apa itu hanya Flich. Ada apa nona kecil?" Snape bertanya sambil berjalan memegang tangan kecil Harsha menuju ruangan nya.

Sesampainya di ruangan Snape, Harsha mulai bercerita.

"Dad, kenapa tadi Profesor McGonagall tidak menyebut marga ku? Kenapa yang lain di sebut sementara aku tidak?" Protes Harsha.

"Kenapa memangnya?" Sahut Snape.

"Hm, aku hanya merasa aku bukan anak mu Dad..." Lirih Harsha.

"Bagaimana kalau kau sebenarnya memang bukan anak ku?" Alis Snape terangkat.

"Benarkah?!"

"Tentu tidak" Rupa nya sang ayah menjahili anak nya.

"Aku serius, Dad!"

"Itu hanya marga, mungkin Profesor lupa atau tidak melihat nya. Sudahlah Harsha, kembali ke asrama mu dan tidur atau aku akan mengurangi poin Hufflepuff." Ujar Severus.

"Tapi aku tidak bisa tidur disana, aku ingin bersama mu, Dad." Mohon Harsha.

Snape menarik nafas kasar "Baiklah kau boleh tidur disini tapi, hanya untuk malam ini. Jangan menjadi anak manja Nona Snape."

Harsha tersenyum dan berlari menuju tempat tidur di ruangan ayah nya, Ia tahu betul bahwa ayah nya tidak akan pernah menolak permintaan nya. Harsha segera membaringkan tubuh. Snape mengikuti nya. Ayahnya mengusap-usap kepala anaknya, agar anak perempuan nya itu segera tertidur.

"Dad, boleh kah aku bertanya sesuatu?" Suara Harsha memecah keheningan.

"Apa itu?"

"Em... Tapi Daddy tidak boleh marah, janji?"

"Well, ok janji. Cepat katakan." Snape tidak sabar.

"Apa aku boleh tau soal Mommy?" Suara Harsha pelan.

"Sudah ku bilang Harsha, anak kecil seperti mu tidak boleh mencampuri urusan orang dewasa. Aku akan memberitahu nanti" Jawab ayah nya tegas.

"Kapan?"

"Saat aku mau, dan kau siap Harsha" Sambung Severus.







.
Bersambung...
!Jangan lupa vote dan komen!Terimakasih!

Things You Will Never KnowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang